
pagi hari Ara pun terbangun karena susah bergerak seperti ada yang menindih tubuhnya. saat Ara membuka mata ternyata tangan suaminya memeluk erat pinggang Ara. Ara mencoba mengangkat tangan Dafa pelan-pelan. tiba-tiba Dafa makin memeluk erat tubuh Ara.
" Dafa, awas ih gue mau ke kamar mandi." ucap Ara kesal karena Dafa tidak mau melepas pelukannya.
" bentar lagi Ra." ucap Dafa dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Ara pun akhirnya pasrah dan kembali tidur.
mereka akhirnya bangun karena mama membangunkan untuk sarapan pagi. Ara dan Dafa pun menuju restoran hotel untuk sarapan.
" nah ini dia pengantin baru akhirnya muncul juga." ucap mama Desi ibu mertua Ara. ketika mereka berdua menghampiri meja orang tua mereka.
" selamat pagi semua." sapa Dafa.
" pagi." jawab mereka.
kamipun pergi mengambil makanan untuk sarapan. setelah itu Dafa mengajak ara untuk duduk semeja dengan kedua orang tua mereka.
" nanti kalian mau ikut pulang atau masih masih mau menginap di sini." tanya mama Desi.
" pulang mah." jawab Dafa.
__ADS_1
" ya udah kalau kalian mau pulang nanti mami bilang ke bi Ijah buat beresin kamar kamu." ucap mami
selesai sarapan mereka pun meninggalkan hotel menuju rumah Ara. sampai rumah Ara dan Dafa pun langsung masuk ke kamar Ara.
" daf, kita tinggal disini semalam ini aja. kita tinggal di rumah kami aja." ucap Ara saat mereka telah berada di dalam kamar dan Ara sedang duduk di sofa.
" Ra kita di sini aja ya, aku nggak apa-apa kok tinggal disini.'" ucap Dafa lembut sambil ikut duduk di samping Ara.
" tapi aku yang mau tinggalnya di rumah kamu." rengek Ara
" tapi Ra mami minta sama aku buat tinggal disini sampai kita berangkat ke London. dan sudah mengiyakan." ucap Dafa
" ayolah Daf, kita ke rumah kamu aja." ucap Ara yang masih memohon ke Dafa.
" dengerin aku ya. kamu itu harus bisa ngertiin mami. kamu itu anak perempuan mami satu-satunya yang sebentar lagi akan pergi jauh. nggak akan pernah ada orang tua yang merelakan anaknya pergi jauh. jadi aku mohon kita di sini sampai kita berangkat ke London." ucap Dafa tegas.
Ara kesel dengan Dafa dia pun langsung bangun dari duduknya dan berjalan ke tempat tidur dia menarik selimut nya hingga ke kepala. Dafa hanya tersenyum melihat tingkah istrinya saat ini.
tok...tok...tok
" non Ara maaf dipanggil nyonya buat makan siang." ucap bi Ijah dari luar kamar Ara.
__ADS_1
" iya bi nanti kami akan turun." jawab Dafa karena saat ini Ara sedang tidur.
" Ra, bangun yuk. kita makan siang dulu." ucap Dafa menarik selimut Ara yang menutupi kepalanya.
" kamu aja, aku malas makan." ucap Ara acuh dengan mata masih terpejam.
" gak enak sama mami dan papi mereka sudah nungguin kita." ucap Dafa sambil mengelus pipi Ara.
" kamu aja turun kebawah bilang kalau aku ga mau makan." ucap Ara jutek.
karena istrinya saat ini susah untuk di bujuk. maka Dafa berinisiatif untuk mencium bibir ranum milik Ara.
Ara merasakan ada benda kenyal yang menempel di bibirnya sontak Ara langsung membuka matanya. Dafa yang tahu Ara sudah membuka matanya pun melepas ciumannya.
" kenapa ? " tanya Dafa yang melihat ara sedang melototi dirinya.
" ayo kita turun sudah di tunggu mami papi." ucap Dafa lagi.
Ara masih diam.
" oh kayanya mau lebih dari ciuman ah. kalau kamu kita buat baby aku dengan senang hati." ucap Dafa yang membuat Ara langsung turun dari tempat tidur.
__ADS_1
Dafa hanya geleng-geleng kepala dan sekarang dia tahu apa yang Ara takuti.