Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
98.


__ADS_3

sekitar tiga puluh menit mobil yang di Kendarai oleh mas Tama pun sampai di rumah yang lumayan luas.


" ayah ini rumah siapa?." tanya Devin sedangkan Devan sudah terlelap.


" ini rumah kita sayang sekarang kita tinggal di sini Devin mau kan." ucap Tama.


Devin hanya mengangguk.


" ayo sayang kita turun".


Ara pun turun dari mobil mengikuti langkah mas Tama. di teras rumah ada wanita paruh baya berdiri.


" sayang kenalin ini bi Sumi, dia asisten rumah tangga disini." ucap mas Tama memperkenalkan wanita paruh baya tersebut.


" saya bi Sumi Bu."


" iya bi, saya Naura panggil saja Ara."


" silahkan masuk Bu semuanya sudah saya beresin."


" makasih bi."


" oh iya bi, tolong antar bi sari dan bi tuti ke kamar anak-anak dan setelah itu bibi tunjukkan kamar mereka."


" baik pak."


" oh iya satu lagi bi di mobil ada belanjaan nanti bawa masuk."

__ADS_1


" iya pak."


" ayo sayang aku tunjukkin kamar kita."


mas Tama pun mengajak aku untuk melihat kamar utama yang ternyata letaknya di lantai dua. kami pun menaiki tangga.


" sayang, pintu yang itu kamar anak-anak." tunjuk mas Tama


" trus kamar kita."


ceklek


" ini adalah kamar kita silahkan masuk my princess." ucap mas Tama.


" terima kasih."


" gimana? kalau ada yang tidak kamu suka kamu bilang aja biar mas ganti."


" yang di sana kamar mandi dan yang itu walking closet. sudah gih sana bersih-bersih sudah malam kita istirahat."


Ara pun masuk kamar mandi untuk bersih-bersih dan dia keluar kamar mandi sudah memakai baju tidur.


" sudah sayang." ucap mas Tama ketika Ara keluar kamar mandi.


" sudah."


mas Tama pun masuk ke dalam kamar mandi. dua puluh menit di kamar mandi mas Tama pun keluar kamar mandi tapi tak mendapati sang istri di dalam kamar. dia pun langsung memakai pakaian yang sudah di sediakan oleh Ara di atas tempat tidur. baru dia mau ke luar pintu kamar di buka.

__ADS_1


ceklek


muncullah orang yang sedang di carinya.


" dari mana sayang."


" habis lihat anak-anak sudah tidur atau belum." ucap Ara sambil naik ke atas tempat tidur.


" sudah tidur mereka."


" sudah tapi bi sari nungguin di kamar mereka. takut nanti malam mereka terbangun binggung berada di kamar yang asing terutama Devan dia kan sudah tidur sebelum sampai rumah."


" besok agenda kamu kemana?." tanya mas Tama.


" mas Tama besok dinas apa?."


" aku ada apel pagi."


" oh, rencananya besok habis antar anak-anak sekolah langsung ke cafe sudah lama gak ke cafe kasihan Sheila. tapi nggak lama sampai anak-anak pulang sekolah aja." ucap Ara.


" berangkatnya sama mang Idan aja ya jangan nyetir sendiri. biar mang Idan tahu sekolah anak-anak dan juga cafe kamu."


" oke, siap laksanakan." mas Tama pun mencubit hidung Ara.


" yang kita olahraga yuk." ajak mas Tama.


" mas kamu yang benar aja udah malam masa ngajak aku olahraga."

__ADS_1


" maksud aku tuh olahraga ranjang yang. boleh ya."


Ara hanya mengangguk memberikan isyarat kalau dia mengiyakan. Tama pun tak menyia-nyiakan kesempatan dia pun langsung melancarkan aksinya. dan olahraga malam pun terjadi, malam yang dingin tidak berlaku untuk pasangan suami-istri ini justru mereka sedang kepanasan menuntaskan hasrat mereka masing-masing.


__ADS_2