
Pagi ini Ara dan Dafa akan ke kampus karena harus registrasi ulang. Dafa lebih dulu mengantar Ara ke fakultasnya, Ara mengambil jurusan bisnis.
" Yang sudah sana masuk bisa sendiri kan." Ucap Dafa.
" Iya bisa kok. Nggak usah khawatir." Ucap Ara menenangkan Dafa.
" Ya udah nanti kamu tunggu di sini aja. Jangan kemana-mana? Handphone kamu jangan sampai mati!. " Ucap Dafa mencium kening istrinya.
" Iya."
Dafa pun berjalan menuju fakultas kedokteran.
Ara pun masuk ke dalam gedung mencari ruangan tata usaha. Akhirnya Ara pun menemukan ruangan tata usaha. Dan ternyata di sana sudah banyak mahasiswa yang mengantri.
" Ara." Ara langsung berbalik saat bahunya di tepuk dari belakang. Melihat siapa yang menepuknya.
" Bayu kan." Ujar Ara saat mengetahui kalau yang menepuk pundaknya adalah Bayu teman sekolahnya.
" Yoi..., Lo kuliah di sini juga." Tanya Bayu.
" Iya, Lo ambil apa bay ?." Ucap ara
" Bisnis, Lo juga ambil bisnis Ra." Ucap Bayu.
" Iya kita berarti sama. Wah gue seneng ada teman." Ucap Ara.
Mereka pun mengurus regional ulang. Dan berlanjut keliling kampus sebentar.
" Habis ini Lo mau kemana Ra?." Tanya Bayu.
__ADS_1
" Pulang." Jawab Ara singkat.
" Jauh dari sini ?." Tanya Bayu lagi.
" Gak cuma 10 menit aja " ucap Ara.
" Ya udah, gue antar?." Ajak Bayu.
" Sorry bay, tapi gue pulang bareng suami gue." Ucap Ara membuat Bayu kaget.
" Suami, becanda Lo."
" Serius gue udah married," ucap Ara.
" Sumpah Lo married gue kok nggak tahu, kalau gitu selamat buat pernikahan Lo. Pantes banyak cowok yang nembak Lo tapi gak pernah Lo tanggapi karena Lo udah rencana mau nikah toh.' ucap Ara.
" Di depan." Ucap Ara
" Oh ya udah kalau gitu, Lo nggak apa-apa kan gue tinggal soalnya gue mau cari saudara gue dulu.". Ucap Bayu.
" Gak apa-apa, suami gue juga udah chat katanya udah jalan ke mari.". Ucap Ara.
" Bagus lah kalau begitu, kapan- kapan kenalin gue ke suami Lo." Ucap Ara.
Mereka pun berpisah, Ara pun berjalan keluar kampus dan melihat suaminya sudah di sana.
" daf, udah lama ya. maaf tadi aku ketemu temen dulu." ucap Ara.
tapi Dafa diam dan berlalu pergi.
__ADS_1
Mereka pun pulang ke rumah, sepanjang hari ini Dafa lebih banyak diam padahal saat berangkat ke kampus sangat hangat kita banyak ngobrol.
Ara yang melihat keanehan Dafa pun memutuskan untuk menunggu Dafa di kamar. Ara yang gelisah karena Dafa tidak kunjung masuk kamar.
menjelang tengah malam akhirnya Dafa pun masuk kamar.
" kenapa belum tidur?." tanya Dafa.
" nunggu kamu !." ucap Ara.
Dafa pun naik ke tempat tidur dia merebahkan badannya membelakangi Ara.
" daf, kamu kenapa sih?." ucap Ara.
" tidur Ara udah malam aku juga udah ngantuk." ucap Dafa tetap membelakangi Ara.
" deg...." Ara kaget dengan panggilannya tadi karena belakangan ini Dafa selalu memanggilnya sayang tapi tadi dafa memanggil nama. entah mengapa Ara tidak menyukai hal itu.
tak terasa air mata Ara menetes, iya memang belum mencintai Dafa tapi dia sangat nyaman saat dengan Dafa.
hiks...hiks...
Ara pun menangis.
dafa yang mendengar istrinya menangis dia pun membalikkan badannya.
" kenapa nangis?." tanya Dafa Ara Hanya menggeleng.
" udah diem ya jangan nangis. udah malam Ara ayo tidur." ucap Dafa lagi.
__ADS_1