
Hari ini ara pulang ke rumah habis Dzuhur setelah tiga hari pergi ke solo. Saat masuk ke dalam rumah. Ara kaget karena ada wanita yang sedang duduk sambil nonton TV.
" Bi mana jus saya." Teriak wanita itu.
Tak lama bi Sumi pun muncul membawa nampan berisikan jus dan juga camilan.
" Lama banget sih, Bisa kerja nggak sih." omel wanita itu.
" Maaf non."
" Udah sana." usirnya.
Tapi saat bi Sumi ingin kembali ke dapur BI Sumi melihat Ara pulang.
' Eh...ibu sudah pulang." Ucap BI Sumi menghampiri Ara.
" Iya bi."
" Sini bibi bawa kopernya ke atas."
Wanita itu begitu tahu ke hadiran Ara langsung menghampiri Ara dan mencium tangan Ara.
" Hallo Tante kenalkan saya Mayang calon istrinya Devin." Ucapnya
" Oh iya, Maaf ya Tante tinggal dulu mau istirahat."
" Oh iya Tante."
Ara pun pergi ke kamarnya tapi sebelumnya Ara meminta bi Sumi untuk mengantarkan makan siang ke kamarnya.
Sampai kamar Ara langsung bersih-bersih setelah itu menunggu BI Sumi datang. Tak lama bi Sumi datang membawa makan siang Ara.
" bi, Devin kapan pulang ke sini?." Tanya Ara.
" Ibu berangkat nggak lama den Devin pulang sama calon istrinya."
" Dan wanita itu menginap di sini."
" Iya Bu."
" kalau minta sesuatu dia nyuruh BI Sumi kaya tadi."
__ADS_1
" Maaf Bu, saya bukannya mau menjelekkan calon menantu ibu tapi sikap nya udah kaya nyonya besar."
" Ya udah makasih bi."
Begitu BI Sumi keluar Ara menyuruh orang untuk mencari tahu siapa Mayang.
Malam harinya setelah makan malam semuanya di minta kumpul di ruang keluarga. Ada mami dan papinya juga di sana, dan ara sudah menebak apa yang mereka akan bicarakan.
" Oh iya saat kamu ke solo Devin datang membawa Mayang ke rumah dan dia bilang akan menikahi Mayang." Ucap mas Tama. membuka pembicaraan.
" Kenapa nggak ada yang bilang sama aku?."
" Karena kamu nggak ada di sini."
" Terus apa gunanya telpon yang kalian punya." Ucap Ara dingin.
" Iya mas minta maaf, mas pikir harus bicara langsung sama kamu."
" Terus sejak kapan kamu punya pacar nggak bilang mama." Tanya Ara ke Devin.
" Jadi gini sayang mas jelasin, Mayang ini Teman sekolah Devin dulu. Mereka nggak pacaran, Devin memutuskan untuk menikahi Mayang karena Mayang mau di jual oleh orang tuanya. Jadi buat melindungi Mayang Devin akan menikahi Mayang. Jadi rencananya Hari Minggu mereka ijab qobul dulu baru mengajukan nikah kantor."
" Apa hari Minggu mereka menikah dan nggak ada yang bilang atau yang minta pendapat aku, Bagus kalian semua."
" Aku nggak setuju dan nggak akan merestui."
" Kamu jangan egois harusnya kamu bangga anak kamu menolong orang." ucap mas Tama meninggi.
" Iya aku memang egois, Terus kalian apa aku yang ngelahirin tapi aku yang nggak kalian anggap."
" Kamu jangan mikirin diri kamu sendiri bagaimana kalau hal ini terjadi sama Caca ingat kamu juga punya anak gadis." bentak mas Tama
Ara cukup kaget selama menikah ini pertama kalinya mas Tama membentak Ara.
" Terserah kalian, Toh kalian nggak butuh aku. Lakukan aja yang kalian mau. Tapi maaf aku nggak setuju dan nggak akan merestui." Ara pun pergi dari sana dan masuk ke dalam kamarnya.
Hatinya cukup sakit.
Tak lama mas Tama masuk ke dalam kamar. Dan Ara pun langsung pura -pura tidur dirinya cukup kecewa dengan sang suami.
" Sayang, bukannya kami nggak menghargai kamu sebagai ibu tapi memang harus secepatnya mereka menikah." Ucap mas Tama.
__ADS_1
Tapi Ara mencoba untuk menulikan telinganya.
" Yang mas tahu kamu belum tidur kita harus bicara."
Lagi-lagi Ara tak merespon, Akhirnya mas Tama pun ikut tidur di sebelah Ara.
*****
Selesai shalat subuh Ara kembali tidur lebih tepatnya bukan tidur. Tapi Ara lebih memilih untuk tidak ingin bicara dengan suaminya.
Mas Tama pun pasrah istrinya mendiamkan dirinya. Setelah rapi dia pun turun ke bawah menuju meja makan.
" Mama mana yah." Tanya Caca.
" Mama kelelahan."
" kamu mau kemana Vin?." Tanya mas Tama melihat putranya beranjak dari duduknya.
" Mau lihat mama."
" Biarkan mama istirahat."
" Bi tolong antar sarapan ibu ke kamar."
" Iya pak."
Bi sumi pun menyiapkan sarapan untuk Ara dan mengantarkannya ke kamar. Tapi nggak lama bi sumi kembali membawa nampan tersebut.
" Maaf pak, bibi di suruh membawa makanannya kembali ibu nggak mau makan."
" Ya udah sini mbok."
Mas Tama pun membawa nampan itu ke kamar, Begitu masuk kamar Mas Tama melihat Ara sedang duduk di sofa memangku laptopnya.
" Yang sarapan dulu." Ucap mas Tama memberikan nampan ke Ara.
" Bawa kembali karena aku lagi nggak kepingin makan."
" Jangan kaya anak kecil kamu, marah terus mogok makan. Ini cuma masalah kecil aja kamu besar-besarkan."
Ucapan suaminya membuat emosi Ara naik ke ubun-ubun.
__ADS_1
" Anak kecil... Kamu bilang ini masalah kecil. Iya aku memang anak kecil harus nya dulu kamu nggak perlu nikahi aku yang memang ke kanak - Kanakan." Ucap Ara sengit menatap tajam suaminya.
Akhirnya terjadilah pertengkaran hebat dengan sang suami.