
Dafa pun masuk kembali ke kamar melihat sang istri sedang duduk di tempat tidur sambil meringis.
" kenapa sayang?" tanya Dafa.
" gara-gara ulah kamu itu aku sakit susah jalan, perih rasanya."ucap Ara sambil memanyunkan bibirnya.
" mana sini aku mau lihat." ucap Dafa sambil menarik selimut Ara.
" apaan sih daf." ucap Ara sebal sambil memegang erat selimut nya.
" sayang gak usah malu orang aku udah liat semuanya." ucap Dafa santai sambil menaik turunkan alisnya menggoda Ara.
Ara yang sebel sama Dafa hanya bisa memanyunkan bibirnya.
cup
Ara langsung membulatkan matanya saat Dafa tiba-tiba menciumnya.
cup
Dafa menciumnya lagi dan sedikit ******* bibir Ara.
" Dafa." teriak Ara.
" morning kiss sayang."
" Dafa ihh.. nyebelin." ucap Ara
cup
__ADS_1
" ini karena kamu masih manggil aku dengan nama. ayo ganti." ucap Dafa.
cup
Dafa pun makin senang karena istrinya makin Cemberut.
cup..cup...cup...
" oke hubby stop ihh.. cium- cium melulu." ucap Ara
" sekali lagi sayang." pinta Dafa.
" hubby sayang sudah sana aku males dekat kamu mesum." ucap Ara sambil mendorong Dafa.
Dafa pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah mandi Dafa pun mengisi air di bath up untuk Ara mandi. Dafa keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk yang dililitkan di pinggang dan juga dengan rambut yang masih basah.
sedangkan Ara yang di gendong Dafa hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah karena malu. Dafa pun mendudukkan Ara di pinggir bathtub.
" yang kamu mandi dulu nanti kalau udah selesai panggil aku." ucap Dafa dan berlalu pergi karena dia tahu kalau saat ini istrinya sedang menahan malu.
sepeninggalan Ara pun masuk kedalam bathtub. 30 menit Ara berendam air hangat dia pun menyudahinya. Setelah mandi Ara pun memakai pakaiannya kaos oblong dan hot pants.
Dafa masuk kamar dengan membawa nampan berisikan sarapan untuk Ara.
" yang kok nggak manggil aku sih." ucap Dafa saat melihat istrinya sedang duduk di meja rias.
" by bawa apa? " tanya Ara saat Dafa menaruh nampan di atas nakas.
" sarapan buat kamu." ucap Dafa.
__ADS_1
" kenapa di bawa ke kamar? kan aku bisa sarapan di meja makan." ucap Ara.
" aku pikir kamu masih sakit.".
" gak aku gak sakit." ucap Ara.
" itu kamu masih sakit ga? sini aku periksa dulu" ucap Dafa menggoda ara
" udah mendingan sih." ucap Ara malu sambil menjauhi Dafa.
" berarti nanti habis sarapan kita main lagi ya." ucap Dafa yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Ara.
" di makan sarapannya sayang.!" ucap Dafa memberikan piring yang berisikan nasi goreng.
" yang udah kalau gak sakit berarti boleh dong nanti main lagi." ujar Dafa berbinar.
" by kan semalam udah." ucap Ara sambil mengunyah nasi gorengnya.
" padahal aku pengen lagi loh sayang satu ronde juga nggak apa-apa" ucap Dafa memelas.
" tapi by." ucap Ara menggantung.
" mumpung di rumah cuma kita berdua saja.'
" loh memang kak Kinan kemana by? tanya Ara binggung.
" kak Kinan sama Gavin ikut mas bian." ucap dafa.
setelah sarapan Ara dan Dafa pun memutuskan menonton tv lebih tepatnya menemani Dafa main PS.
__ADS_1