Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
107.


__ADS_3

hari ini semua keluarga mau berkumpul di rumah Ara begitu mereka mengetahui kehamilan Ara. termasuk orang tua mas Tama datang dan juga Ara minta di buatkan bubur ketan item sama mamanya mas Tama.


" assalamualaikum."


" walaikum salam." mami, papi dan mas Faris datang duluan.


" gimana sayang sehat?." tanya papi.


" Alhamdulillah sehat pih bayinya juga."


" di jaga ya."


" dek keponakan Abang mana?." tanya bang Faris.


" tuh dia." tunjuk Ara ke si kembar yang baru turun dari tangga.


" opa, Oma ,uncle Faris." teriak mereka dan langsung memeluk opa, Oma dan uncle Faris.


" opa, Oma, uncle Faris kita mau punya adik tau." ucap Devan dan di iyakan sama devin.


" oh ya, wah sekarang sudah jadi Abang ya."


" iya kita sekarang sudah besar sudah jadi Abang."


tak lama muncul orang tua mas Tama.


" assalamualaikum."


" walaikum salam."

__ADS_1


' eyang kung, eyang uti." teriak mereka memeluk orang tua mas Tama.


" wah cucu yang sudah besar ya." ucap papa Lukman.


' iya eyang aku kan udah punya adik di perut mama."


' oh ... mau di panggil apa nih sama adiknya."


" Mau di panggil Abang eyang."


" oke berarti eyang manggilnya Abang Devan dan Abang Devin ya."


" iya eyang."


kami pun mengobrol di ruang tv sambil menikmati bubur ketan hitam buatan mama. setelah itu para pria, Devan dan juga Devin berpindah ke taman belakang. sedangkan para ibu-ibu ke dapur masak permintaan bumi. bumil minta di masakin sayur asem, ikan goreng, tempe, tahu dan juga sambel.


" assalamualaikum." rombongan keluarga bang farrel datang.


" walaikum salam."


" makasih kak aku doain kak nyusul biar kita barengan."


" amin."


" yang lain pada kemana?." tanya bang farrel.


" pada di taman belakang."


" Abang Devan sama Abang Devin mana aunty."

__ADS_1


" sama di taman belakang sayang."


" ayo Freya kita ke taman belakang."


bang farrel dan Freya pun pergi ke taman belakang menyusul yang lainnya.


" udah berapa Minggu dek usia kandungannya." tanya kak Audrey.


" enam Minggu kak."


" mual-mual dek."


" cuma kemarin aja aku mual kan tadi pagi nggak mual. mungkin kemarin ngasih tahu kalau dia sudah ada di perut Ara." sambil mengelus perutnya yang masih rata.


" iya kali dek, syukurlah mudah-mudahan lancar sampai lahiran. cafe biar si Sheila aja yang ngurus dulu. kamu jangan capek-capek."


" cafe sekarang sudah ada yang handel jadi aku sama Sheila sudah gak kelewat repot tinggal cek pembukuan aja kak. soalnya kasihan Sheila biar cepat dapat jodoh jangan sibuk ngurusin cafe."


" betul tuh dek, kak lihat kayanya Sheila lagi dekat sama Riko ya."


" Riko sih sudah ngajakin serius kak cuma sheila masih ragu."


" ragu kenapa dek."


" kan kakak tahu sendiri Riko sama Dita gimana dulu. cinta banget kan si Riko sama Dita jadi Sheila takut cuma buat pelarian Riko dong."


" kenapa takut lagi pula kan Riko sudah putus lama sama Dita. kakak yakin Riko nggak mungkin Sheila cuma jadi pelariannya. mungkin selama proses patah hati nya Riko kan Sheila selalu ada buat dia. mungkin dia nyaman sama Sheila dia coba buka hati dan Nerima Sheila."


" itu yang aku bilang ke Sheila juga kak "

__ADS_1


" mudah-mudahan mereka jodoh, Riko cowok yang baik dan kakak bakal merestui mereka."


" sama aku juga kak."


__ADS_2