Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
106.


__ADS_3

" itu mama sama ayah pulang." ucap Devan dan Devin ketika mendengar mobil mas Tama memasuki halaman rumah ke dua bocah itu pun langsung berlari ke teras rumah.


mas Tama yang turun duluan dari mobil langsung menyapa putranya.sambil berjalan memutari mobil membukakan pintu untuk Ara.


" hallo boys belum bobo.'


" kok anak mama belum pada bobo.'


" kita belum ngantuk mama."


" oh ya." mengajak si kembar masuk ke dalam rumah.


" bi sari boleh minta tolong turunin belanjaan di mobil."


" iya pak." jawab bi sari.


' sini duduk dulu kenapa jagoan mama belum bobo.'


" kita nungguin mama, kata bi sari dalam perut mama ada Dedek nya." ucap Devin.


" kita bakal punya adik ya mah." ucap Devan.


" iya, Devan sama Devin mau di panggil apa sama adiknya." mas Tama yang jawab pertanyaannya mereka.


" benar ayah, Devan mau di panggil Abang aja."

__ADS_1


" Devin juga."


" oke berarti kalian sekarang sudah jadi Abang. kalian harus bantuin ayah buat jagain mama sama adiknya kalau papa lagi nggak di rumah."


ke dua bocah itu pun mengangguk.


"sekarang kalian tidur besok sekolah." ucap Ara.


" ih mama besok kan hari Sabtu kita libur masa mama lupa." ucap Devan.


" masa sih, tapi tetap kalian harus bobo sudah malam. oke boys."


" oke kita tidur dulu ya mah.' ucap Devan mencium pipi Ara dan mas Tama.


" Devin juga. selamat tidur juga Dedek bayi.' sambil memegang perut Ara lalu mencium pipi Ara dan mas Tama.


" nggak usah aku bisa jalan." mas Tama mengantar ara sampai kamar.


" sudah gih kamu bersih-bersih dulu. mas ke bawah bikinin kamu susu dulu.'


" siap pakmil."


Ara pun masuk ke kamar mandi dan bersih-bersih lalu ganti baju dengan baju tidur. begitu keluar kamar ternyata bersamaan dengan mas Tama masuk kama membawa segelas susu.


" nih sayang di minum susunya, mas mau bersih-bersih dulu." ucap mas Tama memberikan segelas susu kepada Ara.

__ADS_1


Ara pun langsung meminum susu nya setelah habis susunya dia pun naik ke tempat tidur menunggu mas Tama


" sayang kok belum tidur." ucap mas Tama ketika keluar dari kamar mandi.


' nunggu mas, mau tidur di peluk mas." ucap Ara mas Tama pun naik ke tempat tidur.


" sini mana yang minta peluk." ucap mas Tama sambil menarik Ara dalam pelukannya.


" mas, kira-kira anak kita cewek atau cowok mas?." tanya Ara.


" apa aja sayang yang penting bayi dan mamanya sehat. mas sudah bahagia."


" mas kalau kamu punya anak laki-laki bakal kamu suruh mengikuti jejak kamu mas."


" kalau boleh jujur mas kepingin ada anak kita yang bakal mengikuti jejak mas. tapi mas nggak akan memaksakan itu."


" mas dulu mas memang di didik untuk masuk tentara gak sama papa, soalnya dulu bang Faris sama bang farrel dari kecil di didik untuk masuk tentara kata papi jadi nanti kalau sudah besar dan mau masuk tentara sudah siap mental karena sudah terlatih."


" sama mas juga dulu gitu makanya mas Tama dan langit masuk dunia militer cuma langit lebih tertarik di kepolisian. kenapa memangnya?."


" dulu Alm. Dafa pernah cerita dulu dia juga sudah di siapkan untuk mengikuti jejak papa Gilang apalagi Dafa anak laki-laki satu-satunya. tapi Dafa nggak tertarik pas punya Devan dan Devin dia baru berpikir kalau papanya pasti sedih karena nggak ada yang mengikuti jejaknya. kalau aku lihat anak dari kakaknya Dafa juga nggak ada yang di arahin ke sana. aku boleh minta tolong gak mas."


" mau minta tolong apa sayang?."


" mas bisa didik Devan dan Devin siapa tahu dia tertarik dengan dunia militer. kalau selama ini Ara lihat kalau mereka beli mainan pasti berbau militer mas. setidaknya harapan aku biar papa Gilang senang walaupun anaknya gak jadi tentara setidaknya cucunya yang meneruskan."

__ADS_1


" insyaallah kalau kamu mau nya begitu mas bakal didik mereka. sudah ya tidur sudah malam."


" makasih ya mas."


__ADS_2