
Mobil yang dikendarai Devan memasuki gerbang sekolah, Devan melaju mobilnya menuju parkiran. cindi dan jelita yang melihat sang pujaan hati sudah datang langsung bersiap-siap menarik perhatian Devan dan Devin. tapi seketika wajah mereka kesal saat Freya keluar dari dalam mobil.
" cindi siapa sih tuh cewek sudah dua hari ikut mobil ayang Devan terus." ucap cindi sambil menatap ke Freya.
" gue juga nggak tahu kayanya anak kelas sepuluh." Jawab jelita.
" adiknya Devan sama Devin kali." celetuk salah satu dari cindi and the gang
" Devan sama Devin adiknya masih SD." jawab cindi.
" kita lihat kalau dia semakin dekat baru kita labrak dia." ucap cindi.
" betul tuh cin."
Hari ini hari terakhir MOS cindi dan jelita masih saja melihat Freya dekat dengan Devan dan Devin. karena kesal cindi the gank termasuk jelita berencana memberi peringatan kepada Freya. mereka menunggu bubaran sekolah karena biasanya Freya akan menunggu Abang kembarnya. cindi yang melihat Freya berjalan ke arah toilet, cindi pun mengajak teman-temannya menuju toilet.
Freya yang sedang menunggu Abang kembarnya tiba-tiba kebelet pipis dia memutuskan untuk ke toilet dulu tapi sebelumnya dia mengirim pesan kalau dia sedang berada di toilet agar Abang kembarnya tidak nyariin.
Freya yang habis menuntaskan hajatnya berniat mencuci tangan di wastafel tapi ternyata Freya di datangi oleh kakak kelasnya.
" eh... cewek centil gue peringati ya sama Lo jangan suka ke ganjen sama ayang beb gue. " ucap cindi sambil mendorong tubuh Freya.
" sama lo juga jangan sok tebar pesona sama cowok gue.' timbal jelita yang ikut mendorong freya.
Freya hanya bisa bengong karena dia nggak mengerti apa yang di maksud sama kak kelasnya.
" ngerti nggak lo." bentak cindi.
Sebelum freya jawab ternyata salah satu temannya yang ada di luar toilet berteriak.
" guys cepetan cabut ada Devan sama Devin ke arah sini."
" ingat lo kalau masih kecentilan sama Devan sama Devin habis lo." ucap cindi sambil berjalan ke luar toilet.
Freya langsung mengatur napasnya saat cindi dan the gank keluar dari toilet. Freya pun langsung cuci tangan di wastafel sambil menatap cermin besar yang ada di depannya sambil memikirkan siapa kakak kelas tadi.
" siapa ya mereka, tapi tadi mereka bilang ayang beb sama cowok gue siapa yang di maksud apa Abang kembar? apa mereka pacarnya Abang kembar? tapi kenapa Abang kembar nggak pernah cerita? " Freya bermonolog pada dirinya sendiri sampai suara Abang Devin mengagetkan dia.
" frey kamu di dalam?." teriak bang Devin.
" eh... iya bang sebentar." jawab Freya
Freya pun langsung keluar toilet ternyata di luar toilet sudah menunggu Abang kembar dan juga ketiga sahabat Abang kembang bang sakti, bang nandes sama bang Jonathan.
__ADS_1
" kamu nggak apa-apa Frey." tanya bang Devin begitu Freya keluar dari dalam toilet.
" Freya nggak apa-apa kok bang.'
" udah ayo kita pulang, Freya kamu ikut Abang ya Abang sama teman-teman abang mau main futsal dulu Abang ada tanding soalnya." ucap Devan sambil berjalan keluar sekolah.
" kamu tenang aja Abang kembar sudah minta izin sama uncle sama aunty kalau kamu pulang terlambat karena mau nemenin Abang kembar main futsal."
" ya udah kalau Abang kembar sudah izin ke mama sama papa Freya ikut."
Mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing dan pergi ke lapangan futsal yang tak jauh dari rumah mereka. sampai tempat futsal mereka pun masuk ke dalam. dan bergabung sama teman-temannya yang lain.
" Freya tunggu di sini ya Abang mau ganti baju dulu."
" iya bang."
mereka pun pergi untuk berganti baju tinggallah Freya dan juga bang nandes.
" bang nandes nggak ikut main." tanya Freya.
" nggak Frey, kaki Abang kemarin cedera jadi hari ini nggak ikut main."
" oh.."
Tak lama Abang kembarnya dan yang lain sudah kembali.
" Abang tenang aja Freya bukan anak kecil lagi Freya bisa sendiri kali." ucap Freya sambil mengerucutkan bibirnya
" iya...iya sekarang udah gede udah jadi anak SMA."
Abang kembar dan yang lainnya pun masuk ke lapangan. saat sedang menonton tiba-tiba Freya sedikit lapar tadi saat mau masuk ke dalam tempat futsal Freya melihat ada yang jual burger dan dia pun berniat untuk membelinya. karena bang nandes pergi untuk mengangkat telpon Freya pun hanya berpesan sama teman abangnya yang lain kalau dia akan keluar sebentar membeli makanan.
Freya pun berjalan ketempat jualan burger di sana banyak para cowok yang nongkrong tapi Freya tak ambil pusing dia pun langsung memesan burger.
" ibu pesan beef burgernya 1 sama minumnya Thai tea ." ucap Freya.
" totalnya 52rb."
" ini Bu." Freya memberikan uang seratus ribu
" ini neng kembalinya, mohon di tunggu ya." ujar si ibu penjual burger sambil memberikan kembalian ke Freya.
Freya pun duduk di bangku yang ada di sana. tak lama Freya di samperin berapa cowok
__ADS_1
" hai cewek boleh kenalan gak." ucap salah satu dari mereka
" hai namanya siapa?."
Freya tak menggubris Freya sibuk dengan ponselnya tanpa memperdulikan mereka.
" sombong amat sih neng."
" cantik... cantik sombong.'
salah satu dari mereka kesal tidak di tanggapi oleh Freya dia pun mencoba menoel dagu Freya.
" ayolah jangan sok jual mahal," sambil menoel dagu Freya.
Tak jauh dari sana nandes dan Jonathan yang melihat itu langsung menghampiri. iya Jonathan meminta keluar lapangan untuk istirahat tapi tak melihat keberadaan Freya tak lama nandes datang.
" Des Freya mana?." tanya Jonathan.
" lah tadi gue angkat telpon dulu Freya gue suruh tunggu."
" cewek yang sama kalian keluar tadi." ucap salah satu temannya.
nandes dan Jonathan pun ke luar dan mereka melihat Freya sudah di kelilingi para cowok. salah satu dari mereka mencoba menyentuh Freya.
Jonathan langsung menarik tangan Freya membawa pergi dari sana.
" Bang Nathan pesanan Freya." ucap Freya saat Jonathan membawa pergi.
" Nandes pesanannya." teriak Jonathan
Nandes yang masih di sana pun langsung mengambil pesanan Freya.
" Bu pesanan cewek yang tadi." tanya Nandes
" Tunggu sebentar ya mas."
" hai tadi itu cowoknya ya." tanya salah satu dari mereka.
" iya kenapa?." ucap Nandes dingin.
" sorry nggak tahu kalau sudah punya cowok."
Nandes tak mempedulikan dia mengambil pesanan Freya dan bergegas pergi dari sana.
__ADS_1
Sedangkan para cowok-cowok yang tadi menggoda Freya mereka ketakutan pasalnya mereka tahu kalau Devan dan sahabat-sahabat sangat di segani oleh yang lain.
,