
" ini dia yang di tunggu." ucap sakti saat melihat mika dan Nandes datang.
" sorry ya Tadi Nandes nunggu mika dulu." ucap mika nggak enak dengan yang lain.
" ya ilah mik, gue becanda kali." ucap sakti.
" sudah-sudah nih oleh-oleh dari mika mau nggak." ucap Nandes sambil memberikan paper bag ke mereka
" tentu saja gue nggak akan nolak." ucap sakti.
Mika dan Nandes pun langsung duduk bergabung dengan mereka di gazebo. mereka mengobrol tentang rencana mereka membuat cafe. mereka sangat antusias tapi tidak dengan Jonathan dia terlihat tak bersemangat.
" Nat Lo kenapa?." tanya mika.
" biasa ayang beb nya lama." celetuk Nandes.
" siapa ayang beb nya.?" tanya mika lagi yang penasaran.
" udah Vin samperin tuk ade Lo." ucap sakti.
" Lo suka Caca Nat."
" sialan Lo emang gue pedofil." jawab Jonathan sewot.
__ADS_1
" Freya sayang bukan Caca."
" ya maaf gue nggak tahu."
" ya udah gue samperin dulu si Freya paling dia ketiduran." ucap Devin bangun dari duduknya dan pergi dari sana.
Sedangkan Freya sebenarnya sudah datang tapi saat masuk rumah aunty nya Freya melihat Fasya dan Caca sedang membuat Lego jadi lupa dia menghampiri yang lainnya karena asik menyusun Lego.
Devin yang pergi ke rumah aunty Audrey menjemput Freya ternyata Freya sudah datang ke rumahnya dari setengah jam yang lalu. Devin pun bergegas masuk dia masuk ke dalam rumah tidak lewat pintu samping seperti tadi di berangkat ke tempat aunty nya. Dan benar saja Devin melihat Freya sedang asik menyusun balok Lego.
" Freya kamu ngeselin banget deh." sembari duduk di samping Freya.
" kenapa sih bang datang marah-marah." kata Freya tanpa dosa.
" kamu tuh di tungguin sama yang lain Abang habis dari rumah kamu kata aunty kamu udah jalan. tau nggak Abang Cape tau jalan eh malah kamu asik di sini. ayo ke taman belakang udah di tunggu." omel Devin.
" ini dia nih yang di tunggu lama amat sih Frey." ucap Nandes
" aduh Frey hampir saja singa ngamuk." bisik mika. Jonathan sama seperti di kembar kalau marah nyeremin menurut mika.
" apaan gue nyamperin dia ke rumahnya dia malah lagi asik main Lego sama Caca dan Fasya padahal dia udah datang dari setengah jam yang lalu."
" sudah, Freya tuh Nathan mau ngomong sama kamu katanya " ucap Devan datar.
__ADS_1
" bang Nathan mau ngomong sama Freya."
" iya Frey, kita bicara di sana aja ya." tunjuk Jonathan ke bangku panjang dekat lapang.
Freya mengiyakan mereka pun berjalan mendekat ke bangku pinggir lapangan basket.
" mau ngomong apa bang."
" gini Frey, mungkin abang bukan cowok yang romantis tapi asal Freya tahu Abang tulus dengan perasaan Abang. Abang udah menyukai Freya dari Freya kelas dua SMP tapi Abang ngerti belum saatnya kasih tahu kamu tentang perasaan Abang. tapi maaf sekarang Abang nggak bisa tunggu lagi Freya kamu mau nggak jadi pacar Abang." ucap Jonathan.
sedangkan Freya hanya diam mematung dia kaget tentang pernyataan cinta Jonathan ke dirinya.
" kalau Freya nggak suka sama Abang, Freya nggak usah nggak enak hati Abang nggak akan memaksa." ucap Jonathan lesu karena melihat Freya yang sepertinya nggak menyukainya.
" ka...kata siapa ?. sebenarnya Freya juga suka sama Abang Nathan tapi Freya takut Abang cuma menganggap Freya sebagai adik aja nggak lebih." ucap Freya malu.
" jadi kamu mau jadi pacar bang Nathan."
Freya hanya mengangguk, Jonathan yang melihat anggukan kepala Freya langsung mengacak rambut Freya
" Abang ih rambut Freya jadi acak-acakan tau "
" biarin aja."
__ADS_1
" ih ngeselin."
tak lama kedua sejoli pun kembali bergabung dan mereka pun memberikan selamat kepada Freya dan Jonathan.