Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
75.


__ADS_3

papi Anthony POV


siang itu papi Anthony dan mami Sherly datang ke sebuah acara amal. di sana mereka bertemu dengan om lukman dan Tante Widya serta papa Gilang dan mama Desy.


" ton, Lang ada yang mau gue omongin." ucap Lukman ketika mereka sedang menikmati makanan mereka.


" mau ngomong apa?" tanya Anthony.


" iya mau ngomong apa." ucap Gilang.


" gini kalau misalnya Ara ada yang mau melamarnya kalian gimana?' tanya lukman ragu.


" kalau gue sih asal bisa menyayangi cucu-cucu gue sih gak masalah.' ucap Gilang.


" sama inti nya jangan mau sama emaknya aja tapi juga anak-anaknya. mereka itu sepaket. memang kenapa sih man."


" nggak anak gue si Tama suka sama si Ara. kalau kalian setuju gue mau ngelamar Ara buat tama."


" maaf man sebenarnya mereka dari dulu sudah saling cinta tapi pada saat itu gue nggak bisa memberikan Ara ke Tama. gue tahu Tama bisa menjaga Ara tapi kan loe tahu kalau gue memberikan Ara ke Tama Nadia akan gampang mengusik Ara. tapi kalau sekarang Tama mau dengan Ara gue sama istri merestui tapi sekarang Ara gak sendirian tapi ada 2 orang anak yang menjadi tanggung jawab Ara."


" iya man, gue juga sama gue Sama istri merestui Tama buat menjaga Ara. jadi gue juga bisa tenang kalau Ara dan cucu-cucu gue ada yang jaga."

__ADS_1


" thanks ya."


POV off


setelah bicara dengan Ara tadi papi Anthony langsung menghubungi Lukman dan Gilang kalau Ara setuju kalau Ara jadi pendamping hidupnya.


dikediaman Lukman.


suasana makan malam di rumah keluarga Lukman. saat ini anaknya semua sedang kumpul ada Tama, langit, Anggia dan suaminya bagus.


" tam, ada yang mau papa omongin." ucap Lukman di saat mereka selesai makan.


" papa tahu kenapa sampai saat ini kamu tidak ada keinginan untuk menikah karena kamu masih menunggu seseorang betul ga?.'


" pah, sudah berapa kali Tama gak mau membahas ini." ucap Tama sedikit meninggi.


" papa tahu Tama kamu masih belum melupakan cinta kamu sama Ara."


" pah, berapa kali Tama sudah bilang papa jangan pernah ikut campur soal yang satu itu." potong Tama emosi hendak meninggalkan meja makan.


" kalau kamu memang masih mencintai Ara perjuangkan toh Ara sudah sendiri jangan jadi pecundang.' Tama langsung berbalik mendengar ucapan papanya dia ingin menimpali omongan papanya tapi papanya lanjut bicara." Anthony sudah ngasih lampu hijau buat kamu mendekati Ara, gilang juga. tapi yang harus kamu tahu Ara kini tidak sendiri dia sudah mempunyai anak. kamu kalau ingin menikahi Ara kamu juga harus bisa menjaga dan menyayangi kedua anaknya."

__ADS_1


Tama yang mendengar ucapan papanya dia duduk kembali.


" papa serius." ucap Tama yang masih belum percaya dengan apa yang di ucapkan oleh papanya.


" memang papa becanda makanya kalau ada apa-apa bilang sama orang tua jadikan bisa bantu."


" makasih pa." senyum merekah di wajah Tama.


" papa rencananya Sabtu malam mau melamar Ara. kamu sudah siap belum."


" Tama siap pah."


" ya sudah kamu siapkan cincin buat lamaran. kamu sudah punya nomor Ara" tanya Lukman.


" sudah pah, sudah punya nomor Ara "


" dapat dari mana kamu nomor Ara. memang pernah ketemu Ara."


" tadi pagi Tama nolongin anaknya Ara yang keserempet motor ke rumah sakit dan Tama minta nomer telpon Ara." ujar Tama sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal.


" bagus kalau gitu."

__ADS_1


__ADS_2