Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
102.


__ADS_3

setelah mendengar curhatan Sheila Ara pun pamit meninggalkan cafe untuk menjemput buah hatinya. sampai sekolah Devan dan Devin masih tiga puluh menit lagi bel pulang sekolah berbunyi dan Ara pun menunggu anak-anaknya di ruang tunggu.


" permisi Bu boleh saya duduk di sini." ucap Ara pada seorang ibu paruh baya yang juga sedang menunggu anaknya mungkin.


" oh iya silahkan." Ara pun di persilakan duduk.


" jemput anak dek." tanya sih ibu.


" iya Bu. ibu sendiri."


" saya jemput cucu."


" oh kelas berapa Bu?." tanya Ara.


" kelas satu dek."


" satu berapa Bu soalnya anak saya juga kelas satu."


" 1A dek."


" wah satu kelas sama anak saya. kenalkan saya Ara mamanya Devan dan Devin."


" saya Rina neneknya Riski. ibu senang bisa kenal kamu soalnya cucu ibu baru masuk hari ini."


" oh memang pindahan dari mana Bu."


" saya pindahan dari Surabaya kebetulan suami saya di pindah tugaskan di Jakarta. Riski dan mamanya sebelum saya pindah mereka tinggal sama saya. jadi pas saya pindah Riski tetap di Surabaya sama mamanya. tapi karena terbiasa sama saya jadi dia minta ikut pindah jadilah dia pindah ke Jakarta sama mamanya." ujar ibu Rina.


" oh ibu tinggal dimana?." tanya Ara.


" ibu tinggal di kodim tak jauh dari sini."

__ADS_1


" suami saya juga tugas di kodim sana Bu." ucap Ara.


" oh iya, siapa namanya? siapa tahu saya kenal." tanya si ibu.


" Wiratama biasa di panggil Tama."


" yang belum lama nikah bukan, yang kakak iparnya juga tugas di sana." ucap ibu Rina.


" iya Bu saya sama mas Tama baru nikah berapa minggu yang lalu."


" kemarin ibu nggak bisa datang cuma bapak aja yang datang karena ngurus surat-surat dan kepindahan risky dan mamanya."


" iya nggak apa-apa Bu, kalau ibu tinggal di kodim berarti nanti kalau saya main ke rumah bang Farrel bisa mampir."


" rumah Nak Farrel yang istrinya namanya Audrey dan anaknya Freya itu."


" iya Bu, itu Abang saya."


" iya Bu, ibu kenal."


" kenal nak mereka itu senior suami saya dulu mereka suka membantu kami. mereka tuh baik banget walaupun jabatan mereka lebih tinggi tapi nggak membeda-bedakan dengan suami saya. gak cuma mas Anthony aja yang baik tapi ke para sahabatnya juga baik kalau nggak salah itu ada mas Gilang, mas Lukman, mas Alex dan mas Hadi kalau nggak salah."


" iya betul Bu, papa lukman itu papanya mas Tama dan sekarang jadi papa mertua saya. kalau papa Gilang itu kakeknya anak saya Bu dulu saya menikah dengan anaknya papa Gilang. dan suami saya meninggal setelah itu baru saya menikah dengan mas Tama."


" ya Allah ternyata dunia itu sempit ya. mereka pada sehat kan. salam ya bilang dari istrinya Subagyo dulu mantan ajudan papa kamu."


" Alhamdulillah mereka sehat wal Afiat. nanti saya sampaikan."


tak lama bel sekolah pun berbunyi terlihat Devan dan Devin menghampiri Ara.


" mama." teriak mereka.

__ADS_1


" oh iya Bu, kenalin ini anak saya yang ini Devan dan yang ini Devin. ayo Devan, Devin Salim dulu."


kedua anak Ara pun Salim ke Bu Rina.


" wah ganteng-ganteng ya, oh iya ini cucu saya namanya Riski."


" hallo Riski."


" hallo Tante."


' mama Riski ini teman baru aku duduknya di depan kita." ucap Devan.


" oh ya, kalian berteman kan." mereka mengangguk." oh iya Riski rumahnya di depan rumah uncle Farrel tahu."


" oh ya mah. berarti Riski kenal Adek Freya dong." ucap Devin.


" Riski kamu kenal Freya."


" kenal aku suka main sama dia."


" nanti aku bakal main ke tempat Freya biar kita bisa main."


" sudah-sudah ngobrolnya nanti lagi sekarang kita pulang."


" ya sudah ibu saya pamit dulu."


" iya nak, besok jemput lagi."


" belum tahu Bu, kalau saya nggak sibuk dengan cafe pasti saya jemput tapi kalau sibuk biasanya pengasuh mereka yang jemput."


mereka pun pulang.

__ADS_1


__ADS_2