
setelah makan malam keluarga Tama pamit pamit pulang.
" yuk Anthony, Sherly kami pamit pulang dulu ya." ujar om lukman.
" iya sama-sama." Jawab papi sambil memeluk sahabatnya.
" Devan, Devin eyang kung sama eyang Putri pulang dulu ya nanti main ke rumah eyang."
" iya eyang." jawab mereka serempak sambil gantian mencium tangan om lukman dan Tante Widya.
" mih, pih Tama pamit pulang dulu ya."
" iya nak, nanti berkas Ara minta ke farrel aja ya. "
" iya pih."
" sayang mama sama papa pulang ya nak."
" iya mah, pah hati-hati." ucap Ara mencium tangan kedua calon mertuanya.
" selamat ya bro, wah jadi adik ipar gue sekarang.' ujar Farrel.
" makasih rel."
" selamat ya tam, jagain Ara jangan buat dia nangis." ucap bang Faris.
" tenang aja bang."
" selamat ya Ara, " ujar langit dan istrinya.
" makasih mas langit, mbak dara."
" selamat ya kak Ara."
" makasih ya Anggia."
__ADS_1
" Devan, Devin om Tama pulang dulu ya. kalau besok om mau ajak kalian pergi kalian mau nggak.' ujar Tama
' mau om." jawab mereka antusias.
" besok om Tama jemput ya." ke dua bocah ini hanya mengangguk.
" Ra, mas pulang dulu ya. oh iya besok mas mau ajak kamu sama anak-anak jalan-jalan kamu mau kan."
" iya mas, mau jemput jam berapa?"
" kalau mas jemput jam enam pagi nggak apa-apa.'
" nggak apa-apa kok mas, anak-anak subuh juga sudah bangun."
akhirnya keluarga besar Tama pun pulang.
" selamat ya dek, memang kalau jodoh nggak kemana?." ucap bang farel sambil memeluk Ara.
" makasih bang.'
" selamat ya dek, maaf kalau kemarin Abang menghalangi cinta kamu sama Tama." ucap bang faris yang masih merasa bersalah.
" udah deh bang jangan ungkit lagi semoga ke depannya kita bisa tetap terus bersama."
" amin.' ucap bang Faris dan bang farel.
" dek selamat ya akhirnya jadi ibu Persit juga." ucap kak Audrey.
" makasih kak. nanti kak Audrey bantuin aku."
" sip." kak Audrey memberikan jempolnya.
karena malam semalam semakin larut Ara pun mengajak sang buah hati untuk tidur.
seperti janjinya mas Tama menjemput Ara tepat jam enam pagi.
__ADS_1
" assalamualaikum."
" walaikum salam, eh mas Tama mau ketemu non Ara ya." kata bi Ijah yang membukakan pintu.
" iya bi ara nya ada."
" ada, silahkan duduk dulu, bibi panggilkan non Ara dulu."
bi Ijah pun masuk ke dalam, ara yang memang sedang ada di ruang makan bersama mami dan papinya.
" non, mas tama nya sudah datang." ujar bi Ijah.
" iya bi, makasih ya."
Ara, kedua anaknya dan juga kedua orang tuanya menemui Tama di ruang tamu.
" om Tama..." teriak kedua bocah berlari ke arah Tama. dan langsung memeluk Tama.
' wah jagoan om sudah siap nih kita jalan-jalan." tanya Tama.
" siap om." jawab mereka.
" Selamat pagi mih, pih." sapa Tama mencium tangan kedua orang tua Ara.
" pagi juga sudah mau berangkat." ucap mami.
" iya mih, Tama mau ngajak Ara, sama Devan dan Devin pergi." ucap Tama meminta izin.
" boleh dong, tapi kalian yakin ga bawa pengasuh Devan dan Devin." tanya mami.
" gak mih, biar Tama bisa tambah dekat sama si kembar."
" ya sudah kalau begitu.'
" ya udah kami pamit ya. assalamualaikum."
__ADS_1
" walaikum salam."