
" kamu masih bisa meraih mimpi kamu walaupun kita sudah menikah. Ara aja walau sudah menikah dia masih bisa terus kuliah."
" itu Ara bukan aku, aku nggak mau, aku nggak bisa membagi itu aku mau fokus mengejar cita-cita aku tanpa memikirkan yang lainnya." potong Dita menggebu - gebu.
" ta, kamu pikirin lagi ini masa depan kita ta." suara riko melemah dia tahu Dita orang yang sangat keras.
" itu masa depan kamu ko. masa depan aku beda. begini saja aku capek dengan semua ini. lebih baik kita putus aja kita sudah nggak sejalan. terima kasih selama enam tahun ini." ucap Dita berlalu pergi masuk kedalam rumah.
Riko diam mematung mendengar ucapan Dita yang memutuskan hubungan ini.
Riko off
" Loe coba bujuk lagi ko." ucap Ara.
" sudah ribuan kali, bahkan nyokap nya sudah bantu tapi nggak bisa." ucap Riko sedih.
" sabar ya ko.semoga Loe bisa dapat yang lebih baik lagi." ucap Ara.
" iya ko. berarti Dita memang buka jodoh terbaik buat Loe. kita berdua akan selalu ada buat Loe. Loe bisa cerita ke kita berdua." timpal Sheila.
__ADS_1
" makasih ya Loe berdua memang sahabat gue yang terbaik. besok gue sudah balik Langsung ke Jepang. kalian jaga kesehatan ya." ujar Riko.
" Loe juga udah nggak usah galau - galau lagi." ucap Sheila.
" nanti kita bakal main ke Jepang buat nemuin Lo." ucap Ara.
kami pun berpelukan bertiga.
................................
hari cepat berlalu, tahun juga sudah berganti tahun. Ara sudah lulus kuliah setelah lulus dia lebih memilih menjadi ibu rumah tangga, sedangkan Riko baru menyelesaikan spesialis nya sebagai dokter jantung. dan si kembar sudah berusia 3 tahun dan menjadi anak yang pintar dan mengemaskan .
saat ini Ara, Dafa dan si kembar akan kembali ke Indonesia. Riko mendapat pekerjaan di salah satu rumah sakit di Jakarta. kak Kinan juga akan menyusul setelah urusan sekolah Gavin beres.
" dek sudah siap semuanya." tanya kak Kinan.
" sudah kak, cuma satu koper besar dan satu koper kecil kan yang lainnya sudah di kirim." ucap Ara.
" ya sudah jangan sampai ada yang ketinggalan." ucap kak Kinan.
__ADS_1
" ya udah kak kami berangkat ya? sampai ketemu dia Jakarta." Ara memeluk kak iparnya.
" iya, semoga selamat sampai tujuan."
" Gavin jaga mama sama alisha ya. jangan nakal." Ara kini memeluk Gavin yang sekarang sudah berusia 9 tahun.
" Tante tenang aja. " ucap Gavin.
" alisha jangan nakal ya, nurut sama mas Gavin." ucap Ara.
" iya aunty," ucap gadis kecil yang hanya beda setahun dengan anaknya.
" bi Iyem, Kimi kami pamit ya sampai ketemu lagi di Jakarta ya." pamit Ara
" iya non, hati-hati ya?" ucap bi Iyem.
" kakak hati-hati juga yan." ucap Kimi adik angkatnya.
" sebelum berangkat nanti kamu ke makam mama, papa sama kakak kamu dulu ya. urusan sekolah kamu nggak usah khawatir sudah kakak urus dan nanti di Jakarta akan kakak cari kampus yang bagus. kamu masih ingin jadi dokter kaya kak Dafa kan." ujar Ara.
__ADS_1
" iya kak, makasih ya kan kalau nggak ada kakak, kak Dafa dan yang lainnya pasti aku nggak tahu nasib aku bagaimana.?" mereka pun berpelukan .
kami pun berangkat ke bandara di antar mas bian.