
sampai bandara kami pun pamit sama mas bian.
" mas kami pamit ya?" ucap Dafa.
" iya, Devan Davin jangan rewel ya di pesawat kasihan mama." ucap mas bian ke si kembar.
" ciap om, Tami dak akan akal." ucap Devan dan di anggukin oleh Devin.
" ya udah kita masuk dulu ya mas " ucap Dafa.
" ayo Devan Devin Salim dulu sama om bian." ucap Ara.
bocah kembar itu pun menuruti perintah mamanya.
mereka pun masuk kedalam pesawat tak lama pesawat pun take off.
setelah menempuh perjalanan berjam-jam akhirnya mereka pun sampai di bandara Soekarno Hatta. mereka sampai Jakarta sore hari .
" udah Ampe ma?" tanya Devan
" iya sayang. yuk " Ara pun menuntun kedua anak kembarnya keluar pesawat sedangkan Dafa membawa koper kecil.
" by, nanti siapa yang jemput?." tanya Ara ketika mereka keluar bandara.
" belum tahu sayang." ucap Dafa.
" by itu bukan mang Supri." tunjuk Ara ke supir keluarga Dafa.
" oh iya, yuk kita samperin.' ucap Dafa.
" mang Supri.." panggil Dafa.
__ADS_1
" eh..., den Dafa sudah lama gak ketemu. gimana den sehat." ucap mang Supri.
" Alhamdulillah sehat mang." jawab Dafa.
" mang Supri sehat mang." ucap Ara.
" Alhamdulillah sehat neng Ara. ini anak den Dafa sama neng Ara." tunjuk mang Supri.
" iya mang, ayo sayang Salim dulu sama mang Supri." ucap Ara.
si kembar pun mencium tangan mang Supri.
" mereka bisa bahasa Indonesia neng.' tanya mang Supri.
" bisa ati mang." ucap Ara.
" hallo kasep namanya siapa?" tanya mang Supri.
" Evan sama Evin ya." ucap mang Supri.
" namanya Devan sama Devin mang, maklum masih cadel." ucap Ara.
" ya udah, ayo den kita ke mobil. sini biar mang Supri yang bawa." ucap mang Supri.
" Jakarta nggak pernah berubah ya mang masih macet aja." ucap Dafa ketika mobil yang kami tumpangi berada di jalanan ibu kota.
" ya begitulah den." ucap mang Supri.
" kirain yang jemput mama sama papa mang?" tanya Ara.
" oh iya mamang lupa bilang eyang Satrio di larikan ke rumah sakit tadi pagi jadi ibu sama bapak berangkat ke bandung" ucap mang Supri.
__ADS_1
eyang Satrio prawira adalah ayahnya papa Gilang dan kakeknya Dafa.
" sakit apa mang?" tanya Dafa.
" belum tahu den." ucap mang Supri.
" telpon mama atau papa, by." ucap Ara
Dafa pun langsung menelpon sang mama.
mama :. hallo sayang sudah sampai nak.
Dafa. : lagi di jalan ma, eyang sakit ma.
mama. : iya bisa eyang kamu kan sudah tua.
papa. : hallo Daf , bisa langsung ke bandung.bawa sekalian Anak dan istrimu. eyang mau ketemu kalian. papa juga sudah menelpon Kinan tadi siang malam ini kakakmu akan berangkat ke sini.
Dafa. : iya pa
sambungan telpon pun di matikan.
" mang kita langsung ke Bandung." ucap Dafa.
" baik den."
" sayang kamu nggak apa-apa kan kita ke Bandung dulu " ucap Dafa.
" gak apa-apa kok, aku juga mau lihat keadaan eyang." ucap Ara.
mobil pun menuju Bandung. di tengah perjalanan mereka pun berhenti di rest area membeli makanan dan jajanan untuk si kembar. setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
hampir tiga jam perjalanan karena sedikit macet akhirnya mereka pun sampai Bandung dan langsung menuju rumah sakit.