Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
12. pulang


__ADS_3

Habis sholat subuh mami ke dapur untuk membuat sarapan. Tapi saat akan ke dapur mami melihat bakpia di atas meja makan.


" siapa ya yang bawa bakpia?" gumam mami dalam hati dan melanjutkan ke dapur.


" bi di meja ada bakpia dari siapa?." tanya mami ke bi ijah.


" oh itu nyonya non Ara yang bawa." jawab bi ijah


" Ara sudah pulang bi, jam berapa?" ucap mami.


" tadi sebelum subuh nyonya."


" ya udah bi saya mau lihat Ara dulu." ucap mami .


" maaf nyonya non Ara bilang dia jangan di bangunin soalnya belum tidur semalaman non Ara juga bilang ga usah khawatir dia sudah sarapan." ujar bi ijah.


" ya udah deh bi. oh iya bi Faris minta di bikinin bubur jadi tolong cuci berasnya Sama keluarin ayam nya trus cuci. saya mau bikinin kopi tuan dulu." ucap mami sambil membuat kopi.


setelah membuat kopi mami pun mengambil berapa bakpia untuk teman ngopi dan mengantarkan kopi ke taman belakang.


" Pi ini kopinya" ucap mami sambil meletakkan kopi di atas meja.

__ADS_1


" wah ada bakpia mi, dari siapa?" sampai melahap bakpia nya.


" anak papi udah pulang sebelum subuh tadi. udah ah mami mau masak dulu." mami pun meninggalkan papi kembali lagi ke dapur membuat sarapan.


semua sudah berkumpul di meja makan.


" bi panggilkan Ara buat sarapan." ucap papi.


" si papi biarin aja dia tidur kasihan." ucap mami


" tapi dia harus sarapan mi."


" dia sudah makan Pi sebelum tidur." akhirnya papi mengerti.


" iya sebelum subuh Adek kamu sampai." jelas mami.


mereka pun sarapan dengan tenang setelah sarapan mereka pun pergi kerja.


siang ini setelah mami maksa akhirnya ara menemani mami mengurus persiapan pernikahan bang Faris. Seperti hari ini akan pergi ke wedding organizer. kami diantar sama mang Diman pakai Alphard putihnya mami. Sebelum ketempat WO kami menjemput mbak Nadia. Beruntung di jalan mami sibuk dengan telponnya sampai rumah mbak nadia. mbak Nadia sudah menunggu di depan rumah. Ara pun pindah ke kursi belakang.


" hallo sayang nunggu lama ya." begitu pintu mobil terbuka.

__ADS_1


" nggak kok mi. eh ada Ara juga toh kapan sampai dek." ucap mbak Nadia masuk ke dalam mobil.


" tadi pagi mbak." ucapku


Mobil pun kembali jalan terlihat mereka berdua antusias membahas konsep pernikahan. Mereka juga mengajak ara agar Ara ikut nimbrung tapi Ara malas dia hanya menjawab bila di tanya. Dengan situasi yang Ara tidak suka beruntung Dita telpon jadi Ara terhindar dari obrolan itu. Di kursi belakang Ara sibuk telponan dan tak terasa kami sudah sampai tempat WO. Kami pun turun dari mobil mami dan mbak nadia bergandengan menuju gedung WO. Sedangkan Ara hanya mengikuti dari belakang.


" selamat siang bisa di bantu." tanya karyawan yang membukakan pintu.


" oh iya mbak, saya sudah janji dengan Bu Cindy." ucap mami


" ibu Sarah ya, sudah di tunggu Bu Cindy di ruangannya." kata karyawan itu dan mempersilahkan untuk mengikuti nya.


" mi Adek tunggu di sini aja." ucap ku sebelum mami masuk keruangan Bu Cindy.


" ikut masuk lah dek." ucap mami


" Adek di sini aja lagi pula Adek juga nggak ngerti." ucap Ara memohon.


" ya udah tapi jangan kemana-mana."


" oke mi."

__ADS_1


Hampir dua jam mereka berada di kantor WO. akhirnya kami meninggalkan kantor WO dan kami melanjutkan ke tempat yang lainnya. Jam tujuh malam Ara dan mami baru tiba di rumah. Dan membuat Ara kapok dan selalu mencari alasan buat menghindar untuk tidak ikut akan keribetan acara pernikahan bang Faris.


__ADS_2