Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
126.


__ADS_3

kak Kinan yang sudah geram melihat Kimi dia langsung menghampiri Kimi. kak Kinan menampar bolak balik pipi Kimi.


" kamu kalau nggak ada kami, kamu sudah di pastikan sudah jadi gembel sejak dulu. kami ikhlas merawat kamu seperti adik kami sendiri tapi ini balasan kami pada kami yang sudah baik sama kamu." teriak kak Kinan.


" aku nggak meminta itu." ucap Kimi arogan padahal sudah pasti dia akan kembali lagi ke penjara.


" iya kami sudah bodoh menjalankan amanat mama kamu dan Natalie. dan kami juga jadi idiot masih berharap kamu bakal berubah setelah keluar dari penjara."


" kenapa kalian bisa tahu kalau aku di penjara." ucap Kimi kaget ternyata mereka tahu kalau dirinya baru keluar penjara.


" siapa yang nggak tahu kamu seseorang yang menjajakan tubuhnya untuk uang dan siapa yang tidak tahu kamu menyimpan dua pria paruh baya hanya untuk pe***as na**su kamu." senyum puas kak kinan.


setelah kak Kinan menampar Kimi kini giliran mami yang menampar pipi Kimi.


" saya sangat bersyukur karena Allah sudah berbaik hati dengan anak saya yang tidak menjadikan kamu sebagai pendamping hidup. karena sampah pada akhirnya akan cocok dengan sampah tong sampah."


bang Faris menghampiri Kimi bersama istrinya dia menggenggam erat tangan istrinya. " oh iya terima kasih karena dulu kamu menolak saya. Allah membuang batu kerikil dan mengantikan batu permata untuk saya."


nggak lama polisi pun datang Kimi langsung di giring ke kantin polisi. semua ikut keluar rumah melihat Kimi di bawa. setelah Kimi di bawa ada satu perempuan yang mengendong anak sekitar satu tahun.


" maaf semuanya saya mau tanya perempuan tadi mau dia bawa kemana?."


" dia mau di bawa ke kantor polisi karena berusaha membunuh orang."


" astaghfirullahaladzim." teriak wanita itu kaget.


" maaf kalau boleh tahu kamu siapa?."


" saya bila supir taksi online yang mengantar wanita itu bersama anaknya." ucap wanita tersebut sambil menyodorkan ponsel agar semua di sama tidak salah paham.


" jadi dia naik taksi mbaknya." tanya mami.


" iya Bu, dia memesan taksi saya dan minta di antar ke sini. dia meminta saya menunggu dan dia juga menitipkan anaknya ke saya. dia bilang kalau dia cuma sebentar di dalam. tapi ternyata dia malah di bawa polisi terus anak ini gimana?." tanya wanita itu binggung.


setelah rembukan akhirnya mengizinkan anak tersebut tinggal dengan mereka. mereka kasih dengan anak tersebut.

__ADS_1


langit mengendari mobil nya dengan kecepatan tinggi beruntung jalan tidak macet jadi mereka tak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke rumah sakit. mas Tama langsung menggendong Ara menuju IGD.


" sus tolong istri saya dia kena luka tembak." teriak mas Tama panik.


" oh iya silahkan pak, tidurkan istri bapak di sini. saya akan memanggil dokter dulu."


tak lama dokter pun datang.


" permisi ya pak saya periksa dulu."


" gimana dok?." tanya mas Tama.


" tak perlu khawatir sepertinya peluru nya tak begitu dalam jadi saya akan melakukan operasi kecil untuk mengeluarkan peluru nya.'


" lakukan lah dok, kalau itu yang terbaik."


" baiklah pak."


setelah dokter berkoordinasi dengan perawat Ara pun di bawa ke sebuah rungan. dokter mulai melaju operasi kecil mengeluarkan peluru dengan cepat. setelah berhasil mengeluarkan peluru dokter keluar."


" tidak ada yang mengkhawatirkan, pelurunya sudah di ambil. hanya saat ini pasien sedang transfusi darah. setelah transfusi darah pasien sudah di perbolehkan pulang."


" boleh saya bertemu istri saya."


" oh iya.silahkan."


" ayah, mama nggak apa-apa kan." ucap Devan dan Devin bersaman dengan sendu.


" Devin takut mama ninggalin Devin kaya papa." ucap Devin lirih sambil menghapus air matanya yang menetes.


Devan dan Devin kembali mengingat kejadian dulu walaupun saat dulu mereka masih kecil tapi dia tahu kalau papanya meninggal di tembak penjahat yang menculik mereka. dan papa tertembak karena menyelamatkan mama.


mas Tama tau kedua putranya sedang ketakutan mereka takut kehilangan mamanya. mas Tama berjongkok menyamai tinggi putranya.


" sayang kalian nggak usah takut mama baik-baik saja. luka tembak di lengan mama tidak akan membuat kita kehilangan mama.' ucap mas Tama memenangkan mereka.

__ADS_1


" ayah nggak lagi bohong kan." tanya Devin pelan


" kalian tidak dengar dokter bilang mama sudah di perbolehkan pulang. berarti mama nggak apa-apa, ayo kita masuk lihat mama tapi hapus air mata kalian." kedua bocah tersebut langsung menghapus air matanya. mas Tama langsung mengandeng mereka masuk ke tempat Ara.


ceklek


pintu terbuka mas Tama masuk di susul si kembar dan langit juga bagus. Ara yang melihat suami dan anak yang sangat dia cintai senyum Ara langsung mengembang.


mas Tama menghampiri Ara,


' gimana sayang ada yang sakit?." tanya mas Tama sambil mencium kening Ara.


" ga ada mas aku baik-baik saja. Devan sama Devin nggak mau peluk mama."


Devan dan Devin langsung mendekat, beruntung Devan dan Devin termasuk anak yang tinggi di banding anak lainnya. jadi nggak peluk naik ke tempat tidur untuk memeluk mamanya.


" Devan, Devin jangan sedih mama baik-baik saja. ayo ingat kata ayah jagoan tak boleh cengeng." kedua anaknya mengangguk.


dua jam kemudian Ara pun di perbolehkan pulang dia juga masih harus sering control ke rumah sakit. sampai rumah semua menyambut Ara dengan bahagia. Ara ikut duduk di ruang keluarga bersama mereka. saat Ara duduk Fasya langsung mendekat ke ara dan memeluk erat mamanya.


" Oma itu siapa yang sama Oma." ucapan Devan sontak membuat Ara , mas Tama, Devin, langit dan bagus baru menyadari bahwa ada sosok bayi kecil Kira-kira berusia satu tahun lebih di pangkuan maminya.


" ayo Devan, Devin, Fasya dan yang lainnya ayo mandi sudah sore." ucap bang farel menyuruh para krucil-krucil mandi dengan para pengasuh mereka.


setelah anak-anak pergi mami pun menjelaskan..


" jadi begini. setelah kamu di larikan ke rumah sakit dan Kimi di bawa ke kantor polisi. ada perempuan menghampiri kami dia menanyakan Kimi mau di bawa kemana setelah di jelaskan wanita itu binggung karena Kimi meninggalkan anaknya dengan wanita tersebut di mobil karena kasihan mami biar kan tinggal dulu sama kita."


" iya mi, bagaimana pun anak itu tidak salah tapi orang tuanya yang salah. jadi mau di bawa ke rumah mami atau di sini."


" di rumah mami aja sayang nanti biar bi darti yang jagain."


" oh ya udah nanti baju pakai punya Fasya aja. terus susunya dia."


" di dalam tasnya ada susunya dan tadi mami sudah nyuruh bibi untuk beli susunya satu kotak dan juga pampersnya."

__ADS_1


__ADS_2