Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
52. eyang masuk rumah sakit


__ADS_3

sampai rumah sakit sudah menunggu mas Yudha suami kakak pertama Dafa kak Riani.


" daf, apa kabarnya?" tanya mas Yudha memeluk Dafa


" baik mas."


" Ara gimana kabarnya sehat kan." kini giliran Ara yang di sapa.


" Alhamdulillah sehat mas "


" wih, jagoan om Yudha gimana nih capek gak " tanya mas Yudha ke si kembar.


" Ndak om, Ndak apek." ucap Davin sambil mencium tangan mas Yudha.


" iya Evin uga." ucap Devin.


" ayo kita ke ruangan eyang." ajak mas Yudha.


" anak-anak nggak apa-apa mas ikut ke dalam." ucap Ara


" gak apa-apa Ra. toh eyang juga cuma penyakit sudah tua aja. karena gak mau makan makanya di larikan ke rumah sakit." ucap mas Yudha.


kami pun menuju ruangan VVIP di lantai 5.


" assalamualaikum." saat membuka ruangan rawat eyang.

__ADS_1


" walaikum salam." jawab mereka serempak.


ternyata di dalam ruangan itu ada mama, papa, kak Riani dan anaknya Yogi dan bela, om sakti adik papa Gilang berserta istri, anak dan cucu-cucunya. kami pun menyalami mereka satu persatu.


" maaf ya nak papa nyuruh kalian langsung ke mari. pasti kalian capek." ucap papa Gilang


" gak kok pa, keadaan eyang gimana?" ucap Dafa .


" eyang sudah lebih baik. sedang istirahat. cucu kakek capek gak nih." tanya papa Gilang ke si kembar.


" Ndak akek. Ndak ape " jawab mereka serempak.


" Devan, Devin sini sama kak bela." ajak bela.


si kembar pun langsung menghampiri bela dan yang lainnya. beruntung si kembar bisa cepat adaptasi.


" sudah om,di rs Nusantara ?" ucap Dafa.


" baguslah kalau sudah. kalau belum mau Tante cariin." ujar Tante murni.


" trus kamu Ra, ada rencana apa? atau fokus jadi ibu rumah tangga aja." tanya Tante murni lagi.


" nanti rencananya mau buka cafe Tante. kan kalau usaha sendiri kan keluarga bisa jadi nomor satu. jadi mau buka cafe sama sahabat aku." ucap Ara.


" bagus kalau begitu kita boleh jadi wanita karier tapi keluarga gak boleh di korbankan." ucap om sakti.

__ADS_1


karena hari semakin malam kami pun memutuskan untuk pulang dulu ke rumah eyang. dan papa Gilang dan om sakti yang menunggu eyang di rumah sakit.


pagi setelah sarapan yang lain pun kembali ke rumah sakit. tapi tidak dengan Dafa dan Ara karena si kembar masih tertidur pulas.


" daf, anak-anak mu jangan di bangunin biar mereka bangun sendiri kasihan cucu mama. nanti baru kamu nyusul diantar mang Supri." pesan mama ketika mau masuk mobil.


" iya ma." ucap Dafa.


dua puluh menit mama dan yang lainnya pun sampai di rumah sakit. ternyata eyang sudah bangun.


" Dafa gak ikut ma." tanya papa Gilang.


" si kembar belum bangun kasihan kalau di bangunin." ucap mama


" oh..." jawab papa Gilang.


mama berjalan mendekati papa mertuanya.


" ayah, gimana sudah enakan?" tanya mama.


" sudah, Kinan sama Dafa kapan mereka pulang ayah mau ketemu mereka." ucap eyang pelan.


" Dafa sudah sampai semalam dari bandara langung kemari sama anak dan istrinya. tapi ayah sudah tidur." jelas mama Desy.


" kenapa ayah gak di bangunin." ucapnya agak sedikit sedih.

__ADS_1


" nanti kemari kok Dafa nya nunggu anaknya bangun kasih mereka pasti lelah habis perjalanan jauh. kalau Kinan mungkin nanti sore baru sampai sini." ucap mama Desy.


hanya dianggukin oleh eyang.


__ADS_2