Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
episode 24


__ADS_3

ara dan Dafa sudah berada di meja makan semua keluargaku sudah berkumpul. Ara pun mengambilkan Dafa nasi serta lauknya. setelah itu baru dirinya.


" dek kamu makannya sedikit banget." ucap mami


" gak mi sudah cukup kok." ucap Ara.


" padahal mami masak makanan kesukaan kamu loh. dulu kamu paling suka sama SOP iga dan udang tepung bahkan kamu pasti akan nambah." ucap mami.


" gak mi segini aja udah kenyang." ucap Ara lagi.


Ara sudah menyelesaikan makannya dia pun kembali ke kamar tapi tidak dengan dafa dia lebih memilih bergabung dengan papi mertua dan kedua kakaknya Ara.


suara bel rumah berbunyi, bi Ijah pun keluar untuk melihat siapa yang datang. tidak lama bi Ijah masuk membawa satu kantong plastik.


" siapa bi yang datang." tanya mami.


" ini nyonya non Ara pesan makanan." ucap bi Ijah sambil menunjukkan kantong plastik yang dia bawa.


" mana bi saya mau lihat." ucap mbak Nadia.

__ADS_1


bi Ijah pun memperlihatkan ke non Nadia.


" wah crepes buat aku aja kebetulan aku lagi mau ini." ucap mbak Nadia merebut kantong plastik dari bi Ijah.


" tapi non ini kan pesanannya non Ara." ucap bi Ijah.


" pelit banget sih Tibang crepes doang." ucap mbak Nadia sewot.


" sayang jangan gitu dong itu kan punya Ara. kita pesan sendiri aja." ucap bang Faris lembut.


" aku maunya yang ini mas kalau pesan lagi lama." ucap mbak Nadia.


" tap.."


" ya udah bi biarin aja." ucap mami agar bi Ijah kembali ke dapur.


karena pesanan tidak di berikan bi Ijah ke kamarnya padahal dia melihat bi Ijah mengambil pesanannya dari balkon kamarnya. Ara pun memutuskan untuk turun bertanya ke bi Ijah. sampai bawah Ara melihat kakak iparnya sedang memakan crepes. karena tidak mau berburuk sangka Ara akan menanyakan ke bi Ijah.


" bi tadi Ara pesan makanan online udah nyampe belum ya." tanya Ara.

__ADS_1


" dek pesanannya di makan di makan mbak Nadia, adek pesan lagi aja biar mas Faris yang bayar." ucap mas Faris yang merasa tidak enak dengan adik bungsunya.


" tapi kalau pesan lagi lama" ucap Ara agak kesal.


" kamu dek cuma makanan kaya gitu kamu kan tinggal pesan lagi sama kakak ipar kok pelit." ucap papi


Ara yang merasa papinya lebih membela kakak iparnya. Ara pun langsung menaiki tangga menuju kamarnya.


" daf, kamu pesan lagi biar Abang yang bayar. kasihan Ara." ucap bang Faris


" gak usah pesan lagi sayang gak akan di makan. dia lagi ngambek pasti gak akan makan." ucap papi.


Dafa pun kembali ke kamar, Dafa pun membuka pintu kamar tapi dia tidak melihat keberadaan sang istri. Dafa pun mencoba mencari di kamar mandi tapi tidak ada juga. akhirnya Dafa pun memutuskan untuk mencari di balkon kamar. dan benar saja Ara menonton di laptopnya.


" sayang lagi apa?" tanya Dafa sambil duduk di sebelah Ara.


" apa sih sayang sayang, males tahu dengarnya." ucap Ara heran yang mendengar Dafa memanggilnya dengan sebutan sayang.


" biarin biar romantis." ucap dafa

__ADS_1


" udah ah aku mau tidur, besok aku mau lari pagi kamu mau ikut ga?" tanya Ara sambil bangkit dari duduknya.


" boleh." ucap Dafa yang mengikuti istrinya masuk.


__ADS_2