
pagi ini aku di antar oleh mang Diman karena pulang sekolah Dafa akan menjemput untuk pergi cari cincin kawin dan ini pertama kali Ara dan Dafa pergi bersama.
Ara masih menjaga jarak dengan para sahabatnya walaupun sudah tidak mendiamkan mereka tapi Ara sekarang sangat tertutup. bahkan rencana pernikahan para sahabatnya juga tidak tahu.
pulang sekolah Dafa menjemput Ara untuk ke sebuah mall. sampai mall kami langsung menuju toko perhiasan. Setelah menemukan cincin yang pas mereka pun meninggalkan toko perhiasan tersebut.
" kita mau makan dimana?" tanya Dafa.
" terserah aja." jawab Ara.
Dafa pun mengajak aku ke cafe yang ada di mall.
" mau pesan apa Ra?" tanya Dafa.
" aku pesan steak Sama ice lemon tea aja." jawab Ara.
__ADS_1
" udah itu aja." tanya Dafa lagi
akhirnya pesanan mereka datang dan mereka pun menikmati makan siang mereka. selesai makan mereka pun melanjutkan perjalanan ke butik maminya Ara.
" Ra." panggil Dafa
Ara langsung menengok ke Dafa.
" ada apa?" ucap Ara.
" Lo sendiri kenapa mau?" tanya balik Ara.
" gue gak mau melihat mereka kecewa lagi. dulu gue pernah bikin mereka kecewa?." jawab Dafa.
" kecewa Loe bikin kecewa kenapa?" tanya Ara penasaran.
__ADS_1
" dulu gue punya sahabat dekat banget dia sahabat perempuan dan orang tua gue mikir gue pacaran sama dia orang tua gue seneng banget. tapi hari itu dia nyatakan perasaannya ke gue dan secara bersamaan ada perempuan yang gue suka juga tiba-tiba nembak gue juga. gue milih perempuan itu bukan milih sahabat gue. dan ternyata sahabat gue pergi dan setelah sahabat gue pergi. tiba-tiba baru terbongkar perempuan itu cuma mau balas dendam karena iri sama sahabat gue. dan orang tua gue tau dan marah besar, karena udah bikin pertemanan antara orang tua gue sama orang tua sahabat gue hancur. dari itu gue gak mau mengecewakan orang tua gue lagi " cerita Dafa.
" oh...." ucap Ara.
" kalau Loe." tanya Dafa.
" kalau gue." Ara ragu untuk ngomong "tapi Loe jangan marah ya. sebenarnya gue mau nikah sama Loe karena gue pengen keluar dari rumah pergi jauh." ucap Ara Dafa langsung nengok ke Ara.
" maksud Loe mau pergi jauh." tany Dafa binggung.
" semenjak Abang gue nikah dan tinggal di rumah gue. bahkan sebelum mereka nikah orang tua gue berubah selalu membandingkan gue dengan dia. pokoknya apapun yang dia mau orang tua gue langsung mengabulkan. bahkan gue harus pindah kamar karena dia dan orang tua gue langsung mindahin barang - barang gue ke kamar lain tanpa bertanya gue mau atau gak. dan masih banyak lagi. itu membuat gue gak betah di rumah dan pingin pergi." ucap Ara.
tak terasa kami pun sampai butik dan kami langsung mencoba pakaian yang akan kami gunakan saat akad dan resepsi.
hari - hari Ara sangat sibuk seminggu ini dia di sibukkan dengan ujian ke lulusan. sambil mengurus berkas untuk kuliah nanti. karena rencananya Setelah mendapatkan ijazah mereka berdua akan langsung berangkat ke Inggris.
__ADS_1
saat ini Ara hanya berdiam diri di rumah lebih tepatnya di dalam kamar. karena Ara harus di pingit sebelum nikah nanti. karena takut Ara bosan mami pernah menawarkan aku untuk sahabat- sahabatnya datang tapi Ara tidak mau.