
sesuai janjinya Riko pulang ke Indonesia membawa titipan untuk Ara. dan saat ini mereka sedang duduk di ruang tv.
" gimana ko kapan mau ketemuan sama orang tua Sheila." tanya mas Tama.
" rencananya besok mas hari ini rencananya saya mau bilang dulu sama Sheila."
" kamu bilang mau silahturahmi jangan bilang kamu mau melamar Sheila. kalau kamu bilang mau melamar Sheila pasti dia cari cara buat kamu gak ke rumahnya."
" betul tuh ko."
" ya udah gue nggak bisa lama-lama. sudah janjian sama Sheila Ra."
" ya udah salam ya buat Sheila "
aku mas Tama pun mengantar Riko ke depan.
" ya udah mas, Ra saya pamit dulu ya. assalamualaikum."
" walaikum salam."
setelah mobil Riko menghilang dari pandangan mereka berdua. Ara dan mas Tama pun memutuskan untuk masuk.
" mudah-mudahan niat Riko di terima baik sama keluarga Sheila ya mas."
" amin kita doakan saja."
" tinggal satu lagi mas."
" siapa Kimi sama bang Faris."
" iya."
" katanya kamu mau nyuruh Kimi datang ke mari."
__ADS_1
" iya katanya besok pulang kerja katanya mau nginap."
" ya sudah sekarang mendingan kamu istirahat."
keesokan harinya Kimi datang ke rumah Ara sepulang kerja.
" maaf Bu ada neng kimi.' ucap bi Sumi
" hai Kimi sini duduk."
" aunty Kimi kangen." teriak kedua bocah tersebut.
" selamat ya kak atas kandungannya maaf baru bisa nengok."
" nggak apa-apa."
" aunty kita mau punya adik dong." ucap si kembar senang.
" no aunty Abang.".
" oke Abang Devan dan Abang Devin."
" ayo boy's Sekarang waktunya belajar." ucap Ara menyuruh anaknya belajar dan kedua bocah itu patuh menuju kamarnya.
" permisi Bu, ini jus alpukat buat ibu dan ini minuman buat mbak Kimi." ucap bi Sumi yang datang membawa nampan berisikan minuman.
" terimakasih bi."
" terima kasih bi, jadi ngerepotin padahal Kimi bisa ambil sendiri."
' tidak merepotkan kok mbak Kimi. kalau gitu bibi permisi dulu."
" iya bi."
__ADS_1
" mas Tama belum pulang kerja mbak."
" mas Tama dinas malam jadi besok pagi baru pulang."
Kimi hanya ber o ria
" sekarang kamu bersih-bersih dulu gih.".
" ya udah aku bersih-bersih dulu kak." Kimi pun berjalan masuk ke kamar tamu.
setelah bersih-bersih Kimi pun kembali bergabung dengan Ara.
" gimana Kim, betah magang di perusahaan papi?." tanya Ara.
" Alhamdulillah betah kak."
" syukurlah, oh iya Kim ada yang mau kakak omongin tapi kamu jangan marah ya."
" kakak tenang aja sebenernya ada apa?"
" gini Kim kalau ada laki-laki dia mau melamar kamu tapi dia duda dan umurnya terpaut jauh sama kamu Kim, kamu gimana?."
" tapi kalau dia lelaki baik, sayang sama Kimi, terima Kimi apa adanya. Kimi nggak masalah kak, memangnya kenapa kak?."
" kalau menurut kamu bang Faris gimana?" Kimi mengerutkan keningnya.
" bang Faris baik, sopan, dan sangat penyabar."
" kalau bang Faris suka sama kamu kamu mau nggak." Ara melihat Kimi cukup kaget mendengarnya bicara.
" kakak mah becanda ada mana mau bang Faris sama aku."
" kakak serius Kim, kakak percaya bang Faris bisa menjaga kamu bukan karena bang Faris Abang kakak ya. tapi kamu harus ingat Kim ada harta peninggalan ayah kamu yang saat ini atas nama kamu. dan keluarga ayah mau mulai menyadari karena mereka nggak bisa harta itu. dan dari yang kakak dengar mereka kemarin mencoba membongkar makam kamu. kalau semua itu terjadi setidaknya ada bang Faris yang akan melindungi kamu."
__ADS_1