
Malam hari Devan menghampiri ayahnya yang sedang berada di ruang kerjanya.
Tok...tok..
Ceklek
Devan masuk kedalam ruangan kerja ayahnya.
" Ada apa Van.?" tanya mas Tama ketika Devan masuk ruang kerjanya
" Ayah sibuk ga?." tanya Devan
" Nggak kenapa? " tanya mas Tama sambil tetep memerhatikan layar laptopnya
" Yah Abang mau serius sama bintang." ucap Devan sedikit gugup.
" Terus.." ucap mas Tama yang menatap anaknya serius.
" Devan mau melamar dan nikahin bintang yah."
" Sudah dibicarakan sama bintang." tanya ayah.
__ADS_1
" Belum yah, Devan mau ngasih surprise ke bintang."
" Van ini urusannya masa depan kamu dan bintang. Bukan ayah nggak mendukung kamu, kamu anak ayah dan bintang adalah keponakan ayah. Ayah sangat sayang sama kalian, tapi kamu maupun bintang pasti punya mimpi yang ingin di capai " mas Tama menjedah ucapannya dia melihat reaksi Devan menundukkan kepalanya.
" Van.." panggil mas Tama.
" Iya yah." jawab Devan mengangkat wajahnya menatap mas Tama.
" Kamu baru lulus, baru mau penempatan, karier mu sebagai abdi negara baru di mulai. Kenapa tidak kamu nikmati dulu awal karier mu, siapkan mental kamu ingat kamu milik negara. Kamu bisa sewaktu-waktu di pindah tugaskan kapan saja. Apakah kamu siap meninggalkan bintang untuk bertugas. Jangan sama kan berumahtangga dengan pacaran. Kamu sama bintang kalau soal LDR-an mungkin kamu sama bintang nggak usah bi pertanyakan. Selama ini kamu terbiasa LDR-an, tapi semua akan beda setelah menikah. berapa lama bintang koas?"
" Sekitar satu setengah tahun sampai dua tahun." ucap Devan.
" Baru setengah tahun yah."
" Masih butuh setahun sampai setahun setengah buat bintang selesai koas. Setelah ini bukanya bintang juga harus melakukan internship atau magang. Dan setelah itu bintang akan mengambil spesialis anak sesuai cita-citanya menjadi dokter anak. Biarkan bintang menjalani koas nya dulu setelah itu baru kalian memikirkan soal pernikahan."
" Tapi kan kamu bisa tunangan terlebih dahulu untuk mengikat bintang." ucap mas Tama menegang anaknya yang sedikit sedih.
" Iya yah."
" Kalau nggak kamu obrolin dulu sama bintang, bagaimana baiknya?. Kalau bintang mau menyelesaikan koas nya. Ayah akan bilang ke om langit mengenai pertunangan kalian. Tapi kalau bintang nggak masalah di nikahi sam kamu. Ayah yang akan melamar bintang buat kamu."
__ADS_1
" iya yah, nanti Devan ngomongin ke bintang. Kalau gitu Devan balik ke kamar dulu yah." pamit Devan.
keesokan harinya Devan menjemput Bintang, Devan sudah berada di parkiran rumah sakit. Jam sudah menunjukkan pukul setengah empat dan Bintang akan selesai tugas pukul empat sore.
Pukul setengah lima Bintang baru selesai tugasnya. Dia pun langsung bergegas membereskan barang-barangnya dan bergegas pulang. Bintang berjalan terburu-buru keluar rumah sakit.
" Bintang Lo kenapa sih buru-buru gitu.' tanya adam mengejar Bintang
" Sorry dam gue duluan udah di tungguin di parkiran." ucap Bintang berlalu pergi.
Adam yang menyukai Bintang memilih mengikuti Bintang karena penasaran siapa yang di temui bintang.
Adan adalah Teman baru bintang sesama koas di rumah sakit sejahtera. Sebenarnya Adam memiliki perasaan sama bintang. Makanya Adam berusaha terus untuk mendekati Bintang. Sedangkan bintang biasa saja karena sudah ada Devan di hatinya.
Adam terus mengikuti Bintang sampai parkiran. Adam melihat bintang menghampiri mobil Pajero hitam. Bintang mengetuk kaca mobil setelah itu Bintang masuk kedalam mobil. Adam pun terus melihat bintang sampai mobil yang di tumpangi bintang meninggalkan parkiran rumah sakit.
" Bintang sama siapa? sepertinya dengan cowok? apa dia pacarnya bintang? tapi kalau benar nggak masalah selama janur kuning belum melengkung dia masih punya kesempatan untuk merebut Bintang." gumam Adam dalam hati.
Tok..tok..
Jendela mobil Devan di ketuk Devan yang sedang serius membaca email di ponselnya kaget. Dia pun menengok siapa yang mengetuk kaca mobilnya,
__ADS_1