Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
18. kenyataan


__ADS_3

Hari pun cepat berlalu, bang Faris juga sudah pulang dari bulan madu. Awalnya Ara mau keluar tapi dia urungkan. Ara hanya mengintip dari celah pintu kamar. bang Faris mengajak kakak iparnya melihat kamar yang dulu di tempati Ara. Ara melihat kakak iparnya terlihat sangat senang akhirnya keinginannya akan kamar Ara tercapai.


setelah mereka masuk kamar, Ara pun bergegas keluar kamar dengan buru-buru dia malas bertemu dengan orang rumah. Ara akhirnya pergi les tanpa pamit dengan orang rumah.. sepanjang perjalanan Ara terus saja mengoceh melampiaskan kekesalannya.


sampai tempat les Ara pun di panggil oleh miss Jenny.


" Ara bisa ikut Miss ke ruangan Miss dulu." ucap Miss jenny.


Ara pun mengikuti Miss jenny


" silahkan duduk Ara." Ara pun duduk di kursi depan mejanya Miss jenny.


" langsung aja ya Ara, begini pengajuan beasiswa kamu sudah di setujui dan di tunggu konfirmasi nya Minggu ini. kamu jadi kan mau ngambil beasiswa ini." terang Miss jenny.


" iya Miss, itu impian saya." ucap Ara yakin.


" ya udah ini berkasnya dan segera di isi dan di tandatangani biar cepat diurus." kata Miss jenny.


" baik Miss kalau begitu saya permisi." pamit Ara.

__ADS_1


pukul delapan malam Ara sampai di rumah ternyata di ruang keluarga ada semuanya sedang ngobrol.


" assalamualaikum."


" walaikum salam." jawab mereka serempak.


" wah adek Abang sibuk banget mau ujian. nih Abang bawain oleh-oleh." ucap Faris.


" makasih bang." ucap Ara sambil tersenyum paksa.


" oh iya Pi, adek dapat beasiswa ke Inggris." ucap Ara mengeluarkan berkasnya lalu ia taruh di meja tepat depan papinya. " harus di tandatangani secepatnya batasnya hanya seminggu." ucap Ara lagi sambil memberikan pulpen ke pada papinya. tapi sang papi hanya diam saja tak menghiraukan Ara.


" Pi, ditandatangani." ujar Ara yang melihat sang papi tidak menanggapi sama sekali.


" papi nggak akan tanda tangan." ucap papi tegas.


" papi.." ucap Ara kesal.


" nanti kamu tanya nak Dafa anak om Gilang. ngizinin ga?" ucap papi.

__ADS_1


" kenapa harus tanya Dafa kan Ara anak papi bukan anaknya Dafa." ucap Ara bingung.


" ya karena Dafa calon suami kamu. papi menjodohkan kamu dengan Dafa." ucap papi


" jadi malam Minggu keluarga Dafa akan datang kemari untuk melamar kamu. dan setelah lulus kalian menikah." ucap papi lagi.


Ara bagai tersambar petir mendengar ucapan papinya. air mata nya langsung turun.


" papi apa-apaan sih, pokoknya Ara nggak mau nikah sama Dafa." ucap Ara mengambil berkas beasiswa nya dan langsung berlari ke kamar nya


Ara langsung masuk kamar dan menguncinya pintu kamarnya. Ara tidak habis pikir kenapa papinya bisa seenaknya menjodohkan dia.


tok...tok..tok


" dek buka pintunya dek." teriak bang farel dari luar kamar Ara.


" bang farrel pergi aja. adek gak mau diganggu, adek mau sendiri aja." teriak Ara dari dalam.


" tapi kita perlu bicara dek." teriak bang farel lagi.

__ADS_1


" bang ngerti gak sih kalau adek bilang gak mau ya gak mau. kenapa sih semua orang pada maksa." teriak Ara dengan keras dan penuh penekanan.


farel akhirnya hanya bisa pasrah sang adik benar-benar sedang kacau. sebenarnya iya bisa aja mendobrak pintu kamar. tapi dia takut adiknya malah membencinya.


__ADS_2