
Plak...
Satu tamparan mendarat di pipi Mayang.
Semua orang yang ada di sana langsung menatap kearah mereka. Mereka tak menyangka apa yang mereka lihat.
Mayang di tampar cukup keras dan pelakunya bukan Devin tapi Caca. Caca yang duduk tak jauh dari mereka berdua. Cukup geram dengan apa yang di bicarakan oleh mereka berdua.
" Kamu nampar aku." Ucap Mayang sambil memegang pipinya.
" Iya." jawab Caca sambil menatap tajam Mayang.
" Devin lihat adik kamu dia nampar aku " Adu Mayang
" Kenapa Abang mau ngebelain dia." Kali ini Caca menatap tajam sang kakak.
" Caca..." Panggil sang ayah
" Kenapa ayah juga mau belain wanita ini?. Apa bagusnya wanita ini hingga kalian semua lebih memilih kehancuran keluarga ini hanya untuk menolong dia." tunjuk Caca.
" Caca diam kamu ini rumah sakit."
" Caca nggak akan bisa diam sebelum tahu apa alasan kalian sebegitu kekeh nya menolong wanita itu. Bahkan ayah memilih bercerai dengan mama. Atau jangan-jangan dia anak selingkuhan ayah atau mantan pacar ayah makannya ayah lebih memilih bercerai dari mama." Teriak Caca
" Caca bisa diam nggak kamu."
" Baiklah Caca akan diam Silahkan kalian pilih wanita itu dan lebih memilih kehancuran keluarga ini. Caca benci ayah dan mulai saat ini Caca bukan lagi anak ayah dan jangan anggap Caca anak ayah lagi kalau ayah memilih wanita itu.
." Ucap Caca menatap tajam ayahnya sambil menghapus air matanya.
" Dan juga buat bang Devin mulai hari ini bang Devin bukan kakak Caca lagi. Karena Caca nggak punya kakak yang lebih memilih membuang ibu kandungnya hanya karena sampah. Semoga bang Devin cepat sadar sebelum mama benar-benar pergi selamanya." kata-kata yang menusuk yang di lontarkan oleh Caca.
__ADS_1
" Puas kamu ambil semuanya." ucap Caca ke Mayang.
Setelah itu Caca pun langsung berlari pergi.
" Caca ...." teriak mereka.
" Silahkan kalian berbahagia menikmati kehancuran keluarga ini. Fasya kecewa sama ayah, Fasya akan ikut Caca pergi dan mulai saat ini Fasya juga bukan anak ayah lagi." ucap Fasya pergi mengejar Caca
Mas Tama langsung lemas mendengar pernyataan kedua anaknya. bagaimana tidak sebelumnya sang istri menggugat cerai dan memilih pergi. Hanya karena dirinya tetap melanjutkan rencana pernikahan Devin dan Mayang tanpa peduli penolakan sang istri.
Mas Tama berpikir nanti setelah menikah mau tak mau istrinya akan menerima semuanya. Yang di dalam benak mas Tama hanya menolong Mayang. Tapi ternyata dampaknya seperti ini, Keputusan sang istri tidak hanya mengagetkan dirinya tapi mama mertuanya. Yang pada akhirnya mami mertuanya mengalami serangan jantung.
Kini kedua anak kandungnya pergi dan tak menganggap dia sebagai ayahnya lagi. Putri satu-satunya dan sangat dia sayangi mendadak begitu membenci dirinya.
Mas Tama sungguh tak sanggup menerima semua ini dan tak lama mas Tama pun tak sadarkan diri.
" Ayah..."
Devin yang ingin mengejar kedua adiknya di urungkan karena Opanya juga mendadak langsung lemas. Opanya benar-benar syok dengan semua yang terjadi.
Bintang pun pergi mengikuti sang suami ke IGD.
*****
Caca terus saja berlari meninggalkan rumah sakit. Caca terus saja berlari sambil menangis menyelusuri jalanan tanpa tahu arah tujuan. Dirinya benar-benar kecewa dengan ayah dan juga abangnya.
Fasya langsung mencari keberadaan sang adik. Beruntung tak berapa lama Fasya pun melihat adiknya terus berlari. Fasya pun segera mengejar dirinya tak mau kehilangan jejak sang adik.
Sedangkan Caca terus saja berlari tanpa memperdulikan sekitarnya. Caca pun menyebrang jalan tanpa melihat kanan dan kiri. Ternyata ada sebuah mobil yang melaju kencang.
Fasya yang melihat itu berteriak memanggil Sang adik.
__ADS_1
" Caca awas mobil." teriak Fasya
Spontan Caca pun langsung menengok dan benar saja ada sebuah mobil yang akan menghantam tubuhnya. Caca saat itu hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi. Persekian detik Caca hanya berdua semoga dengan kepergiannya. Ayah dan mama nya bisa bersatu kembali. Dan Caca pun sudah bersiap tubuh untuk di hantam mobil
Caca pun memejamkan mata, Tapi tiba-tiba tubuhnya di dorong kencang. Dan Caca pun jatuh tersungkur di jalanan beraspal. Caca masih enggan membuka matanya karena dia tidak merasakan benturan dengan mobil.
Tapi tak lama caca langsung membuka matanya saat mendengar suara abangnya.
****
Fasya yang melihat adiknya hampir di hantam mobil. Dirinya segera berlari untuk menyelamatkan Caca.
Tiba-tiba entah dari mana Fasya melihat ada orang yang mendorong Caca. Dan setelah itu orang itu pun dihantam mobil.
Fasya Hanya bisa berdiam karena tiba-tiba kakinya kaku untuk berjalan.
" Naura bangun Naura ...tolong ...tolong panggilkan ambulance." Ucap wanita yang menangisi wanita yang menyelamatkan Caca.
Fasya pun langsung tersadar dan Fasya langsung mendekat bagaimana pun orang tersebut mengorbankan diri menyelamatkan Caca.
Tiba-tiba lutut Fasya mendadak lemas saat melihat wanita yang menyelamatkan Caca.
" Mamaaaa..." Teriak Fasya langsung memeluk sang mama yang berlumuran darah.
" Mah...mama bangun mah.'
Caca yang mendengar teriakan abangnya menyebutkan kata mama. Caca pun segera bangun dan berjalan menghampiri abangnya. Walaupun dirinya harus berjalan tertatih karena Caca juga terluka.
Caca langsung histeris saat tahu wanita yang terluka karena menyelamatkan dirinya adalah sang mama.
Beruntung karena lokasi kecelakaan tak begitu jauh dari rumah sakit. Jadi ambulance pun segera datang dan langsung membawa mama ke rumah sakit.
__ADS_1