Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
22. wedding day


__ADS_3

Saat ini ara sudah cantik berbalut kebaya berwarna putih sedang menunggu di dalam kamar hotel dengan ke dua sepupunya Tasya dan mika. sampai sang mami masuk ke kamar.


" wah.... anak mami cantik sekali." ucap mami sambil memeluk Ara.


" makasih mi." ucap Ara.


" ya udah kita turun yuk. mempelai pria sudah datang." ucap mami.


Ara pun di gandeng mami turun menuju tempat akad nikah. entah kenapa saat masuk Ara cukup gugup dan tangannya cukup dingin. mami menuntun ku untuk duduk di samping Dafa.


" saudara Dafa apakah sudah siap." tanya sang penghulu.


" insyaallah siap pak." ucap Dafa.


" baiklah untuk wali nikah mau bapak sendiri atau di wali kan." tanya bapak penghulu ke papi.


" saya sendiri yang akan menikahkan mereka." ucap papi.


acara akad nikah pun di mulai.


" ananda Dafa Alfarizi putra prawira bin Gilang prawira saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak perempuan saya yang bernama Naura ghayda Az-Zahra Mahesa binti Anthony putra Mahesa dengan mas kawin perhiasan emas seberat 50 gram dan uang tunai sebesar 500 juta di bayar tunai."


" saya terima nikahnya dan kawinnya Naura ghayda Az-Zahra Mahesa binti Anthony putra Mahesa dengan mas kawin tersebut tunai." ucap Dafa lantang.

__ADS_1


" gimana para saksi sah." tanya penghulu


" sah"


" sah."


kamipun bertukar cincin, Dafa memasangkan cincin ke jari Ara. Ara pun memasangkan cincin di jari Dafa. Setelah itu Ara pun mencium tangan Dafa dan Dafa pun mencium kening Ara.


setelah itu acara sungkeman dan juga foto-foto dengan keluarga besar. setelah acara akad aku dan Dafa pun kembali ke kamar untuk istirahat.


malam hari acara resepsi di selenggarakan banyak para tamu undangan datang memberikan ucapan selamat ke pada kedua mempelai. begitu juga dengan para sahabat Ara datang dan memberikan selamat.


" Ara selamat ya semoga samawa." ucap Alika.


" selamat ya say. sumpah gue kaget begitu dapat undangan." ucap Sheila.


Ara hanya tersenyum menanggapi ucapan sahabat - sahabatnya.


" selamat ya Ra, gue sekali lagi minta maaf karena gak ngertiin Lo. gue kangen Ara yang dulu. jangan pernah lupain gue ya Ra. walaupun sudah tinggal jauh gue akan selalu ada kalau Lo butuh bantuan." ucap Riko dengan nada sedih dan penuh penyesalan.


kejadian yang dulu membuat Riko selalu dihantui rasa bersalah.


" thanks ya ko. lupain aja yang udah - udah ko, Lo juga nanti bisa jenguk gue di sana.' ucap Ara, dia tahu sahabatnya ini sedih karena Ara akan pindah ke Inggris.

__ADS_1


" iya nanti gue akan jenguk Lo di sana. dan Lo juga janji akan terus bahagia." ucap Riko.


kami pun berfoto untuk kenang - kenangan.


" kapan selesainya sih?." ucap Ara ngedumel.


" sebentar lagi. " ucap Dafa.


malam pun makin larut sebagian tamu undangan sudah pulang. hanya tersisa keluarga dan juga berapa kolega dekat. karena Ara sudah sangat lelah Dafa pun mengajak Ara ke kamar.


" mau kamu atau aku duluan yang mandi." ucap Dafa.


" kamu dulu aja Dafa, aku mau bersihin make up dulu." ucap Ara.


Lima belas menit Dafa pun keluar kamar mandi,


" udah sana mandi dulu." ucap Dafa.


Ara pun langsung masuk kamar mandi. tak berapa lama Ara pun keluar sudah mengenakan baju tidur.


" gue tidur dimana? " tanya Ara.


" ya tidur di sinilah." ucap Dafa yang langsung mendapat diplototi oleh Ara.

__ADS_1


" tenang aja gue nggak akan minta hak gue jadi Lo nggak usah takut gue janji." ucap Dafa yang melihat Ara ragu.


akhirnya mereka pun tidur.


__ADS_2