
" bang udah kerjanya, wah mama kamu mesti gaji kamu berapa tuh?." ledek bang farel.
" di gaji gede om." sahut Fasya.
" iya nanti mama gaji kamu sebulan tiga puluh hari." ucap Ara sambil tertawa.
nggak lama makanan mereka datang dan mereka pun makan dengan lahap. selesai makan mas Tama, bang farel, om Andi dan om Januar kembali ke batalyon. sedangkan Ara meneruskan pekerjaannya, sebelumnya Ara mengajarkan Fasya untuk memeriksa laporan penyediaan barang karena dia bilang mau bantu lagi di depan jadi Ara akhirnya menyuruh dia untuk memeriksa laporan. Caca jangan di tanya dia malah sibuk memainkan ponselnya sambil tiduran di sofa.
sore ini Ara, mas Tama, Fasya, Caca, bintang dan juga Freya pergi ke Magelang menghadirkan wisuda Abang kembar. pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat di Yogyakarta. saat ini mereka sedang menunggu bagasi.
" sudah semua bang." tanya mas Tama ke Fasya.
" sudah yah."
" ya udah ayo kita keluar. jemputan kita sudah menunggu." ucap mas Tama.
kami pun keluar bandara dan benar, jemput sudah menunggu. setelah memasuki barang-barang ke dalam mobil. mereka pun di antar ke tempat hotel yang sudah di siapkan.
__ADS_1
" ayah mampir makan dulu Caca lapar." ucap Caca.
" pakde Harjo bisa mampir makan dulu ' ucap mas Tama.
" bisa mas, mau makan apa?." tanya pakde Harjo supir hotel.
mereka akan menginap di Wijaya hotel, hotel milih orang tua mas Tama.
" caca mau makan gudeg ayah." ucap Caca.
" ya udah pakde cari tempat makan gudeg."
akhirnya kami makan gudeg sesuai keinginan Caca. setelah makan kami pun langsung menuju hotel untuk beristirahat.
" Abang fasya nggak apa-apa sendirian." tanya Ara.
" nggak apa-apa bin. kan nanti bang nathan bakal datang jadi nanti Abang tidur sama bang Nathan." ucap Fasya.
__ADS_1
Freya dan Jonathan sampai saat ini juga awet masih pacaran walaupun mereka harus LDR-an. Jonathan memilih untuk kuliah di Australia dan baru kembali Dua bulan yang lalu dan langsung di suruh orang tuanya bergabung di perusahaan papinya Jonathan. saat ini Jonathan sedang ada tugas kantor ke Surabaya makanya dia akan menyusul menemui Freya dan juga menghadiri wisuda Sahabatnya.
" ya udah kalian istirahat besok baru kita jalan-jalan." ucap Ara.
di dalam kamar Ara langsung membereskan pakaiannya. lalu Ara langsung masuk kamar mandi untuk bersih-bersih. setelah Ara selesai giliran mas Tama yang masuk ke dalam kamar mandi. selesai mandi mas Tama menyusul Ara naik ketempat tidur.
" kenapa belum tidur?." tanya mas Tama.
" mas beneran nggak tahu nanti Devan dan Devin tugas dimana?." ucap Ara yang sedih karena setelah Lulus Devan dan Devin akan di tempat tugaskan.
" mas nggak tahu sayang, kenapa emangnya?."
" nggak aku takut mereka di tempatkan di tempat yang jauh."
" sayang ada apa sih sama kamu, sudah hampir tujuh belas tahun kamu mendampingi mas. dan kamu sendiri kan tahu sebagai seorang prajurit harus siap di tempatkan dimana pun. jadi jangan kamu pikirin lebih baik kamu mendoakan Devan dan Devin selalu baik dalam lindungan yang maha kuasa" ujar mas Tama.
" tapi tetap aja mas."
__ADS_1
" iya mas mengerti kamu khawatir tapi kita nggak boleh egois biarkan mereka menggapai cita-citanya. apalagi kamu tahu Dafa menginginkan salah satu anaknya bisa menjadi penerus kakeknya. udah Sekarang lebih baik kita tidur." ajak mas Tama.
akhirnya Ara pun memutuskan untuk tidur.