
" kalau dia bisa menyayangi anak-anak Ara kenapa tidak pih." ujar Ara.
" nak, kalau Tama melamar kamu apa kamu akan menolaknya. sebenarnya om Lukman minta kamu untuk Tama ke papi dan papa mertuamu. papi tahu nak dulu kalian saling mencintai tapi karena keadaan dulu papi terpaksa menikahkan kamu dengan Dafa. karena cara itu lah Nadia tidak dapat menyentuh kamu. maafin papi nak. dan asal kamu tahu Tama masih mencintai kamu sampai sekarang. kalau kamu masih memiliki rasa itu dia hati kamu, menikahlah nak dengan Tama. papi dan mami sangat percaya dengan Tama bisa menjaga dan menyayangi kamu." ucap papi.
" pih,mih.... munafik kalau Ara bisa tidak ada nama mas Tama di hati Ara. mas Tama cinta pertamanya Ara pih. tapi Ara juga ingin melihat dulu pih kalau memang mas tamu mau serius dengan Ara. Ara pingin melihat dulu seberapa dekatnya mas Tama sama anak-anak Ara. baru Ara bisa mengambil keputusan untuk menikah lagi. kalau boleh jujur Ara memang melihat mas Tama bisa langsung akrab dengan Devan dan Devan juga sangat dekat dengan mas Tama padahal mereka baru bertemu. tapi Devan dengan Devin itu beda, Devin sangat susah akrab dengan orang baru. kalau kedua anak Ara bisa akrab dengan mas Tama, ara siap untuk membina rumah tangga lagi." ucap Ara.
" makasih ya nak, nanti papi akan sampaikan ke Tama." ucap papi sambil menghapus air matanya.
Ara yang melihat itu langsung memeluk sang papi karena ia tahu baik papi, mami, papa mertua dan mama mertuanya khawatir dengannya. karena mereka sudah tua tidak bisa terus menjaga dia.
" sudah ya pih." ucap Ara menenangkan sang papi.
" Papi hanya terlalu senang nak."
__ADS_1
setelah selesai bicara Ara memutuskan untuk istirahat di kamarnya. sambil menunggu shalat ashar. begitu adzan ashar berkumandang Ara pun bergegas mengambil wudhu. setelah itu Ara melaksanakan shalat ashar setelah selesai shalat Ara pun berdoa.
" ya Allah SWT jika memang mas Tama adalah lelaki yang memang engkau kirimkan untuk menggantikan sosok mas Dafa untuk menjaga aku dan juga anak-anak ku. aku ikhlas ya Allah, semoga mas Tama bisa menjadi sosok panutan untuk anak-anaknya. dan juga semoga mas Dafa di sana tenang melihat aku dan anak-anak ada yang jaga. amin"
selesai shalat Ara menghampiri Devan dan Devin di kamarnya. Devan dan Devin memang di buatkan kamar oleh Oma dan opanya tapi tetap setiap malam mereka selalu tidur dengan Ara.
" mama..." teriak Devin berlari ke arah Ara.
" bi sari Sama bi tuti kalian istirahat aja biar anak-anak sama saya."
" ya sudah mari Bu." bi sari dan bi tuti pun keluar dari kamar anak-anak.
" karena tangan Abang sakit jadi disuapin ."
__ADS_1
" mah om Tama kok bajunya sama kaya di pake sama uncle Farrel." ucap Devan.
" oh karena om Tama dan uncle Farrel itu seorang tentara makanya bajunya sama. opa sama kakek kalian juga sama dulu seorang tentara."
' iya mah." jawab mereka serempak. Ara hanya mengangguk aja.
" nanti Devan mau jadi tentara ah..keren."
" Devin juga."
" makanya sekarang kalian belajar jangan banyak main."
" oke."
__ADS_1