
mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan rumah om Lukman.
" Oma itu kan rumah kakek sama nenek. kita mau ketemu kakek sama nenek." ucap Devan.
" nggak sayang kita mau ke rumah temannya opa di sini." tunjuk mami." lagi pula kakek dan nenek kan di Bandung nggak ada di sini." ucap mami.
" oh iya lupa." ucap Devan.
" sudah-sudah ayo kita turun." ucap papi.
mereka pun turun dari mobil, papi Anthony menekan bell rumah. tak lama pria paruh baya keluar.
" eh...pak Anthony mau ketemu bapak." ujar pria tersebut sambil membukakan pintu gerbang.
" iya mang, bapak ada kan."
" ada pak lagi kumpul di teras samping. mau tunggu di ruang tamu atau mau langsung ke teras samping."
" memang ada siapa?" tanya papi Anthony.
" nggak ada siapa-siapa. lagi ngobrol sama anak-anaknya."
" kita ke teras samping aja kalau gitu." ucap papi Anthony.
mereka pun di antar ke teras samping.
" assalamualaikum."
" walaikum salam." jawab mereka.
" hai man gimana sudah sehat." ucap papi Anthony memeluk sahabatnya.
" Alhamdulillah sehat."
__ADS_1
" apa kabar jeng Widya." sapa mami Sherly.
" baik jeng, ayo duduk."
mereka pun duduk.
" wah ada apa nih kemari." ucap om Lukman.
" mau jenguk Loe lah udah lama gak ketemu." ucap papi.
" Alhamdulillah berkat doa Loe juga gue bisa sehat dan kembali ke sini lagi." ucap om Lukman.
" eh tam, gimana kabarnya?." tanya papi ke Tama.
" sehat om."
" langit sama Anggi gimana kabarnya?"
" langit sehat om. om sama Tante sehat-sehat juga kan."
" nggak om, anak-anak sekolah."
" Anggi sudah berapa bulan kandungannya."
" sudah bulannya om."
" wah dikit lagi nambah cucu nih."
" ini anaknya Ara ya jeng." ucap Tante Widya.
" iya betul. tadi jemput mereka sekolah dulu baru ke sini. ayo Devan, Devin Salim." Devan dan Devin pun mencium tangan semua yang ada di sana.
" namanya siapa?" tanya Tante Widya.
__ADS_1
" aku Devan, kakaknya Devin."
" aku Devin, adiknya kak Devan."
semua yang ada di sana gemas melihat tingkah lucu mereka berdua.
" jadi Ara tinggal sama kamu ton." ucap om Lukman.
" iya, kan Gilang di Bandung jadi mereka tinggal sama aku." ucap papa Anthony.
" ton, kami sekeluarga minta maaf atas semua kelakuan jahat Nadia Sama kamu sekeluarga." ucap om Lukman.
" sudahlah man, lupakan semua yang sudah berlalu. kami sekeluarga dan terutama Ara sudah memaafkan Nadia dan kita semua sudah menutup rapat semua lembar tersebut. dan tak akan pernah lagi membukanya. jadi jangan pernah merasa bersalah lagi." ucap Anthony menepuk-nepuk punggung sahabatnya.
" makasih ya."
" sama-sama."
" oh iya di halaman belakang ada ayunan loh mau main ayunan gak." ucap Tante Widya.
" gak..." Devan binggung mau panggil apa.
" panggil aja Mbah uti." ucap Tante Widya. "kalau ini panggilnya Mbah kung." tunjuk Tante Widya ke suaminya.
" gak Mbah uti kita mau makan jajanan kita aja. tadi kita sudah main di sekolah capek." ucap Devan sambil memperlihatkan bahwa dirinya lelah.
semua tertawa melihat tingkahnya.
" iya deh." ujar Tante Widya.
mereka berdua pun langsung membuka kantong plastik jajanan mereka.
" kalau anaknya Farrel sudah berapa?." tanya om Lukman.
__ADS_1
" anaknya Farrel baru satu, anaknya perempuan." ucap papi Anthony.
dan mereka pun larut dalam obrolan.