Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
54. eyang meninggal


__ADS_3

menjelang isya jenazah eyang pun di tiba di rumah eyang. sudah ada banyak saudara, tetangga dan pelayat yang mengenal dekat dengan eyang datang tenda pun sudah di dirikan di halaman rumah.


eyang Satrio prawira mantan tentara angkatan darat dan setelah pensiun dia memilih menetap di Bandung sambil mengurus usaha perkebunannya. eyang Satrio terkenal sebagai sosok yang tegas, ramah, baik hati dan suka menolong.


banyak tamu yang berdatangan walaupun sudah larut malam.


pukul enam pagi rombongan papi mertuanya sampai ada papi dan mami mertuanya, ada kak farel, kak Audrey dan anaknya yang berusia 1 tahun bernama Freya, ada om Hadi sama istrinya juga yang lainnya.


Dafa yang melihat kedatangan mereka langsung menghampiri. dan mencium tangan mereka semua.


" sampai kapan def?." tanya om Hadi saat Dafa mencium tangannya.


" kemarin om langsung ke Bandung." jawab Dafa.


" Ara sama si kembar mana daf." tanya mami.


" Ara di kamar mi, tadi si kembar minta susu sambil minta di kelonin. ayo Dafa antar ke Ara." ucap Dafa.

__ADS_1


keluarga nya Ara pun langsung mengikuti Dafa ke lantai dua. Dafa membuka pintu kamar.


" sayang ada mami dan papi " ujar Dafa yang melihat Ara sedang menemani buah hatinya nonton kartun.


Ara yang mendengar Dafa bilang kalau ada mami dan papinya langsung bergegas beranjak turun dan memeluk mami papinya, juga memeluk bang farrel, kak Audrey serta anak mereka Freya.


mereka pun melepas kangen setelah lama tidak bertemu. mereka pun bercerita banyak setelah puas melepas kangen mereka pun bergabung dengan yang lainnya.


sekitar jam sembilan janazah eyang Satrio di makamkan banyak pelayat yang mengantarkan eyang ke peristirahatan terakhirnya. selesai di makamkan banyak pelayat yang memilih pulang ada juga kembali ke rumah duka.


malam hari acara tahlilan pun di gelar. selesai tahlil mami, papi, bang Farrel dan kak Audrey pun pamit akan menginap di hotel dan baru besok subuh pulang ke Jakarta.


" iya mi, mami jaga kesehatan. sekarang Ara sudah di sini kalau kangen kita mami tinggal bilang om Hadi biar nanti kita yang ngatur." ucap Ara.


kini Ara beralih memeluk sang papi.


" papi, jagain mami ya." ucap Ara.

__ADS_1


" pasti nak, papi sudah punya bukti kuat kejahatan Nadia. kita bakal bersama lagi seperti dulu." ucap papi.


" iya Pi, semoga gak ada korban lagi. akibat keserakahannya." ucap Ara.


Setelah memeluk papi dan maminya kini Ara memeluk kakak tersayang nya.


" sering main ke tempat Abang ya." ucap Farrel.


" pasti bang." kini Ara pun pindah memeluk kak iparnya.


" jadi buka cafe sama Sheila." ucap kak Audrey.


" jadi kak, pulang dari sini baru ketemuan sama Sheila." ucap Ara.


setelah berpamitan mobil papi dan yang lainnya pun pergi meninggalkan rumah eyang Satrio.


mereka berada di rumah eyang nya sampai tahlilan tujuh hari. dan rencananya besok Dafa dan keluarga besarnya akan kembali ke Jakarta. hari ini Dafa mengajak istri dan anaknya pergi jalan-jalan keliling kota Bandung.

__ADS_1


banyak tempat yang kami singgahi kedua anak mereka senang sekali. karena sudah malam dan anak-anaknya sudah kelelahan dan tertidur. Dafa pun memutuskan untuk pulang. karena besok pagi mereka akan berangkat ke Jakarta.


__ADS_2