
Ara pun keluar kamar mandi dan sudah di tunggu oleh sang suami.
" kenapa mandi nggak bangun aku sih yang." rengek Tama.
" mas tadi tidurnya pules banget."
" ya harusnya kamu bangunin aku yang, aku kan mau mandi sama kamu."
Ara terkejut dengan sikap suaminya saat ini mas Tama yang biasanya dingin, tak banyak bicara, dan kaku. kini mendadak seperti anak kecil yang sedang ngambek karena tidak di kasih permen.
" sekarang mendingan mas mandi, selesai mandi kita sarapan. aku udah lapar." ujar Ara sambil mengeringkan rambut dengan hairdryer.
tapi mas Tama tidak bergerak dari tempatnya membuat Ara geram.
" mas cepetan mandi kamu nggak lihat ini sudah jam setengah sebelas kita belum sarapan bahkan orang-orang sedang menanti jam makan siang sedangkan kita sarapan aja belum." omel Ara.
" tapi mandiin." rengek mas Tama.
" terserah mas Tama aja. mau mandi atau nggak tapi jangan dekat-dekat sama aku dan jangan tidur sama aku." ucap Ara sambil meninggalkan kamar menuju ruang tamu. dia ingin memesan makanan dari dalam kamar aja dia malas kalau harus turun ke resto.
" iya...iya mas mandi." Tama pun akhirnya masuk ke kamar mandi.
dua puluh menit mas Tama pun sudah rapi dengan celana pendek dan kaos putih. Ara pun langsung membuat kopi sebelum makanan datang.
__ADS_1
" mas minta tolong di buka pintunya soalnya aku pesan makanan." ucap Ara.
Tama pun segera beranjak dari duduknya dan Langsung membuka pintu. benar pesanan makanannya datang. karena mereka sudah benar-benar lapar mereka pun langsung menyantap makanannya.
selesai makan mereka pun bersantai duduk sambil nonton tv.
" mas kita cek out jam berapa?." tanya Ara.
" kita ke Singapura kapan?." tanya Tama.
" Kamis malam."
" berarti Kamis pagi kita baru cek out." ucap Tama santai.
Ara pun langsung membulatkan matanya atas jawaban suaminya.
" paking mah gampang."
" Rabu sore kita cek out gimana gak ada tawar-menawar." ucap Ara dia tahu kenapa suaminya ingin berlama-lama di hotel.
" tapi yang."
" terserah mau atau nggak."
__ADS_1
" ya udah deh, yang main lagi yuk." ajak Tama.
Ara pun pasrah menuruti keinginan suaminya. karena itu sudah kewajibannya dan dia juga tidak mau berdosa karena menolak keinginan suaminya.
setelah mendapat lampu hijau Tama pun langsung mengendong istrinya ala bridal style masuk kedalam kamar. dan mereka langung melakukan pergulatan panas entah berapa ronde yang jelas Ara sudah capek melayani ***** suaminya.
selama mereka menginap di hotel rutinitas Meraka hanya meja makan dan ranjang. sore ini mereka berdua akan cek out tapi Tama masih saja merayu agar pulangnya besok pagi. karena Ara mengancam tidak akan memberikan jatah akhirnya Tama pun pasrah.
habis magrib mereka pun keluar dari hotel. Tama mengendarai sendiri mobilnya menyelusuri jalanan ibukota yang lumayan macet hari ini.
" mas makan pecel lele dulu yuk." ajak Ara.
" mau makan dimana?." tanya Tama.
" pecel lele dekat taman kota aja mas."
Tama pun melaju mobilnya menuju warung pecel lele di dekat taman kota. sampai sana tempat yang lumayan ramai Ara dan Tama pun langsung mencari tempat duduk.
" mas mau lele atau ayam." tanya ara
" lele aja."
" di bakar atau di goreng."
__ADS_1
" di goreng aja."
" ya udah aku pesan dulu ya." Ara pun pergi memesan makanannya.