Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
78.


__ADS_3

setelah makan malam keluarga Tama pamit pamit pulang.


" yuk Anthony, Sherly kami pamit pulang dulu ya." ujar om lukman.


" iya sama-sama." Jawab papi sambil memeluk sahabatnya.


" Devan, Devin eyang kung sama eyang Putri pulang dulu ya nanti main ke rumah eyang."


" iya eyang." jawab mereka serempak sambil gantian mencium tangan om lukman dan Tante Widya.


" mih, pih Tama pamit pulang dulu ya."


" iya nak, nanti berkas Ara minta ke farrel aja ya. "


" iya pih."


" sayang mama sama papa pulang ya nak."


" iya mah, pah hati-hati." ucap Ara mencium tangan kedua calon mertuanya.


" selamat ya bro, wah jadi adik ipar gue sekarang.' ujar Farrel.


" makasih rel."


" selamat ya tam, jagain Ara jangan buat dia nangis." ucap bang Faris.


" tenang aja bang."


" selamat ya Ara, " ujar langit dan istrinya.


" makasih mas langit, mbak dara."


" selamat ya kak Ara."


" makasih ya Anggia."

__ADS_1


" Devan, Devin om Tama pulang dulu ya. kalau besok om mau ajak kalian pergi kalian mau nggak.' ujar Tama


' mau om." jawab mereka antusias.


" besok om Tama jemput ya." ke dua bocah ini hanya mengangguk.


" Ra, mas pulang dulu ya. oh iya besok mas mau ajak kamu sama anak-anak jalan-jalan kamu mau kan."


" iya mas, mau jemput jam berapa?"


" kalau mas jemput jam enam pagi nggak apa-apa.'


" nggak apa-apa kok mas, anak-anak subuh juga sudah bangun."


akhirnya keluarga besar Tama pun pulang.


" selamat ya dek, memang kalau jodoh nggak kemana?." ucap bang farel sambil memeluk Ara.


" makasih bang.'


" selamat ya dek, maaf kalau kemarin Abang menghalangi cinta kamu sama Tama." ucap bang faris yang masih merasa bersalah.


" udah deh bang jangan ungkit lagi semoga ke depannya kita bisa tetap terus bersama."


" amin.' ucap bang Faris dan bang farel.


" dek selamat ya akhirnya jadi ibu Persit juga." ucap kak Audrey.


" makasih kak. nanti kak Audrey bantuin aku."


" sip." kak Audrey memberikan jempolnya.


karena malam semalam semakin larut Ara pun mengajak sang buah hati untuk tidur.


seperti janjinya mas Tama menjemput Ara tepat jam enam pagi.

__ADS_1


" assalamualaikum."


" walaikum salam, eh mas Tama mau ketemu non Ara ya." kata bi Ijah yang membukakan pintu.


" iya bi ara nya ada."


" ada, silahkan duduk dulu, bibi panggilkan non Ara dulu."


bi Ijah pun masuk ke dalam, ara yang memang sedang ada di ruang makan bersama mami dan papinya.


" non, mas tama nya sudah datang." ujar bi Ijah.


" iya bi, makasih ya."


Ara, kedua anaknya dan juga kedua orang tuanya menemui Tama di ruang tamu.


" om Tama..." teriak kedua bocah berlari ke arah Tama. dan langsung memeluk Tama.


' wah jagoan om sudah siap nih kita jalan-jalan." tanya Tama.


" siap om." jawab mereka.


" Selamat pagi mih, pih." sapa Tama mencium tangan kedua orang tua Ara.


" pagi juga sudah mau berangkat." ucap mami.


" iya mih, Tama mau ngajak Ara, sama Devan dan Devin pergi." ucap Tama meminta izin.


" boleh dong, tapi kalian yakin ga bawa pengasuh Devan dan Devin." tanya mami.


" gak mih, biar Tama bisa tambah dekat sama si kembar."


" ya sudah kalau begitu.'


" ya udah kami pamit ya. assalamualaikum."

__ADS_1


" walaikum salam."


__ADS_2