
Ara tampak senang karena saat ini keluarganya bisa berkumpul di rumahnya. walaupun adiknya mas Tama dan kimi tidak bisa datang tapi Ara cukup senang dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya.
selesai masak kami pun memutuskan untuk makan siang di halaman belakang dengan menggelar tikar. para pria sedang mengelar tikar sedang yang perempuan membawa makanan ke halaman belakang.
" Devan, Devin mau di suapin mama atau bi sari." tanya Ara.
" no mama Devan mau makan sendiri." sahut Devan.
" iya Devin juga, kan kita sudah jadi Abang harus makan sendiri nggak boleh di suapin."
" good boy's" ucap mas Tama mengacungkan jempolnya.
" Freya juga mau makan sendiri biar cepat jadi kakak." celoteh Freya.
" wah bang farel kode tuh." ledek Ara.
__ADS_1
" tenang aja on proses."
" on proses terus tapi nggak jadi-jadi." ucap mas Tama
" wah sombongnya, mentang-mentang langsung tokcer belagu."
semua orang tertawa karena melihat tingkah mas Tama dan bang farrel. kami menikmati makan siang walaupun dengan lauk yang sederhana tapi kebersamaan yang luar biasa.
" dek, Abang boleh bicara sebentar gak? tapi berdua aja." ucap bang Faris menghampiri Ara yang sedang bermain dengan Devan, Devin dan Freya.
" mau ngomong apa bang?." tanya Ara.
" ada apa bang?." tanya Ara ketika mereka sudah duduk di kursi panjang.
" dek kalau menurut kamu Kimi gimana?." Ara mengeyitkan keningnya saat bang Faris bertanya tentang Kimi.
__ADS_1
" nggak Abang cuma mau tahu aja." bang Faris seperti tahu adiknya sedang heran dengan apa yang dia tanyain.
" apa yang mau Abang tahu tentang Kimi." ucap Ara.
" semuanya dek. gimana bisa kamu kenal Kimi."
" seperti yang abang sebelumnya aku mengenal Natalie teman sekaligus sahabat pertama yang aku punya saat aku menginjakkan kaki di London. Natalie mengenalkan aku kepada mama dan juga adiknya. dan kebetulan mamanya Natalie kerja di cafe kak Kinan kakaknya Dafa. dan dari kak Kinan aku baru tahu kalau dulu Kimi dan keluarganya hidup berkecukupan sampai kecelakaan yang membuat ayahnya meninggal dunia. seminggu setelah ayahnya meninggal dunia Natalie, mamanya dan juga Kimi di usir dari rumahnya oleh keluarga ayahnya dan semua harta ayahnya di ambil oleh mereka. saat itu mamanya kebingungan karena saat itu mereka tak punya uang untuk sewa rumah. disaat sedang binggung mau tinggal dimana mereka bertemu kak Kinan yang saat itu hampir pingsan di jalan setelah ngobrol akhirnya kak Kinan Ngasih kerjaan dan juga tempat tinggal."
" terus kenapa Kimi bisa ikut kamu dan kamu bilang Kimi adik angkat kamu." potong bang Faris.
Ara mengambil napas dan menghembuskan berlahan. " ternyata keluarga ayahnya Kimi tidak bisa mengambil harta ayahnya Kimi karena masih ada istri dan anaknya makanya keluarga ayahnya Kimi melakukan sesuatu dengan membuat mereka meninggal karena kecelakaan. sebelum meninggal mamanya dan Natalie berpesan untuk rawat Kimi dan sembunyikan identitas Kimi. beruntung pemilik rumah sakit tersebut sahabat ayahnya dan tahu masalah yang menimpahnya kami berkerjasama membuat seolah semua ikut meninggal dalam kecelakaan itu.dan mereka percaya dengan melihat tiga peti dan mereka juga tidak tahu di dalam peti Kimi bukan jenazah Kimi melainkan orang lain."
" trus apa yang terjadi dengan Kimi."
"dalam kecelakaan itu Kimi tidak terluka cukup parah di wajah akhirnya kami memutuskan untuk operasi seizin Kimi dengan begitu keluarga ayahnya tak mengenali. dan setelah sembuh Kimi ikut tinggal bersama kami."
__ADS_1
" Kimi tahu."
" tahu dan dia benar-benar nggak mau tahu ataupun ketemu keluarga ayahnya. kenapa bang Abang suka sama Kimi." tanya Ara.