
saat Ara sedang tertidur bersama kedua belah hatinya tiba-tiba Ara di bangunkan oleh sang mami.
" sayang bangun yuk, Dafa sudah siuman dia ingin bertemu kamu." ucap maminya.
Ara yang mendengar Dafa siuman dia langsung turun dari ranjang dan berlari ke ruangan ICU. Ara pun masuk kedalam di sana ada mama dan papa mertuanya, dan juga papinya.
Ara pun langsung mendekat ranjang Dafa.
" by..." tangis Ara pecah dia Langsung memeluk dan mencium Dafa.
" sayang." panggil Dafa lemah.
" kenapa by, ada yang sakit atau apa." Ara panik memeriksa tubuh Dafa.
__ADS_1
" sayang ada yang mau aku omongin. jaga diri kamu, aku titip anak - anak, kamu harus kuat walaupun aku sudah nggak ada. I love you sayang. kalau anak - anak nanyain aku kamu putar video yang ada di laptop aku. I love you sayang." ucap Dafa melemah.
tit.........
suara monitor berubah jadi garis panjang.
" sayang bangun.... sayang." Ara menguncang tubuh Dafa.
Ara pun menangis histeris saat dokter menyatakan Dafa sudah meninggal. rasanya dunia seketika runtuh, waktu seketika berhenti. orang yang berapa tahun ini selalu menyayangi dan mencintainya pergi untuk selamanya.
setelah jenazah Dafa dimakamkan sebagian dari pelayat pun berangsur-angsur pergi. kini hanya keluarga Dafa dan Ara saja yang masih berada di sana.
" by, kamu kenapa sih ninggalin aku? kenapa gak bawa aku pergi juga." guman Ara dalam hati dia belum bisa menerima kepergian Dafa.
__ADS_1
" sudah yuk sayang kita pulang kasihan anak ku tuh." ucap mama mengajak pulang sambil menunjuk ke dua buah hatinya yang sedang tertidur di gendongan Kimi dan Sheila.
sebenarnya Ara ingin berlama-lama di makam Dafa karena melihat sang buah hati. akhirnya dia pun pulang.
" by, aku pulang ya. aku akan sering kesini jenguk kamu biar gak sendirian. bye by I love you." ucap Ara dalam hati.
mereka meninggal makam Dafa dan kembali ke rumah duka untuk mempersiapkan acara tahlilan untuk nanti malam.
sudah tujuh hari Dafa pergi selamanya meninggalkan keluarganya. dan selama tujuh hari pula Ara tak pernah absen pergi ke makam Dafa. hari-hari Ara setelah kepergian Dafa biasanya pagi hari Ara akan memandikan ke dua putranya setelah rapi dia akan menyuapi mereka baru kalau sudah selesai dia akan pergi ke makam Dafa. dia akan pulang ke rumah menjelang Dzuhur. setelah itu dia akan mengurung diri di kamar. keluarga Ara dan keluarga Dafa sedih melihat kondisi Ara seperti ini. Ara jadi lebih pendiam, lebih banyak melamun, dia juga jarang makan, badan mulai terlihat kurus, Ara seperti tak punya semangat hidup. melihat semua itu pihak keluarga sepakat bicara pada Ara untuk tidak larut dalam ke seduhan.
malam sehabis tahlilan semua keluarga berkumpul baik keluarga Dafa maupun Ara. Ara pun ikut bergabung duduk samping maminya memangku ke dua putranya.
" nak dengerin papa ya nak, Dafa sudah pergi nak dia sudah bahagia di sana. papa gak minta kamu Melupakan Dafa tapi kamu tidak boleh terus-terusan bersedih. kamu harus tetap terus menjalankan hidup ini nak ada dua malaikat kecil yang Dafa titipkan ke kamu untuk kamu jaga. bagaimana kamu mau jaga mereka kalau kamu sendiri rapuh. ayolah nak kamu harus bangkit jangan buat Dafa bersedih di sana. ikhlas kan dia nak." ucap papa Gilang.
__ADS_1
Ara hanya bisa terdiam dia masih belum bisa ikhlas. karena sudah malam dan mereka juga membiarkan Ara untuk berpikir jadi mereka memutuskan membubarkan diri.