Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
135.


__ADS_3

Devan, Devin dan Freya pun berjalan menuju restoran Jepang yang biasa keluarganya datangi. karena jam makan siang restoran lumayan ramai bahkan waiting list.


" permisi mbak." ucap Devin.


" iya mas ada yang bisa di bantu."


" saya cari meja atas nama ibu Ara atau Naura."


" oh ibu Ara ada, mari saya antar." ucap pelayan tersebut.


Devan, Devin dan freya pun masuk ke dalam restoran mengikuti pelayan restoran. saat mereka berjalan semua mata memandang mereka sosok Devan Devin yang tampan, tinggi, dan tegap menjadi sasaran tatapan para wanita di sana. begitu juga Freya gadis cantik, putih, tinggi, rambut pendek sebahu dan mempunyai badan yang sempurna jadi sasaran tatapan para laki-laki di sana bahkan tidak hanya lelaki muda tapi para lelaki yang sudah berumur tapi masih suka tebar pesona.


Devan, Devin dan Freya tahu mereka jadi pusat perhatian tapi mereka tak peduli dengan mereka yang ada di sana. pelayan tersebut mengantar kami ke meja mama dan ayah.


" silahkan" ucap pelayan tersebut.


" makasih ya mbak."


" sama-sama."


Ara yang melihat anaknya datang langsung menyuruh anaknya duduk.


" mama udah pesan makanan buat kalian tapi minumnya belum. kalian mau minum apa?." tanya Ara.


" Devan orange jus aja."


" Devin ice cappucino.'


" Freya samain sama Abang Devin."


" ada makanan yang kalian mau pesan lagi."


" nggak mah pasti lama nunggunya makan yang ada aja." ucap Devan.


" ya udah."


Ara pun langsung memanggil pelayan.


" iya Bu ada yang bisa di bantu."


" mbak tambah orange jus satu sama ice cappucino dua."

__ADS_1


" ada lagi."


" nggak itu aja."


di meja sebelah ada berapa wanita sedang berbisik-bisik.


" pantas aja mereka ganteng ternyata orang tuanya ganteng dan cantik."


" iya ya, gue mau tuh jadi mantunya walaupun anaknya masih SMA."


" gue rasa nggak akan mau dia sama Tante-tante."


mas Tama dan keluarganya makan dengan santai tanpa memperdulikan bisik-bisik orang-orang yang ada di sana selama tak mengganggu dan merugikan mereka.


" habis ini mau kemana?." tanya mas Tama.


" ayah mau kemana?." tanya Devin balik.


" kalau kamu tanya ayah, ayah pasti pengennya pulang aja ke rumah. ayah mau Kandangin mama kamu di kamar."


semua anaknya memandang malas ke ayahnya


" kita nonton yah." saut Fasya.


" boleh tuh yah. kebetulan ada film bagus untuk semua umur jadi Caca sama Fasya bisa nonton."


" boleh " jawab mas Tama


" wow... kalian yang senang mama yang khawatir nih kayanya."


" nggak apa-apa mah siapa tahu Caca dapat adik." celetuk Devan.


" good boy." balas mas Tama sambil memberikan jempolnya.


" apa Caca mau punya adik, betul mah." tanya caca polos.


" nggak usah dengerin Abang kamu."


" tapi Caca mau punya adik."


" udah tuh yah gas udah dapat lampu hijau dari Caca." timpal Devin.

__ADS_1


" nggak ya. udah ayo jadi nonton gak kalau nggak jadi kita pulang aja."


" jadi lah jawab mereka serempak."


akhirnya mereka pun pergi ke bioskop setelah membeli tiket dan juga membeli camilan kami pun masuk ke dalam bioskop.


selama film di putar semua fokus menonton hanya satu orang di pertengahan film Ara melihat anak bungsunya yang duduk dengan Freya tertidur. kebetulan mereka duduk di samping bangku Ara dan mas tama. beruntung mereka memesan bioskop yang velvet class jadi nyaman karena pakai sofabed.


" mas lihat anak bungsu kamu orang lagi nonton dia malah tidur." bisik Ara.


mas Tama pun langsung menengok ke tempat anaknya duduk dan benar saja anaknya tertidur.


" kayanya kekenyangan deh." balas mas Tama.


selesai menonton mas Tama langsung mengendong putrinya.


" ya kita mau beli crêpes dulu ayah sama mama duluan aja toh kita bawa mobil sendiri." ucap Devin.


" ayah mau?." tanya Ara.


" boleh yang biasa kamu beli."


" bang mama mau yang beef burger nya dua, sama banana choco cheese."


" Caca mau ?." ujar Caca yang langsung bangun dari tidur.


" mau apa.?" tanya Devan.


" tuna pizza, choco cheese sama Nutella cheese."


" Fasya mau apa?." tanya Devan ke Fasya.


" blueberry cheese cream aja."


" oh ya udah."


" kita duluan ya bang, jangan ngebut bawa mobilnya hati-hati."


" iya mah."


Ara, mas Tama, Fasya dan Caca pun langsung menuju parkiran dan pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2