
bang farel meminta mang Idan untuk menjemput istrinya sekalian mengambil barang untuk Ara dan juga bayinya. juga menjemput Devan dan Devin di sekolah.
kak Audrey dan Freya sudah menunggu si kembar di gerbang sekolah.
" Abang kembar." teriak Freya ketika melihat si kembar dan si kembar yang merasa namanya di panggil langsung mencari sumber suara. ternyata di sana sudah berdiri aunty dan juga sepupunya.
" Freya." panggil si kembar dan langsung memeluk Freya.
" aunty tumben yang jemput." tanya Devan sambil mencium tangan kak Audrey di ikuti oleh Devin.
" sekarang kita ke mobil dulu ya." mereka pun berjalan ke mobil
" Tante tumben jemput kita mama kemana." tanya Devan lagi ketika mereka sudah di dalam mobil.
" mama kalian di rumah sakit."
" mama sakit aunty." potong Devin.
" mama kalian gak sakit."
" kita mau ke rumah sakit mau liat adik Abang kembar." ucap Freya
" aunty benar adik Devan sudah lahir.'
kak Audrey hanya mengangguk.
" yeah...' teriak si kembar senang.
ceklek..
" mama..." teriak si kembar begitu masuk kamar rawat Ara.
__ADS_1
" kok anak ayah teriak-teriak sih bukannya salam" ucap mas Tama
" maaf ayah, assalamualaikum." ucap si kembar sambil mencium tangan semua yang ada di sana.
baru si kembar menghampiri mas Tama dan Ara untuk mencium tanya. di susul kak Audrey dan Freya yang memberikan selamat ke Ara.
" mama adik aku mana?" ucap Devan.
" iya mana?." timpal Devin
" iya Abang kembar, Freya juga cari-cari gak ada Dede bayi." ucap Freya tidak mau kalah
" Dede bayinya ada di kamarnya Dede bayi belum boleh di bawa ke sini." ucap Ara.
ketiga bocah itu langsung tampak lesu.
" kalau kalian mau lihat adik kalian ayo uncle antar sekalian aunty Audrey mau lihat juga." ajak bang Farrel dan ketiga bocah tersebut sangat senang.
" mana uncle Devan mau lihat."
" iya Devin juga."
" Freya juga papa?."
" oke satu-satu ya uncle gendong." ucap bang Farrel.
kini bang farrel mengendong Devan lebih dulu.
" wah adik bayinya lucu. hallo adik ini Abang Devan." ucap Devan.
mendengar bilang adiknya lucu Devin dan Freya tidak sabaran untuk melihat dan mereka berebutan minta di gendong. beruntung papi dan papa Lukman datang.
__ADS_1
" wah kenapa berisik begini?." tanya papi.
" Devin mau lihat adik opa." ujar Devin
" Freya juga opa."
" ya udah Freya sama opa, Devin sama eyang kung ya." ucap papa Lukman
sekarang mereka bisa melihat adik bayi.
" iya Abang adiknya lucu. nanti kalau sudah besar mau Devin ajak main."
" nggak adiknya nanti main sama Abang." ucap Devan.
" nggak Abang adik main sama Devin."
" sudah-sudah nanti kalian main bareng sama adik jangan ribut." ucap papi Anthony.
" papa nanti kalau adik Freya lahir sama kaya adik Abang kembar kecil kaya gitu." tunjuk Freya.
" iya sama."
" nanti juga adiknya Freya main sama Abang kembar Sama adiknya Abang kembar." ucap Devin.
" ih... Abang kembar itukan adik Freya mainnya sama Freya."
" tapi kata uncle sama aunty adik Freya cowok jadi mainnya sama Abang kembar sama adik Abang kembar sama main sama Freya, Freya kan cewek." ucap Devin.
karena ledekan Devin akhirnya Freya nangis.
" udah ya cucu opa yang cantik nanti kalian main barengan ya nggak boleh bertengkar ayo baikan." ucap papi Anthony
__ADS_1
mereka pun akhirnya baikan.