Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
137.


__ADS_3

Devan menyuapi kue ke bintang.


" selamat ya Van, semoga sehat, panjang umur dan semoga apa yang di cita-citakan tercapai." ucap bintang setelah menerima suapan kue dari Devan.


" makasih, kok kamu ada di sini sih nggak bilang mau datang." tanya Devan sambil membawa bintang ke balkon atas.


" kamu belum jawab pertanyaan aku." tanya Devan


" yang mana?."


" kamu kenapa nggak bilang mau datang." ucap Devan sedikit kesal


" tadi siang kita semua udah pindah ke sini." ucap bintang cengengesan dia tahu pasti Devan bakal marah.


" oh bagus pada hal tadi aku telpon kamu nanyain jadi pindah kapan? terus kamu bohongin aku gitu." ucap Devan ketus.


" hehehe kan aku mau kasih surprise kamu, emang nggak boleh." ucap bintang lembut agar Devan tak marah di hari spesialnya


" bukannya nggak boleh tapi ngeselin tahu." yang masih terlihat kesal


" ya udah kalau kamu marah aku mau pulang aja ngepain aku di sini." ucap bintang langsung berbalik badan.


Devan yang melihat bintang berbalik badan langsung memegang tangan bintang.


" kamu tuh ya, kenapa jadi kamu yang marah?."


" ya habisnya kamu tuh dikasih surprise bukannya senang malah ngeselin gitu mukanya."


" iya...iya aku minta maaf, besok kita pergi ya berdua?".


' emang kamu nggak masuk' tanya bintang.


" besok itu Sabtu tahu sekolah libur."


" oh Sabtu libur ya soalnya di sekolahku yang lama masuk, emang kita mau kemana?."


" kamu maunya kemana?"


" aku kan nggak tahu tempat di sini."


" ya udah pokoknya besok kamu ikut aku aja, aku kangen tahu pergi berdua."


" ya udah."


yang lain sudah kembali ke kamar masing-masing sedangkan Devan dan bintang masih mengobrol di balkon atas.


" Abang, bintang udah ah udah malam ayo pada tidur." ucap Ara menghampiri anaknya di balkon atas.


" iya mah."

__ADS_1


" iya aunty."


" bintang biasa kamu tidur di kamar tamu di bawa udah di tunggu Freya." ucap Ara.


" iya aunty bintang ke kamar dulu."


" iya nak."


bintang pun pergi dari sana menuju kamar tamu. tinggallah Ara dan Devan di sana tiba-tiba Devan memeluk Ara.


" mah makasih ya udah melahirkan dan merawat Devan? maaf kalau suka bikin Mama marah marah."


" iya sayang, kamu nggak perlu berterima kasih karena itu sudah jadi kewajiban mama. tugas kamu adalah buat bangga mama dan jangan kecewakan mama." ucap Ara.


" udah bang pelukannya, ini udah waktunya bagian ayah tahu." ucap mas Tama yang baru datang.


" ih ayah ganggu aja."


" bukan ganggu ayah udah ngantuk tapi guling ayah masih di sini."


" jangan mau tahu mah masa mama di samain sama guling."


" kamu belum ngerasain aja bang kalau udah ngerasain pasti nggak akan bisa lepas."


ucapan mas Tama sontak mendapat cubitan dari Ara.


" aduh.." mas Tama meringis kesakitan.


" iya mah, omelin aja tuh ayah yang ngajarin aku."


" kamu juga mas orang anaknya masih sekolah juga "


" udah ah Devan mau tidur dulu, selamat malam mama, ayah." ucap Devan yang kabur ke kamarnya.


" yang Devan udah kabur, tidur yuk." ucap mas Tama.


" tidur sendiri."


" ya yang, kamu kan tahu sendiri mas nggak bisa tidur kalau nggak meluk kamu."


" mesum, kalau tugas luar kok bisa tidur gak meluk aku. jangan-jangan di sana ada yang kamu peluk."


" mana ada yang kaya gitu. udah jangan marah-marah terus yang, cuma kamu satu-satunya wanita yang ada di hati mas dan cuma kamu satu-satunya wanita yang menarik pandangan mas "


" gombal, udah ayo tidur entar aku bisa muntah di gombalin kamu." Ara dan mas Tama pun masuk ke dalam kamar.


pagi harinya Ara sudah di sibukkan membuat sarapan untuk suami dan anak-anaknya di tambah lagi ada bintang dan Freya. setelah selesai membuat sarapan Ara pun memanggil suami, anak-anaknya, bintang dan Freya untuk sarapan.


seperti biasa Ara selalu mengambilkan mas Tama makanannya terlebih dahulu baru dia akan mengambilkan makanan untuk anak-anaknya dan barulah untuk dirinya.

__ADS_1


" Abang kembar mau ke makam papa jam berapa?." tanya Ara.


" kalau Devan pagi mah soalnya mau ajak bintang jalan." ucap Devan.


" kalau gitu Devin bareng sama bang Devan ke makam papanya."


" bawa mobil sendiri-sendiri." ucap Devan dingin.


" iya gue tahu kali bang Lo kira gue mau jadi obat nyamuk."


" ya kirain."


" sudah-sudah kenapa jadi ribut sih, oh iya kalian berdua jangan lupa nanti sore semua pada kumpul di sini buat ngerayain ulang tahun kalian. oh iya bang kakek sama nenek nggak bisa datang karena mereka sedang kurang enak badan. nanti kalau liburan sekolah kalian liburan ke sana ya." ucap Ara.


" iya mah, kakek sama nenek juga yang lainnya udah nelpon kita jadi kita udah tahu." ucap Devin yang di anggukin Devan.


Devan, Devin dan juga bintang pergi ke makam papa Devan dengan menggunakan mobil yang berbeda. sebelum sampai ke makam mereka mampir dulu untuk membeli bunga setelah itu mereka langsung pergi ke makam.


Devan, Devin dan bintang sudah berada di depan makam papa Dafa. mereka berjongkok untuk memanjatkan doa.


" pah kami datang buat nengok papa. Devin sangat percaya papa menjaga kami dari sana." ucap Devin.


" pah terima kasih untuk semuanya, doakan kami agar kami bisa membuat bangga papa, mama, ayah dan juga yang lainnya." ucap Devan


" hallo om bintang datang lagi semoga om gak akan pernah bosan sama bintang ya." ucap bintang.


setelah berdoa dan menaburkan bunga Devan, Devin dan bintang pun pergi meninggalkan area pemakaman.


" habis ini mau kemana Vin." tanya Devan.


" mau langsung pulang, ayah, uncle Faris, uncle Farrel, uncle langit, uncle Riko ngajakin main basket three on three. tapi sebelumnya mau mampir dulu beli es krim buat bocil." ucap Devin.


" bocil maksudnya." tanya Devan tak mengerti.


" bocil Caca, Naufal, Davina, Aurora dan bocil lainnya." ucap Devin.


" oh ya udah kamu hati-hati bawa mobilnya." ucap Devan.


" siap bang." ucap Devin masuk kedalam mobil.


Devan dan bintang juga masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan area pemakaman.


sedangkan tak jauh dari sana ada yang memerhatikan Devan, Devin dan bintang. dia adalah nungky teman sekolah Devan dan Devin tapi beda kelas. nungky bersama dengan mama dan juga omnya sedang berada di sana karena sang papa meninggal dunia.


" Devan, Devin." ucap nungky


mama dan omnya Langsung melihat ke arah pandang nungki.


" kamu kenal mereka." tanya mama.

__ADS_1


" iya mah mereka teman sekolah nungki tapi beda kelas."


" oh..." mama dan omnya hanya ber o ria.


__ADS_2