
Sampai di ruangan sang mama Devan dan uncle Faris langsung masuk ke dalam dan melihat Ara terbaring lemah.
Devan langsung menghampiri adik perempuannya.
" Caca..." Panggil Devan.
Fasya dan Caca langsung menengok dan menatap sinis Devan dan juga uncle Faris.
" Dek maafin Abang dek kamu jangan membenci Abang. Abang juga sangat sayang mama dek, Abang juga nggak mau kehilangan mama. Sebelumnya Abang sudah kehilangan papa dan sekarang Abang nggak mau kehilangan mama juga." Ucap Devan sambil menangis memeluk sang adik.
Awalnya Caca ingin memberontak saat Devan memeluknya tapi Caca merasakan ketakutan sang kakak akhirnya Caca membiarkannya.
Sedangkan uncle Faris menghampiri Fasya.
" Gimana ceritanya mama kamu bisa seperti ini." Tanya uncle Faris.
Fasya pun menceritakan semua yang terjadi yang membuat mamanya seperti ini.
Uncle Faris dan Devan mencoba menenangkan Fasya dan Caca. Dan uncle Faris juga mencoba untuk memberi pengertian ke Fasya dan juga Caca. Tentang kejadian semua ini.
Bahwa ayahnya tak bermaksud untuk bercerai dengan mamanya. Ayahnya juga syok dengan keputusan yang mamanya ambil.
Dia sangat tahu bagaimana cintanya Tama ke sang adik. Dan nggak mungkin Tama melepaskan sang adik.
Setelah Fasya dan Caca tenang akhirnya uncle Faris menceritakan kenapa ayahnya kekeh mendukung Devin untuk menikahi Mayang.
__ADS_1
Akhirnya Fasya dan Caca mengerti akan sikap ayahnya.
" Baiklah uncle Caca akan maafin ayah tapi aku nggak akan menerima perempuan itu menjadi kakak ipar aku. Kalau bang Devin tetap menikahi perempuan itu. Caca nggak akan menganggap bang Devin sebagai Abang Caca lagi." Ucap Caca.
" Sama Fasya juga karena gara-gara kehadiran perempuan itu keluarga kita yang adem ayem malah jadi berantakan." Ucap Fasya.
Sedangkan di luar Devin tak sengaja mendengar pembicaraan kedua adiknya. Devin amat merasa bersalah dan menyesal karena kekacauan yang terjadi di keluarganya berawal dari dirinya yang membawa Mayang dan ber rencana akan menikahi Mayang untuk menolongnya.
Devin pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruang rawat mamanya. Dan kembali ke ICU ke tempat sang mama di rawat. Malam ini Devin memilih menemani ayah dan opa nya menunggu Oma.
Sedangkan Mayang dan juga yang lainnya kembali ke rumah.
****
Uncle farel datang menghampiri kami.
" Sudah nak."
" Papi dan kamu tam lebih baik istirahat di ruangan Ara. Di ruangannya besar sengaja Faris memesan ruangan yang besar karena Fasya dan Caca tak mau meninggalkan mamanya."
" Adik kamu gimana rel." Tanya papi.
" Sudah siuman hanya masih lemah aja."
" Syukurlah,' Ucap mereka.
__ADS_1
" Tama kamu bicaralah sama Ara, dia hanya kecewa dengan kamu yang tetap mengambil keputusan menikahkan Devin dengan Mayang walaupun Ara tak setuju."
" Buat kamu tam apakah akan tetap menikahkan Devin dengan Mayang setelah semua ini terjadi. Ini belum terlambat tam jangan sampai kamu menyesal kehilangan wanita yang kamu begitu mencintainya."
" Dan juga buat kamu Devin, masih dengan keputusan kamu menolong Mayang dengan cara menikahinya.".
" Nggak tahu uncle Devin bingung."
" Kalau uncle boleh kasih saran kamu bisa menolong Mayang tanpa harus menikahinya. Karena kalau kamu tetap menikahi Mayang apa kamu nggak jadi durhaka sama mama kamu."
" Vin menolong orang yang sedang susah itu baik tapi kalau harus mengorbankan keutuhan keluarga itu namanya bodoh. Dengan kejadian ini uncle kenapa jadi ragu ya dengan Mayang Vin. mama kamu nggak akan semarah ini dan senekat ini kalau mama kamu yakin kalau Mayang itu tidak baik."
" Maaf loh Vin, Kamu sudah selidiki Mayang lebih jauh." tanya uncle farel.
" Devin hanya melihat Mayang di tampar oleh ayahnya dan juga dari cerita Mayang."
" Kamu belum menyelidiki sendiri."
Devin menggeleng.
" lebih baik kamu batalkan niat kamu Vin untuk menikahi Mayang. Lebih baik kamu bantu dia dengan menyewa pengacara untuk melaporkan orang tuanya Mayang ke pihak berwajib."
" Iya uncle semua ini memang salah Devin yang telah membawa Mayang ke keluarga ini." ucap Devin.
" Ya sudah lebih baik kamu bawa opa dan ayah kamu ke ruangan mama kamu. Dan minta maaf lah ke mama dan juga ke adik kamu."
__ADS_1
Akhirnya Devin pun membawa ayah dan opa ke ruangan mamanya.