
Ara dan Dafa saat ini sedang berada di taman tidak jauh dari kompleks rumah Ara. Karena bukan weekend jadi tidak begitu banyak yang berolahraga di taman biasanya kalau weekend banyak yang beraktivitas di sana.
" Istirahat dulu daf." Ucap Ara sambil duduk di bangku taman.
" Aku beli minum dulu ya." Dafa pun pergi membeli minum.
Dafa pun kembali.
" Nih." Ucap Dafa memberikan botol air mineral yang sudah terbuka.
" Makasih." Jawab Ara dan meneguk minumannya.
" Yang kamu sering lari pagi di sini." Tanya Dafa.
" Kalau weekend." Jawab Ara.
" Sama siapa?" Selidik Dafa.
" Sama bang Faris, bang farel tapi lebih sering sama Riko." Jawab Ara
" Riko..., Siapa pacar kamu?" Tanya riko dengan nada kesal.
" Oh Riko, Riko itu sahabat aku. Dia udah punya pacar dan pacarnya itu sahabat aku juga. Lagi kita nikah mereka datang." Ucap Ara.
Mereka pun tidak meneruskan larinya mereka hanya duduk di bangku taman menikmati suasana taman yang sejuk.
" Yang pulang yuk." Ajak Dafa.
" Kita sarapan lontong sayur dulu di ujung sana." Ucap Ara.
" Sarapan di rumah aja kasihan mami udah bikin sarapan buat kita." Ucap Dafa.
" Ya udah kalau kamu mau pulang, aku mau sarapan lontong sayur sendiri aja. Nggak tau lagi kapan bisa makan lontong sayur." Ucap Ara berlalu pergi meninggalkan Dafa.
" Yang tunggu dong. Ya udah aku ikut kamu makan lontong sayur." Ucap Dafa sambil menggenggam tangan Ara.
__ADS_1
Mereka pun sampai di tempat lontong sayurnya.
" Daf kamu mau pakai telor gak." Tanya Ara.
" Boleh. Rame juga ya yang beli." Ucap Dafa yang melihat banyak orang yang sarapan lontong sayur.
Ara hanya mengangguk.
" Mang lontong sayurnya 2 yang satu biasa ya mang dan yang satu lagi komplit." Ucap Ara.
" Siap neng Ara." Ucap mang Udin si penjual lontong sayur yang sedang sibuk melayani pembeli.
" Daf kita duduk di sana aja." Ara dan Dafa pun duduk di bawah pohon.
" Ini neng Ara pesanannya." Ucapan teh Mina istri mang Udin.
" Makasih teh Mina." Ucap Ara
" Sama-sama neng, tumben gak sama si kasep Riko." Ucap teh Mina.
" Suami neng Ara kapan nikahnya kok teh Mina gak tahu." Ucap teh Mina kaget
" Baru berapa hari teh." Ucap Ara.
" Wah pengantin baru dong, selamat ya semoga menjadi keluarga yang samawa." Ucap teh Mina.
" Makasih teh, ini sekalian aja teh di bayar sekarang biar nanti Ara langsung pulang." Ucap Ara sambil memberikan uang ke teh Mina.
" Nuhun neng, teteh permisi kalau begitu." Teh Mina pun pergi.
Ara dan Dafa pun menikmati lontong sayur sambil bercerita. Selesai makan mereka pun pergi meninggalkan taman untuk pulang. Tapi di yang jual kue cubit Ara pun ingin membelinya.
" Daf aku mau beli kue cubit dulu kamu mau gak." Tanya Ara.
" Gak deh, kamu aja." Jawab Dafa.
__ADS_1
" Mang kue cubit nya 1 porsi setengah matang ya.'" ucap Ara.
" Tunggu sebentar ya neng." Ucap si mamang tukang kue cubit.
" Neng ini pesanannya." Ucap si bungsu tukang kue cubit sambil memberikan 1 kotak kue cubit.
" Berapa mang?." Tanya Ara.
" 10 ribu neng." Ara pun memberikan uang pas
Mereka pun pulang ke rumah.
" Assalamualaikum." Ucap kami saat masuk rumah.
" Walaikum salam." Jawab mereka serempak yang sedang sarapan.
" Sini gabung kita sarapan." Ucap mami.
" Gak mi tadi kita sudah sarapan lontong sayur.?" Jawab Dafa.
" Ya sudah kalau begitu."
" Dek itu kayanya kue cubit ya?" Tanya mbak Nadia.
" Iya." Jawab Ara singkat.
" Mas Faris aku mau itu." Ujar mbak Nadia sambil menunjuk kantong yang aku bawa.
" Nanti kita beli ya!." Ucap bang Faris.
" Aku mau itu aja. Kalau beli lama." Ucap mbak Nadia sambil mengambil kantong yang aku bawa.
" Mbak nadia itu kan punya Ara." Ucap Ara kesel karena kue cubit nya di ambil.
" Dek bisa gak jangan ribut biarin aja buat mbak mu." Ucap papi.
__ADS_1
Ara pun bergegas naik ke atas dengan perasaan kesel. Dafa yang melihat Ara naik ke atas dia pun pamit menyusul Ara.