Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
7. pergi dengan sahabat


__ADS_3

jam delapan Ara baru bangun semalam Ara gak bisa tidur karena memikirkan perasaannya terhadap mas Tama dan baru habis subuh Ara baru bisa tidur.


" dek baru bangun?" tanya mami yang baru membuka pintu kamar ara.


" iya mi, semalam ke asik kan nonton Drakor." Ara yang masih enggan beranjak dari tempat tidur.


" ya udah bangun, mandi terus sarapan." ucap mami.


" iya mi, mami udah mau jalan ke butik mi." tanya Ara.


" ini mami mau berangkat ke butik soalnya mami mau ngurusin untuk lamaran bang Faris besok. Sekarang kamu mau ikut mami atau di rumah.". ucap mami


" Adek mau pergi sama Dita dan Riko boleh mi." ucap Ara meminta izin.


" ya udah hati - hati, tapi mang Diman ngantar mami Lo."


" Riko yang bakal jemput Adek."


" oke." mami pun keluar dari kamar ara.


siang riko jemput Ara di rumah dan kini mereka sudah berada di cafe.

__ADS_1


" Lo sebenarnya kenapa sih? perasaan dari berangkat gak semangat gitu." tanya riko.


" gue rasanya pengen pergi jauh ko." kata Ara malas sambil memainkan sedotan di minumannya.


" sorry ya gue telat." ujar Dita yang baru datang dan duduk di depan Ara.


" are u oke Ra. " tanya Dita yang melihat Ara sedang tidak baik. karena tidak ada jawaban dari Ara, dita pun melihat Riko menanyakan apa yang terjadi. riko hanya mengangkat bahu menandakan dia juga tidak tahu.


" loe cerita Ra, tapi kalau loe mau gue nggak maksa !" ucap Dita.


mereka berdua memandang Ara. Ara pun menarik nafas dan membuangnya kasar.


" maksud Lo mas Tama udah punya pacar." ucap Dita tapi di jawab dengan gelengan kepala.


" terus apa dong."


" kalau mas tama punya pacar setidaknya bisa gue tikung tapi yang ini harapan gue sudah tertutup rapat." Ara menarik nafasnya lalu melanjutkan ceritanya.


" semalam kita sekeluarga pergi ke rumah calonnya bang Faris, dan semua senang karena bang Faris mau nikah dan kita juga belum tau dan kenal dengan calonnya bang Faris. tapi apa yang terjadi saat sampai sana. ternyata calonnya bang Faris adalah adiknya mas Tama. dan yang membuat gue frustasi semuanya senang mendengarnya dan langsung menentukan besok acara lamarannya. rasanya hati gue sakit udah nggak ada harapan. tiga tahun sia- sia." air mata Ara jatuh tanpa bisa dicegah.


" yang sabar ya.?" Dita mencoba menenangkan aku.

__ADS_1


" kapan acara lamarannya?" tanya Riko.


" besok siang." jawab Ara lemas.


" sorenya ikut gue ke villa biar Lo bisa nenangin diri nanti gue yang izin ke om Anthony." ucap Riko yang tahu gimana perasaan aku saat ini.


" makasih ya kalian memang sahabat gue terbaik." ucap ara.


" mas Tama tahu sebelumnya kalau bang Faris calon suami adiknya." tanya Dita.


" gak kayanya soalnya keluarga mereka juga kaget." ucap Ara.


" sikap mas Tama pas tahu gimana?" tanya Dita lagi.


" dari biasa aja berubah dingin " ucap Ara lemas.


" gini pas lulus nanti Lo utarakan perasaan Lo ke mas Tama. kalau mas Tama punya perasaan yang sama baru bilang ke bokap Lo." ujar Dita.


" lihat nanti aja." ucap Ara.


karena sudah sore kamipun pulang aku di jemput mang Diman sedangkan Dita pulang diantar Riko.

__ADS_1


__ADS_2