Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
64.


__ADS_3

"sudah ya Bang semua ini sudah takdir dari Allah SWT. adek ikhlas menerimanya ,biar Abang nggak terus-terusan bersalah. sebagai permintaan maafnya adek minta Abang bantu Ara mengurus anak-anak adek sama Dafa agar adek bisa membesarkan mereka.'' ucap Ara.


" tapi Abang gak bisa maafin diri Abang dek sudah buat keluarga kita seperti ini. " Ara melihat abangnya sangat merasa amat bersalah.


" terpenting saat ini kita sudah bisa berkumpul lagi. emang Abang gak mau main sama keponakan-keponakan Abang. Abang sudah ketemu sama anak-anak Ara bang." ucap Ara merangkul lengan bang Faris.


" sudah, anak kamu lucu-lucu ." ucap bang Faris.


" bang Faris sudah ketemu bang farel." tanya Ara


" sudah, Farrel selalu menemani Abang mengurus semua ini agar cepat kelar. kalau surat cerai sudah beres setidaknya Abang tidak perlu bertemu dengan manusia iblis itu lagi. Abang nggak ngerti kenapa bisa Abang hidup berapa tahun dengannya.beruntung papi selalu menolak saat aku minta pengalihan perusahaan."


" sudahlah bang jangan di bahas lagi. kita buka lembaran baru." ucap Ara.


tak lama si kembar keluar kamar menghampiri Ara.


" mama" teriak mereka berlari ke arah Ara.


" ada apa sayang." ucap Ara memeluk ke dua putranya.

__ADS_1


" gak." ucap mereka.


" hallo sayang, mana yang Devan mana yang Devin uncle binggung." ucap bang Faris menyapa si kembar.


' atu Evan."


" atu Evin."


" besok uncle beliin mainan ya "


" hole...unya Ainan Balu." ucap mereka senang.


" bang Ara tidur dulu ya." pamit Ara bangun dari duduknya.


" uncle, iya bobo ulu ya? " ucap Devin.


" iya, dadah uncle." ucap devan sambil melambaikan tangannya ke uncle nya.


Ara dan kedua anak kembarnya pun masuk kamar.

__ADS_1


kini Ara sudah di meja makan bersama mami, papi dan bang Faris sedang menikmati sarapan pagi.


" mih, pih. kalau Ade sama anak-anak Ade tinggal di sini lagi boleh nggak. soalnya mama dan papa bakal sibuk di Bandung. kalau Ade di sana takut mama dan papa gak tenang ninggalin Ade sendiri. kalau Ade di sini kan mama sama papa bisa tenang. boleh kan Moh, pih." ucap Ara.


" ya Allah nak, kami semua di sini senang banget kamu mau tinggal di sini lagi. memang kapan mereka ke pergi ke bandingnya." tanya papi.


" hari Minggu pih." ucap Ara.


" ya sudah, anak-anak kamu mau tidur pisah atau sama kamu. kalau pisah biar papi suruh orang buat siapin kamar untuk mereka." ucap papi.


" mereka tidur sama Ade pih, tapi Ade minta kamar untuk pengasuh mereka."


" nanti mami bakal bilang ke bi Ijah siapin kamar untuk mereka." ucap mami.


" oh iya mih, hari ini Ade mau ke cafe anak-anak Ade nggak bawa Ade tinggal di sini dulu baru nanti sore Ade jemput." ucap Ara.


" oh.. dengan senang hati. hari ini mami bakal main sama cucu-cucu mami seharian." ucap mami dengan wajah yang sangat bahagia.


Setelah semua menyelesaikan sarapannya. papi sama bang Faris pergi ke kantor memulai aktivitasnya. sedangkan Ara selesai sarapan dia memastikan dulu bahwa anak-anaknya sudah mandi dan sarapan barulah dia berangkat menuju cafe.tapi sebelum pergi dia berpesan pada anaknya harus nurut pada Omanya.

__ADS_1


__ADS_2