
Tama pun langsung menyematkan cincin ke jari manis Ara begitupun Ara menyematkan cincin di jari mas Tama. lalu Ara mencium tangan Tama dilanjutkan Tama mencium kening Ara. setelah itu mereka berdua pun menanda tangani buku nikah.
" selamat ya nak, papi titip anak dan cucu papi sayangi mereka. jangan buat mereka sedih, kalau kamu menyakiti atau sudah tidak mencintai putri papi kembalikan ke papi baik-baik seperti kamu memintanya ke papi." ucap papi Anthony.
" pasti Pi Tama akan menyayangi mereka ara adalah cinta pertama Tama pih. Tama sudah menunggu hari ini, Ara sudah memenuhi seluruh ruang hati Tama Pi."
" papi percaya karena seorang prajurit tidak akan ingkar."
" makasih Pi."
" selamat ya nak, mami titip Ara dan si kembar ya. sayangi dan cintai mereka cuma itu yang mami minta."
" pasti mih Tama pasti kan selalu menyayangi dan mencintai mereka."
" selamat ya nak, hormat dan nurut sama suami dan satu lagi ingat suami kamu seorang prajurit, dia itu milik negara jadi kamu harus ikhlas sewaktu-waktu Pertiwi memanggilnya.papi yakin kamu bisa."
" insyaallah pih, Ara siap."
" selamat ya nak semoga keluarga kamu sakinah,mawadah,warahmah. selalu nurut ya sama suami."
__ADS_1
" makasih mih."
" selamat ya nak, sekarang kamu sudah punya tanggung jawab jadilah suami dan ayah yang baik buat mereka. Devan dan Devin walaupun bukan darah daging kamu tapi papi minta sayangi mereka seperti darah daging kamu. suatu saat kamu punya anak dengan Ara papa harap porsi kasih sayangnya sama ke Devan dan Devin."
" pasti pah, Ara dan si kembar sekarang adalah harta paling berharga buat Tama pah jadi akan Tama jaga selalu."
" selamat ya nak, sayangi istri dan anakmu."
" makasih ma."
" selamat ya nak, kalau Tama menyakiti kamu bilang ke kami ya nak biar kami yang menegurnya. papa titip Tama ya."
" iya pah."
" iya ma, maksih."
setelah acara ijab Kabul di lanjutkan acara sungkeman para tamu pun menikmati hidangan yang di sediakan.
kini Ara sudah berada di kamar untuk istirahat. saat ini Ara sudah Mengganti kebaya yang tadi digunakan sekarang dia sedang duduk di meja rias menghapus make up nya. tak lama ada suara ketukan pintu.
__ADS_1
tok...tok...tok
" siapa?." tanya Ara.
" ini mas." suara Tama dari balik pintu.
" masuk aja mas gak di kunci."
Tama pun masuk kedalam kamar Ara, dia pertama kali memasuki kamar sang istri terlihat kamar yang bersih dan rapi. Tama menutup kembali pintu kamar Ara dan melihat Ara sedang duduk di meja rias.
" sayang sedang apa?" tanya Tama.
deg...
Ara sedikit kaget tapi dia berbunga-bunga karena mas Tama memanggilnya dengan sebutan sayang.
" oh ini mas lagi bersihin make up. mas mau istirahat."
" iya." Tama berjalan mendekati Ara yang duduk di meja rias. Tama memeluk Ara dari belakang.
__ADS_1
" terima kasih karena sudah bersedia menjadi istri dari Wiratama Adiyaksa Wijaya. mas minta kalau ada sifat atau sikap mas yang kamu tidak suka mas mohon kamu bilang ya biar mas bisa memperbaiki nya." bisik Tama di telinga Ara.
" iya mas." ucap Ara gugup karena jantungnya berdegup kencang tak beraturan.