Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
17. mood


__ADS_3

pengantin baru sudah berangkat ke bandara subuh tadi di antar mang Diman. dan pagi ini Ara seperti biasa dia sudah bangun dari subuh. mood Ara pagi ini lumayan bagus karena hari ini . dia akan test beasiswa ke luar negeri dari tempat lesnya. dengan begitu dia akan pergi dari rumah ini.


Ara pun pergi ke ruang makan di sana ada mami dan papinya.


" pagi mi Pi." sapa Ara sambil menyendok nasi goreng ke piringnya.


saat ingin menyuap nasi gorengnya Ara urungkan karena sang papi berbicara dengan Ara.


" dek hari ini kamu pindah kamar ke kamar samping kamar bang farel." ucap papi.


" kenapa harus pindah kamar?" tanya Ara dengan heran.


" kamar kamu buat bang Faris dan istrinya." ucap papi.


" kan bang Faris punya kamar sendiri." ucap Ara sewot.


" gini Lo sayang barang mereka berdua banyak dan kamar Abang gak muat. jadi karena kamar kamu besar jadi biar bang Faris nempatin kamar kamu dan kamu bisa nempatin kamar yang lain." ucap mami lembut.

__ADS_1


" adek nggak mau pindah kamar mi." ucap Ara.


" lanjutin sarapannya papi tidak meminta pendapat kamu papi hanya memberitahukan kalau nanti barang-barang kamu di pindahin ke kamar yang lain. jadi nanti kamu pulang nggak binggung." ucap papi dengan nada tinggi.


" tapi Pi."


" gak ada tapi - tapian, lanjutin sarapan nya jangan protes." potong papi.


Ara yang merasa papinya bertindak seenaknya membuat Ara sedikit emosi.


" Ara habiskan sarapan nya ." panggil papi tapi tak di hiraukan oleh Ara.


" Ara.. " panggil papi kali ini papi memanggil dengan berteriak marah. membuat seisi rumah terkejut begitu pun farel yang baru turun melihat papinya marah terhadap Ara.


" pokoknya mulai hari ini papi harus tegas ke Ara mami juga jangan manjain jadi kurang ajar." ujar papinya masih dengan amarah yang meledak-ledak.


di sekolah Ara masih di selimuti dengan amarahnya terhadap sang papi. dan para sahabatnya tahu saat ini Ara dalam mode marah jadi sahabatnya membiarkan Ara menyendiri.

__ADS_1


" Ara ada masalah lagi." bisik Alika ke Sheila yang duduk sebangku dengannya.


" seperti nya sih gitu." bisik Sheila kembali takut Ara dengar karena Ara duduk di bangku depan mereka.


" Ra kalau sudah siap cerita ke gue. gue siap kok buat dengerin." ucap Dita .


" thanks ta tapi gue pengen sendiri dulu." ucap ara.


" ok, tapi ingat Lo ada ujian buat beasiswa jangan sampai Lo terganggu." ucap Dita yang di jawab oleh ara dengan anggukan kepala.


Ara sedang dalam mode marah di ganggu galaknya minta ampun. tapi dengan membiarkan dia cara dia mengendalikan emosi nya.


pulang sekolah Ara bersemangat untuk ke tempat les dia sudah bertekad untuk lulus mendapatkan beasiswa keluar negeri. dia sudah nggak Betah di rumah.


" ayo Ara kamu harus bisa mengerjakan soal-soal nanti. agar bisa mendapatkan beasiswa itu, kamu harus tenang kesempatan kamu keluar dari rumah." monolog Ara pada dirinya sendiri.


di tempat les Ara pun dapat menyelesaikan test beasiswa nya. setelah selesai Ara pun membantu Miss jenny ditempat les. karena Ara malas untuk pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2