
" papa rencananya Sabtu malam mau melamar Ara. kamu sudah siap belum."
" Tama siap pah."
" ya sudah kamu siapkan cincin buat lamaran. kamu sudah punya nomor Ara" tanya Lukman.
" sudah pah, sudah punya nomor Ara "
" dapat dari mana kamu nomor Ara. memang pernah ketemu Ara."
" tadi pagi Tama nolongin anaknya Ara yang keserempet motor ke rumah sakit dan Tama minta nomer telpon Ara." ujar Tama sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
" bagus kalau gitu."
mereka pun meninggalkan Maja makan.
langit mencari sang kakak dan dia menemukan sang kakak di balkon atas sedang merokok. langit pun duduk di kursi tak jauh dari kakaknya. Tama yang melihat sang adik datang dia tetap melanjutkan merokoknya.
" selamat ya bang akhirnya cinta Lo terbalaskan. seneng dong Lo bang."
" makasih ya, pasti loe kan yang cerita ke bokap, nyokap." ucap Tama.
" gue cuma gak pengen kakak gue ngejomblo seumur hidup. hahaha."
Tama yang di ledek sama adiknya langsung melempar adiknya dengan bungkus rokok.
" sekarang Lo harus sering komunikasi sama Ara. buruan chat dia tanya lagi ngapain trus besok Lo ajak dia jalan." ujar langit
" apaan sih Lo!."
" sini mana hp loe."
__ADS_1
langit pun mengambil hp Tama yang tergeletak di meja.
Tama : selamat malam Ara lagi apa?
" nih loe tunggu balasan dari Ara. tak lama dapat balasan dari Ara.
Ara : malam juga mas, ini lagi nemenin anak-anak nonton.
" gue balas apa?" tanya Tama.
" apa kek. bilang besok Lo mau ngajak dia makan."
Tama : mas Tama ganggu ya.
Ara : enggak mas, ada apa ya?
Tama : Ra besok ada acara gak pulang kerja
Tama : mas Tama mau ngajak kamu jalan besok bisa gak
Ara : boleh mas jam berapa?
Tama : kamu pulang nya jam berapa?
Ara : kalau aku sih fleksibel mas. kapan aja bisa pulang
Tama : mas jemput jam lima ya.
Ara : boleh mas. jemput di cafe ya.
Tama : oke
__ADS_1
Tama pun meletakkan ponselnya di meja.
" gimana Ara mau?."
Tama hanya mengangguk sebagai jawabannya.
" wah bakalan ada yang nggak bisa tidur nih nanti malam " ledek langit.
Tama tak menanggapi.
" cie...cie ... yang lagi berbunga-bunga."
" pergi loe dari sini kalau cuma mau ngeledekin."
langit pun masuk ke dalam sambil tertawa terbahak-bahak..
......................
sesuai dengan janjinya sore ini Tama menjemput Ara di cafe nya. dan kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil yang di kendarai Tama.
" mas Tama kita mau kemana?." Ara membuka suara memecah keheningan di dalam mobil.
" kamu mau nya kemana?" tanya Yama balik.
" terserah mas Tama aja mau kemana?"
Tama menghentikan mobilnya. dia merubah duduknya menghadap Ara. Ara sedikit binggung dan juga salah tingkah
" Ra, ada yang mas mau bicarain." Ara langsung menoleh melihat mas Tama.
" terserah kamu mau bilang apa, yang jelas mas gak mau hal yang dulu terulang kembali. Naura ghayda Az-Zahra Mahesa mas mau bilang kalau mas sangat mencintai kamu baik dulu maupun sekarang rasa itu masih tetap sama. dulu karena mas telat menyatakan perasaan mas ke kamu. kamu di ambil orang maka kali ini mas gak mau kehilangan kamu lagi. Ara mau kan kamu menikah dengan mas." tanya Tama sambil menggenggam tangan Ara.
__ADS_1