Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
63. bang Faris merasa bersalah


__ADS_3

" terserah kamu mau kamar yang mana? kamar yang dulu juga sudah di rubah lagi seperti dulu saat dulu kamu tinggalin. Karena bang Faris pindah ke kamarnya yang dulu. kamu tenang aja mami sudah merubah dan membersihkan semua yang bersangkutan dengan perempuan iblis itu." ucap mami emosi.


" ya sudah Ara tidur di sana aja." ucap Ara.


" kamu minta bi Ina buat beresin kamarnya dan kamar buat pengasuh anak kamu." ucap mami.


Ara pun menuju dapur menemui bi Ijah dan bi Inah.


" bi Ijah , bi Inah." panggil Ara.


bi Ijah dan bi Inah yang mendengar namanya di panggil langsung menengok.


" ya Allah neng Ara, bibi kangen neng si neng teh gak pulang- pulang." ucap bi Ijah yang langsung memeluk Ara sambil menangis haru.


" iya neng bibi juga kangen." ucap bi Inah.


" bibi pada sehat semuanya?" tanya Ara.

__ADS_1


" Alhamdulillah sehat neng." jawab bi Inah.


" oh iya bi Ara boleh minta tolong beresin kamar Ara yang lama soalnya Ara mau menginap di sini." ucap Ara


" iya neng bibi beresin dulu ya " ucap bi Inah bergegas pergi.


" neng Ara sama anak-anak nginap di sini nya." ucap bi Ijah, bi Ijah adalah asisten paling rumah tangga paling lama dari mami dan papi baru nikah.


" iya bi, mereka lagi main sama Oma Sama opanya.' jawab Ara.


" neng Ara maaf bibi mau tanya." ucap bi Ijah.


" neng Ara nggak marah atau benci den Faris kan." tanya bi Ijah.


" nggak bi Ara nggak marah apalagi membenci bang Faris. memang kenapa bi." ujar Ara.


" kasihan den Faris neng semenjak kejadian itu den Faris jadi lebih diam, bibi juga sering melihat den Faris nangis dan pernah bibi tanya den Faris bilang kalau dia nggak bawa Nadia ke rumah ini semua ini nggak akan terjadi. den Faris terus menyalahkan dirinya sendiri." ucap bi Ijah sedih.

__ADS_1


" nanti biar Ara bicara ke bang Faris ya bi. bibi sudah nggak usah sedih ya. Ara kembali ke ruang keluarga dulu ya bi." ucap Ara pergi meninggalkan dapur.


Ara melihat bang Faris berusaha menghindar dari Ara. terlihat saat makan malam tadi bang Faris kikuk saat Ara bergabung untuk makan malam. bang Faris buru-buru menghabiskan makanannya terus pergi. Ara yang merasa kasihan dengan abangnya dia mencoba bicara dengan abangnya. Ara pun pergi ke kamar abangnya.


tok ...tok...


" bang ini adek, adek boleh masuk bang?." tanya Ara.


bang Faris membuka pintu kamar dan Langsung memeluk Ara.


" dek maafin Abang dek." ucap bang faris yang menangis sesenggukan di pelukan Ara.


" kita duduk di sofa itu yuk bang, adek mau bicara." ucap Ara.


kami pun berjalan menuju sofa dekat pintu balkon.


" bang, adek nggak pernah marah atau membenci Abang jadi adek harap Abang jangan pernah menyalahkan diri Abang sendiri lupain Semua bang." ucap Ara .

__ADS_1


' kalau Abang nggak bawa wanita iblis itu ke rumah ini, ke kehidupan ini mungkin Dafa masih ada dek." lirih bang Faris.


" sudah ya Bang semua ini sudah takdir dari Allah SWT. adek ikhlas menerimanya ,biar Abang nggak terus-terusan bersalah. sebagai permintaan maafnya adek minta Abang bantu Ara mengurus anak-anak adek sama Dafa agar adek bisa membesarkan mereka.'' ucap Ara.


__ADS_2