
Ara, mas Tama dan Fasya tertawa terbahak-bahak sedangkan Caca dia langsung memanyunkan bibirnya.
" Sayang...sayang sini anak mama yang paling cantik tapi lebih cantik mama, sini peluk mama sayang." Ara sedikit memutar tubuhnya menghadap belakang sedangkan Caca dia memajukan tubuhnya agar bisa memeluk sang mama.
" Caca beneran anak mama kan." tanyanya dengan nada sedih.
" Ya iya lah kamu nggak lihat muka kamu tuh cetakan mama banget." timpal mas Tama
" Eh... tunggu-tunggu ayah lagi gak amnesia kan."
" Kamu tuk dek ayah masa di bilang Amnesia."
" Maaf ayah." ucap Caca sambil mencium pipi ayahnya.
" Kenapa emangnya?" tanya Ara.
" Inikan bukan arah jalan pulang ke rumah." jawab Caca.
" Iya betul dek, Abang baru sadar." ucap Fasya dia baru sadar karena dari tadi sibuk main handphone.
" Abang sih main handphone terus." protes Caca.
" Tadinya ayah sama mama kamu mau pacaran eh malah kalian pulang cepat " jawab mas Tama.
" Jadi kita di ajak buat ngelihatin mama sama ayah pacaran." ucap Fasya malas.
" Nggak mama sama ayah mau ke mall cari hadiah buat Abang kembar." ucap Ara.
" Oh iya Fasya sampai lupa lusa Abang kembar kan ulang tahun ya udah sekalian Fasya juga mau cari hadiah buat Abang kembar."
" Emang Abang Fasya punya uang." tanya Caca.
" Punya " Fasya langsung membuka dompetnya dan mengeluarkan uangnya sekitar tujuh ratus lima puluh ribu.
" Abang uangnya banyak banget."
" Oh iya mama, ayah nanti kalau uang Fasya kurang buat beli kado Abang kembar pakai uang mama sama ayah dulu ya. nanti di rumah Fasya gantiin Fasya ada uang lagi di rumah."
" Memang uang kamu ada berapa bang." tanya Ara.
" Uang Abang yang di sini sekitar tujuh ratus lima puluh terus di rumah sekitar hampir lima juta."
" Mama bikinin kamu tabungan di bank ya bang."
" Emang bisa ma."
" Bisa buka tabungan anak atau pelajar gitu."
Saat mereka sedang bicara tiba-tiba Caca nangis.
" Hai... anak mama kenapa nangis?."
" Abang punya duit banyak tapi Caca nggak punya " jawabnya sambil terisak.
" Tanya Abang uangnya dari mana?."
" Abang punya uang banyak dari mana." tanya Caca.
" Makanya jangan jajan melulu setiap hari pasti pesan online food terus. Kalau Abang tuh setiap hari pasti sisain uang jajan buat di tabung kalau di kasih sama yang lain Abang nggak jajanin Abang tabung."
" Mama Ade juga mau bikin tabungan."
" Iya...iya nanti mama bikinin kamu tabungan."
__ADS_1
Sampai mall Ara langsung mengajak anak dan suaminya untuk ke bank yang ada di mall tersebut untuk membuka tabungan buat Fasya dan juga buat Caca.
" Asik Caca sudah punya tabungan." ucap Caca senang ketika mereka keluar dari bank.
" Princess ayah sudah janji loh harus sisain uang jajannya untuk di tabung." ucap mas Tama yang jalan sambil memeluk anak perempuannya.
" Mama besok kasih uang Caca setengahnya aja, yang setengah lagi mama simpan buat di tambung soalnya kalau di Caca nanti Caca lupa Caca jajanin ." ucap Caca sambil cengengesan.
" Kita cari makan dulu ya." ucap mas Tama.
Belum di jawab handphone Ara berdering.
" Siapa sayang?" tanya mas Tama.
" Devin."
" Angkat sayang."
Ara pun mengangkat telpon dari anaknya.
" Hallo Assalamualaikum."
" Walaikum salam, mama lagi di mall ya?."
" Kok tahu mama lagi di mall."
" Iya dari status WhatsApp nya Fasya."
" Iya bang kenapa emangnya?."
" Abang, sama. Abang Devan dan Freya nyusul ya ke sana."
Ara pun memberitahukan suaminya bahwa Abang kembar dan Freya mau nyusul ke sini. mas Tama pun langsung menyuruh anaknya segera ke mall biar bisa makan siang bareng.
" Siap, assalamualaikum."
" Walaikum salam."
" Berarti kita langsung cari hadiah dulu buat Abang kembar." ucap Fasya.
" Ya udah kita ke toko jam dulu ayah mau beliin mereka jam tangan." ucap mas Tama.
mereka pun pergi ke toko jam.
" sayang yang ini bagus ga?.' tunjuk mas Tama.
" bagus mas."
" mbak bisa lihat jam yang ini." ucap mas Tama
" oh iya pak." pegawai toko tersebut langsung mengambilkan jam tangan yang di maksud.
" ini pak."
mas Tama pun langsung melihat jam yang ingin di berikan untuk anak sambungnya.
" bagus mas."
" iya sayang kira-kira satu lagi yang mana sayang."
" kenapa nggak di samain aja mas."
" iya ya, selera mereka kan hampir sama "
__ADS_1
" mbak jam ini ada warna apa aja ya?." tanya Ara.
" ada warna hitam, merah, biru, army, kuning sama orange."
" menurut kamu warna apa sayang." tanya mas Tama.
" buat Devan army dan buat Devin merah."
" oh iya saya ambil warna army satu sama warna merah satu." ucap mas Tama.
" baik pak, silahkan bayar ke kasir." ucap pegawai toko itu.
mereka pun langsung menuju kasir untuk membayar jam tangan tersebut.
" totalnya jadi tiga juta tujuh ratus ribu."
mas Tama pun membayar jam tangan tersebut setelah itu mereka menuju toko sepatu barulah ke toko baju.
selesai mereka berbelanja untuk kado Devan dan Devin. Devan menelpon kalau mereka sudah sampai di mall tersebut. Ara pun langsung menyuruh anaknya ke restoran.
*****
Devan, Devin dan Freya sedang berjalan keluar sekolah, mereka berjalan menuju mobil mereka.
" bang lihat deh status WhatsApp nya Fasya, tuh bocah pergi sama mama, ayah dan Caca ke mall." ucap Devin.
" kita susul telpon mama bilang kita ke sana."
Devin langsung menelpon mamanya
" hallo Assalamualaikum." suara mamanya di ujung telpon.
" walaikum salam, mama lagi di mall ya?." Devin langsung menanyakan keberadaan mamanya
" kok tahu mama lagi di mall."
" iya dari status WhatsApp nya Fasya."
" iya bang kenapa emangnya?."
" Abang, sama. Abang Devan dan Freya nyusul ya ke sana."
" ya udah mama tunggu." telpon pun di matiin
" udah bang ayo." ajak Devin agar abangnya menjalankan mobil mereka.
" frey telpon uncle sama aunty." ucap Devin.
" sudah bang udah Freya chat mereka." ucap Freya sambil memberikan handphonenya kalau dia sudah memberitahu orang tuanya lewat chat dan sudah di balas ok.
beruntung jalanan tak begitu macet atau mungkin karena siang jadi tidak macet. sampai mall mereka langsung memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk kedalam mall.
" Vin telpon mama ada dimana?" tanya Devan
" tunggu bang gue telpon dulu."
Devin pun kembali menelpon mamanya menanyakan keberadaannya.
" dimana?." tanya Devan saat sang adik selesai telpon
" udah ada di restoran Jepang yang biasa bang."
" Abang Freya ke toilet dulu ya.' ucap Freya yang sedang menahan pipis
__ADS_1
" ya udah Abang tunggu di sini ya."