
" Ra, mas mau nanti sehabis nikah mas mau bawa kamu dan anak-anak tinggal di rumah mas." ucap Tama sambil menggenggam tangan Ara.
" mas Ara sebelumnya minta maaf bukannya Ara nggak mau tapi kan di rumah papa Lukman sudah ada Anggia dan suaminya yang tinggal di sana juga." ucap Ara yang hati-hati karena tidak enak dengan mas Tama, Ara takut mas Tama tersinggung.
" ha...ha...ha..." Tama tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Ara.
" kenapa mas malah ketawa." Ara menatap Tama heran.
" kamu kok lucu sih." Tama masih tertawa melihat Ara yang sebal karena di ketawain olehnya.
" emang mas bilang mau bawa kamu ke rumah mama dan papa setelah kita nikah."
Ara hanya menggelengkan kepalanya.
" Alhamdulillah mas sudah membeli rumah dari hasil kerja keras mas. walaupun tidak besar insyaallah nyaman buat kita tempati bersama anak-anak kita. setelah menikah mas ingin bawa kamu, Devan dan juga Devin untuk tinggal bersama mas di rumah itu. kamu mau kan"
" insyaallah mas, Ara akan ikut kemanapun suami Ara pergi, jadi Ara pasti mau tinggal sama mas Tama apalagi rumah itu di beli oleh suami Ara dengan hasil jerih payahnya sendiri." ucap Ara tersenyum ke Tama.
__ADS_1
" makasih ya."
tak lama pesanan mereka pun datang. mereka pun menikmati pesanan mereka. setelah selesai makan Tama dan Ara pun melanjutkan perjalanannya.
" Ra, sebelum pulang beli sesuatu dulu buat Devan sama Devin. mas ingin beli mainan Sama makanan buat mereka." ucap Tama.
" mas mau beliin mainan buat mereka." tanya Ara.
" iya, ucapan terimakasih karena sudah meminjam mamanya berapa hari ini. pasti sebel mamanya sibuk."
" tentu mereka anak laki-laki mas tidak akan memanjakan mereka."
Tama pun berhenti di sebuah toko mainan. Ara dan Tama pun masuk ke dalam..
" Ra, mereka lagi suka mainan apa?." tanya Tama
" mereka lagi suka main tembak-tembakan."
__ADS_1
" wah kayanya bakal jadi penerus di militer nih."
" awalnya anak-anak suka mobil tapi semenjak sering ketemu bang farrel mereka jadi suka main tembak-tembakan biar jadi penembak jitu katanya. itu ulah bang farrel karena anak di cewek dan dia racuni Devan dan Devin biar jadi tentara hebat kaya dia katanya. sebel ga tuh." ucap Ara.
" yah gak apa-apa, lagian opa, kakek, eyang, omnya dan mas tentara sudah pasti ingin ada penerus, apalagi om Gilang dulu ingin banget Dafa masuk militer tapi Dafa nggak mau siapa tahu kalau Devan dan Devin masuk militer om Gilang senang karena ada penerusnya."
ucap Tama.
" iya juga sih mas, tapi Ara terserah mereka aja."
" kalau yang ini gimana?" tanya Tama memperlihatkan mainan tembak-tembakan.
" bagus mas mereka juga belum punya."
" ya sudah kita ke kasir." Tama pun membayar mainan ke kasir.
keluar dari toko maina mereka masuk toko donat yang berada di sebelahnya. setelah itu baru Tama mengantar Ara pulang ke rumah. sampai rumah Ara mengajak Tama untuk mampir dulu memberikan mainan yang tadi di beli secara langsung.
__ADS_1