Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
146.


__ADS_3

mas Tama dan Ara memutuskan hari ini ingin jalan-jalan di sekitar Yogyakarta seharian ini. Ara juga sudah memberi tahu kepada anak dan keponakannya. Ara dan mas Tama pun turun ke bawah untuk sarapan tapi sebelum mereka membangunkan anak dan keponakannya.


saat Ara dan mas Tama sedang sarapan datanglah anak dan keponakannya.


" pagi om, Tante apa kabarnya?." tanya Jonathan.


" Kami baik Nathan, kamu sendiri gimana? pasti mulai sibuk ya semenjak gabung dengan perusahaan papi kamu." tanya mas Tama.


" ya begitu lah om, mau nggak mau ya karena anak papa cuma dua aku sama bang Daniel. sedangkan bang Daniel sudah nikah dan mengurus perusahaan papi yang ada di luar negeri. nggak mungkin Nathan ngebiarin papi terus kerja sedangkan dia sudah tua." jelas Nathan.


" itu baru laki-laki harus bisa mengambil tanggung jawab."


" ayo kalian sarapan dulu setelah itu kita jalan-jalan." ucap Ara.


selesai sarapan kami pun pergi ke candi Prambanan. menuruti permintaan Freya dan Caca jadilah kami ke sana. memakan waktu kurang lebih hampir satu jam kami pun sampai dicandi Prambanan. Freya dan Caca yang paling antusias, mereka berdua sangat bahagia.


" ya udah, silahkan kalian nikmati liburan kalian ayah dan mama nanti nunggu kalian disini." ucap mas Tama.


" kok gitu ya." protes Caca


" mama sama ayah ngikutin kalian bisa gempor tahu." ucap Ara.


" iya lagian kita juga mau pacaran, biar nggak kalah sama nathan dan Freya." ucap mas Tama.


" ih uncle kenapa jadi Freya yang dibawa-bawa." protes Freya


" udah sana." usir Ara.


Ara dan mas Tama juga ikut menikmati keindahan candi Prambanan.


" nanti mas harap kamu jangan tunjukkin sikap keberatan kamu kalau seandainya mereka tugas jauh. kamu nggak kepingin kan melihat mereka tugas tapi yang di pikiran mereka itu kamu. jangan beratkan mereka." jelas mas Tama.


" iya mas, ya namanya juga seorang ibu."


" iya mas tahu. tapi mereka sudah besar punya tanggung jawabnya sendiri. tugas kita hanya mengawasi dan menegur mereka kalau mereka salah jalan." ucap mas Tama.


" iya aku mengerti."


tak lama Devan menelpon Ara.

__ADS_1


" assalamualaikum, mah."


" walaikum salam, ada apa nak."


" mama lagi dimana mama nggak lupa kan besok kita wisuda? mama juga jangan lupa ajak bintang? mama berangkat kapan?."


" udah bang, mama binggung jawabnya."


" maaf mah."


" Devin sama kamu."


" iya di sebelah Abang."


" ganti Videocall aja."


panggilan pun berganti dengan video call. terpampang wajah kedua jagoannya


" ayah, mama." panggil Devin tersenyum melihat wajah kedua orang tuanya.


" mama sama ayah ngga lupakan." tanya Devin.


" mama sudah ada di yogyakarta.' tanya mereka.


" iya."


" mama cuma berdua sama ayah aja."


" niatnya ayah begitu biar bisa bulan madu. tapi kamu tau sendiri si princess nggak akan mau ketinggalan." ucap mas Tama.


" cuma sama Caca aja terus Caca mana?."


" nggak ada Fasya, bintang sama Freya. oh iya ada Jonathan juga."


" ada Nathan juga mah."


" iya."


" oh iya mah, yah sampai ketemu besok."

__ADS_1


mereka pun mengakhiri panggilan telponnya.


********


pagi ini Ara dan keluarga sudah berada di Magelang di tempat wisudanya Abang kembar. rangkaian acara berjalan dengan lancar Devan dinobatkan sebagai lulusan terbaik dan itu membuat Ara dan mas Tama bangga. begitu juga dengan bintang juga dengan bintang dia begitu bangga dengan pencapaian sang kekasih.


kini saatnya mereka menghampiri Devan dan Devin. Ara memeluk Devan sedangkan Devin memeluk mas Tama.


" selamat ya nak sudah lulus, dan mama bangga Abang jadi lulusan terbaik." ucap Ara.


" terima kasih mah semua ini berkat mama, ayah, papa dan semua keluarga yang udah mendukung Abang sampai saat ini Abang nggak mungkin bisa meraih semua ini tanpa doa dan dukungan dari mama dan ayah." ucap Devan.


" selamat ya boys sudah lulus, dan tugas negara sudah menanti mu. ingat negara dan senjata jadi nomor satu bagi prajurit Bukan lagi mama dan ayah kamu harus ingat itu." ucap mas Tama ke Devin.


" makasih yah, Abang nggak pernah lupa semua nasihat ayah. dan Devin juga mau berterima kasih sama ayah, ayah memang bukan ayah kandung aku dan bang Devan tapi kasih sayang dan perhatian ayah yang selalu aku merasa ayah adalah ayah kandung kami. sekali lagi maka sih yah."


" sama-sama nak, saat ayah menikahi mama kamu ayah sudah janji akan mengambil tanggung jawab papa Dafa untuk menjadi ayah kandung kamu supaya kalian tidak merasa kehilangan sosok ayah."


kini gantian Devan meluk mas Tama dan Devin memeluk Ara.


" selamat ya nak, mama bangga sama kamu."


" makasih mah, Devin nggak tahu harus bilang apa? yang pasti Devin bangga punya mama, ayah dan papa Dafa yang selalu mensupport dan selalu ada buat kami berdua."


" sama-sama nak."


" selamat boys menjadi lulusan terbaik, ayah bangga."


" terima kasih yah, terimakasih atas kasih sayang dan perhatiannya terhadap aku dan Devin. walaupun aku dan Devin bukan anak kandung ayah tapi ayah selalu menganggap kami sebagai putra kandung ayah."


" kamu ngomong apa sih bang, kamu dan Devin anak ayah kalian lahir dari rahim seorang wanita yang amat ayah cintai. berarti ayah ya ayah kalian. jadi jangan pernah berpikir bahwa kalian hanya anak sambung ayah karena kalian sama dengan Fasya dan Caca terlahir dari rahim yang sama, dari rahim wanita hebat seperti mama kamu."


kini Devan memeluk bintang.


" selamat ya bang."


" makasih sayang, sudah setia menunggu Abang. Abang janji setelah ini Abang akan terus ada di sini kamu kecuali tugas negara memanggil Abang."


" amin, semoga kita bisa selalu bersama selamanya."

__ADS_1


setelah itu Devan dan Devin bergantian memeluk Fasya, Caca, Freya dan juga sahabat mereka Jonathan.


__ADS_2