Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
72.


__ADS_3

" oh iya Ra, anak kamu yang satu lagi siapa namanya?." tanya Tama.


" Devin, kalau yang ini Devan." jawab Ara.


" iya devin nya suruh pulang aja dulu, kasihan tadi dia terlihat ketakutan melihat kakaknya kesakitan. biar Devan aku jagain dulu." ujar Ara.


Ara pun memberikan Devan ke mas Tama.


" kamu bawa mobil?." tanya Tama lagi.


" iya tapi Sheila yang nyetir tadi."


" ya sudah minta Sheila nganterin anak kamu biar kamu nanti aku yang antar." ujar Tama.


" mas Tama memang gak dinas." tanya Ara ragu.


" nggak, tadi cuma apel aja."


akhirnya Ara pun keluar dari IGD.


" Ra gimana anak Lo?." ujar Sheila yang langsung menghampiri Ara.


" baru mau di Rontgen tangannya." ujar Ara


" oh iya Miss kalau mau pulang gak apa-apa kok soalnya Devan masih harus Rontgen dulu." ujar Ara kepada gurunya si kembar.


" ya sudah kalau gitu bu, sekali lagi maaf ya Bu. kalau ada apa-apa hubungi kita ya Bu." pamit Bu guru

__ADS_1


" Sheila gue bisa minta tolong antar pulang Devin sama si mbaknya ga?" ucap Ara.


" terus Loe gimana?."


" nanti mas Tama yang nganterin gue."


" oh ya udah."


Ara pun menghampiri anaknya Devin. Devin yang melihat Ara mendekat langsung memeluk mamanya


" sayang Abang Devan nggak apa-apa kok jangan sedih lagi ya. sekalian Devin pulang dulu tunggu Abang Devan di rumah aja ya sayang." Devin malah mempererat pelukannya dan makin terisak.


" Devin kan pinter, Devin sayang mama ga?" Devin mengangguk." kalau sayang pulang dulu ya!.' akhirnya Devin mau juga pulang.


" bi sari Sama bi tuti, bawa pulang Devin ke rumah. kalau mami tanya bilang masih di periksa."


" sini mas devan nya biar Ara yang gendong." ujar Ara.


" nggak apa-apa biar mas Tama aja.' jawab Tama.


mereka pun pergi ke ruang Rontgen. setelah Rontgen dan menunggu akhirnya hasilnya bagus hanya memar saja tidak ada yang serius.


setelah menebus obat Tama pun mengantar Ara pulang. suasana dalam mobil hening tak ada yang membuka obrolan.


" mama, Devan lapar." ucap Devan malu-malu.


" Devan lapar ya. devan mau makan apa?." tanya Tama.

__ADS_1


Devan malah malu dan memeluk mamanya.


" gak apa-apa, Devan mau makan apa nanti om ajak ke tempat yang Devan mau." ucap Tama.


" mama Devan mau MC donald." ucap Devan pelan.


" Devan mau MC donald ayo kita ke sana. nggak apa-apa kan Ra." tanya Tama.


" iya nggak apa-apa." Devan pun langsung mencium pipi Ara.


kini mereka sudah berada di MC Donald.


" Devan mau apa?" tanya Tama pada Devan yang kini berada dalam gendongan Tama.


" Devan mau yang ada mainannya."


" oke, Ra kamu mau pesan apa?."


" nggak usah mas, buat devan aja."


" kamu duduk di sini aja. biar mas yang pesan." Tama pun pergi memesan makanan.


tak berapa lama mas Tama datang dengan membawa nampan dan juga kantong plastik.


" ini buat Devin di rumah biar gak bertengkar berebut mainannya. ini moccha float sama wrap buat kamu, masih suka ini kan." ujar Tama.


" makasih mas."

__ADS_1


__ADS_2