
satu jam kemudian merekapun sampai di sentosa island. setelah cek in mereka semua menuju kamar masing-masing. saat masuk kamar kedua anaknya tabjuk karena mereka bisa melihat ikan di aquarium besar dari dalam kamar.
" Devin lihat aquariumnya besar?." Devan langsung berlari ke kaca aquarium.
" iya kak lihat ikannya banyak." timpal Devin.
" kalian senang gak?." tanya Tama yang menghampiri kedua anak sambungnya. dan mereka duduk depan kaca aquarium dengan terus tersenyum senang.
Ara tidak kalah senang melihat mas Tama begitu menyayangi anak-anaknya.
" Dafa semoga keputusan aku menikah dengan mas Tama tepat. dan semoga kamu tenang di sana. aku percaya kalau melihat mereka seperti itu kamu pasti tersenyum di atas sana?. maaf Dafa bukan aku mau menggantikan posisi kamu dengan mas Tama. posisi kamu tetap sama di hati aku dan anak-anak kamu adalah suami dan ayah terhebat buat aku dan anak-anak. I LOVE YOU Dafa Alfarizi putra prawira." gumam Ara dalam hati.
anak dan suaminya sedang menikmati aquarium besar. Ara memilih membereskan barang-barangnya. menjelang makan malam mereka pun pergi ke restoran yang tidak jauh dari hotel. selesai makan kami jalan-jalan sebentar di sekitar hotel.
kami pun menuju air mancur dan kalau malam sangat indah karena di hiasi lampu warni warni yang memperindah air mancurnya. tiba-tiba tangan Ara di genggaman dan Ara tahu siapa pemilik tangan tersebut.
__ADS_1
" romantis ya suasananya. gak mau misah aja dari mereka biar kita bisa pacaran." bisik Tama dan mendapatkan hadiah cubitan di pinggang Tama.
" awh.... sakit yang."
" lagian ngeselin."
" maaf yang. tapi beneran romantis kan?." tanya Tama. Ara hanya mengangguk.
hampir tengah malam akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali ke hotel.
sampai hotel Ara langsung menyuruh Tama dan anak-anaknya untuk segera bersih-bersih. setelah itu baru dirinya yang masuk kedalam kamar mandi.
mas Tama yang tahu Ara mendekat memberi isyarat kalau jangan mendekat karena anak-anaknya belum pulas. maka Ara langsung naik ke tempat tidur menunggu mas Tama menidurkan Devan dan Devin. karena lelah Ara pun ketiduran karena capek dan Ara mulai terusik saat mas Tama memeluk dan mulai menciumi belakang kuping Ara.
" mas.... ihs."
__ADS_1
" yang aku pengen." bisik mas Tama.
" ada anak-anak mas." ucap Ara
" pindah ke lantai atas aja."
" mas aku sudah ngantuk tahu."
" yang nolak suami dosa Lo." ucap mas Tama.
mas Tama pun tersenyum senang saat Ara bangun dari tidurnya dan turun dari tempat tidur menuju lantai atas. Tama hanya mengekor di belakang sang istri Sambil terus tersenyum.
" satu ronde aja aku capek banget tahu." rengek Ara.
" gak janji." jawab Tama dan langsung ******* bibirnya Ara agar Ara tak bisa protes.
__ADS_1
Ara yang sudah tidak bisa protes akhirnya pasrah menuruti kemauan sang suami. di saat yang lain sedang pulas tertidur sepasang suami istri ini sedang berolahraga malam.
malam berganti pagi Devan dan Devin yang bangun lebih dulu langsung menghampiri Ara yang masih tidur pulas sambil berpelukkan dengan tama. mereka baru tidur habis subuh.