Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
77


__ADS_3

Ara yang mendengar pernyataan mas Tama, jantungnya berdetak kencang. Ara binggung harus bagaimana.


" Ra, kalau kamu belum siap lupain aja." ujar Tama yang hendak menyalahkan mobil.


" mas, maksud Ara bukan begitu." Tama pun kembali mengubah duduknya jadi menghadap Ara." mas kan tahu Ara seorang janda dan sudah punya 2 anak. sedangkan mas masih perjaka apa mas gak malu."


Tama pun langsung menggenggam tangan Ara." mau janda atau bukan kalau mas itu jodoh kamu nggak akan bisa nolak. dengerin mas, mas janji akan menjaga dan menyayangi kamu dan juga anak-anak kamu seperti anak aku sendiri. aku kemarin sudah kenal dengan Devan tinggal anak kamu satunya lagi. jadi mas mohon kasih mas kepercayaan buat menjaga kamu dan anak-anak kamu." ucap Tama sedikit memohon.


" bismillahirrahmanirrahim, kalau mas sudah yakin. Ara siap menikah dengan mas." ucap Ara.


" makasih." ucap Tama menciumi tangan Ara.


hari ini mas Tama dan keluarganya datang ke rumah.


' assalamu'alaikum"


" walaikum salam, ayo masuk ."


rombongan mas Tama pun masuk.


" silahkan duduk dulu." " Audrey coba kamu panggil Ara ."


" iya mih," Audrey pun memanggil Ara.


tok...tok...


" Ra, keluarga Tama sudah datang ayo turun."

__ADS_1


aku pun turun bersama kak Audrey berjalan ke ruang tamu.


" sini nak duduk di sini." mami menyuruh ku duduk di sampingnya.


" karena nak Ara sudah di sini gimana kalau kita langsung saja." ujar om Lukman.


" silahkan." ujar papi.


" begini maksud kedatangan kami kesini selain ingin bersilaturahmi ke keluarga besar bapak Anthony putra Mahesa. tapi kedatangan kami kesini ingin melamar adinda Ara untuk putra kami Tama. bagaimana apakah lamaran kami di terima." ucap om lukman.


" sebelumnya terima kasih karena keluarga besar bapak Lukman Wijaya berkenan datang ke rumah kami. soal lamaran karena anak kami sudah dewasa biarlah dia sendiri yang jawab." ucap papi


" ayo Tama langsung utarakan ke ara.' ucap om lukman.


" assalamualaikum, bismillahirrahmanirrahim. Ara, mas mungkin bukan lelaki yang sempurna tapi mas insyaallah bisa menjaga dan menyayangi kamu dan juga anak-anak kamu. Naura ghayda Az-Zahra Mahesa mau kah kau menikah dengan ku."


" ayo nak di jawab lamarannya nak Tama." ujar mami


Ara menarik napas sebelum menjawab menghilangkan rasa gugupnya.


" bismillahirrahmanirrahim...iya Ara menerapkan lamaran mas Tama."


" Alhamdulillah." ucap semua yang ada di situ serempak.


" ayo Tama di pasang cincin nya." ucap Tante Widya.


kami pun saling memasangkan cincin.

__ADS_1


" ya sudah sekarang kita bicarakan nikahnya mau di adakan kapan?" ucap papi.


" maaf om, rencana Tama Senin depan Tama mau masukin untuk pengajuan nikah kantor setelah itu langsung nikahnya.' ujar Tama.


" wah kayanya ada yang sudah nggak sabaran nih. lebih cepat lebih baik." ujar papi.


" makasih om."


" jangan panggil om, panggil papi sama mami sama seperti Ara."


" baik Pi."


" oh iya sampai lupa, Audrey coba panggil Devan dan Devin mereka harus kenal Tama." ujar papi.


Audrey pun memanggil Devan dan Devin. Devan yang begitu sampai ruang tamu dan melihat Tama dia langsung berlari memeluk Tama.


" om Tama." semua yang ada di sana tersenyum melihat Devan dekat dengan Tama.


" ayo Devan, Devin Salim sama yang lain."


ujar mami.


Devan dan Devin mencium tangan semua keluarga Tama.


" om.. om kan yang nolong Abang Devan dan juga yang beliin Devin MC Donald. makasih ya om.


" sama- sama sayang."

__ADS_1


__ADS_2