
Ara pun masuk ke kamar menidurkan kedua putranya. setelah itu pun dia ikut terlelap tidur.
Ara yang sedang duduk di bawah pohon yang begitu rindang. Ara sangat menikmati hembusan angin yang sangat sejuk.
" sayang...."
Ara yang dipanggil langsung menengok ke samping. ternyata berdiri sosok pria yang sangat dia cintai. Ara pun langsung berlari memeluk Dafa.
" sayang jangan seperti ini, aku sakit melihat kamu terpuruk. kamu lihat di sana." ucap Dafa.
pandangan mata Ara pun langsung mengikuti arah yang di tunjuk Dafa. di sana ada dua putranya yang sedang bermain dan tertawa lepas. tapi tidak hanya mereka saja ada sosok pria dewasa berpakaian putih sedang bermain dengan kedua putranya. namun sayang sosok tersebut berdiri membelakangi Ara jadi Ara tidak bisa melihat wajahnya.
" sayang jangan buat tawa dan kebahagiaan mereka hilang. buat mereka terus seperti itu jangan buat mereka bersedih. kalau kamu tidak sanggup sosok pria itu yang akan membantu kamu. kamu sosok ibu terbaik bagi mereka karena kalau kamu lemah mereka juga akan lemah. kamu bisa kan melakukan itu, berjanjilah sayang." ucap Dafa.
__ADS_1
Ara hanya mengangguk.
" ya sudah aku harus pergi jaga diri kamu dan juga anak-anak kita. aku selalu menyayangi kalian....aku pergi ya." Dafa melepas pelukannya dan perlahan pergi menjauh menuju sebuah cahaya terang Dafa terus berjalan mendekati cahaya tersebut. Dafa berbalik dan tersenyum setelah itu Dafa menghilang bersama cahaya itu.
Ara pun terbangun dari tidurnya.
" astaghfirullah ...., cuma mimpi tapi kenapa seperti nyata." gumam Ara, Ara pun teringat pesan Dafa untuk menjaga buah hatinya.
Ara pun langsung memeluk kedua buah hatinya yang sedang terlelap. Ara bergantian menciumi mereka ada perasaan bersalah karena semenjak kepergian Dafa dia tidak memperhatikan mereka. padahal mereka juga korban, harusnya dia sebagai ibu lebih memperhatikannya.
selepas Shalat subuh Ara memutuskan untuk ke dapur membantu mama mertuanya masak. sampai dapur tidak hanya mama saja tapi juga ada kedua kakak iparnya dan juga Kimi.
" pagi semua." sapa Ara.
__ADS_1
semua yang berada di kaget sekaligus bahagia terlihat Ara sudah kembali dan tidak terpuruk lagi. biasanya Ara akan turun untuk menyuapi anaknya setelah itu dia akan mengurung diri di kamar.
" pagi juga, sini sayang kamu perlu sesuatu." ucap mama Desy tersenyum ramah.
" gak mah, Ara mau bantu buat sarapan. maaf ya mah, kak kemarin Ara buat kalian khawatir." ucap Ara.
" gak apa-apa sayang, sekarang mama senang kamu sudah bisa mengatasi kesedihan kamu. jangan merasa sendirian ada kami yang akan menemani mu mengurus Devan dan Devin sampai mereka sukses nanti. biar Dafa bisa tersenyum bangga di sana." ucap mama memeluk Ara dan kedua kakak iparnya pun ikut memeluk Ara.
" sudah...sudah kalau pelukan terus kaya gini. yang ada kita kena omel karena sarapannya gak jadi-jadi." ucap mama kami pun tertawa dan melepas pelukannya.
" ayo kita lanjut masak sebelum di demo." ucap kak Riani.
" iya..." timpal kak Kinan.
__ADS_1
mereka pun sibuk bergotong royong membuat sarapan pagi ini. Setelah selesai masak dan makanan sudah tersaji di meja makan. barulah memanggil anggota keluarga yang lainnya untuk sarapan.