
tiga hari kemudian mas Tama membawa aku, Devan dan Devin pindah ke rumah yang di beli mas Tama dari hasil kerja kerasnya selama ini.
ceklek....
" sayang..." panggil Tama.
" iya mas." jawab Ara dari dalam kamar mandi. Ara pun langsung keluar kamar mandi. " kamu sudah pulang mas." tanya Ara sambil mencium tangan mas Tama.
" sudah semua barang-barang yang mau di bawa. jangan di bawa semua sisain buat di sini kalau kita nginap di sini nggak usah bawa baju." ucap mas Tama.
" nggak kok mas. masih ada. mas mau mandi dulu atau mau aku buatin kopi." tanya Ara.
" mas mandi dulu."
" ya udah nanti aku siapin baju gantinya."
" makasih sayang."
" sama-sama mas. oh iya mas minta kunci mobil kamu biar aku bisa masukin barang-barang kita, Devan, Devin,bi sari dan bi tuti."
" barang-barang pakai mobil kamu aja yang. soalnya nanti kita mau ke mall dulu aku sudah janji mau beliin anak-anak Lego sayang nanti mang Idan yang bawa mobil kamu." jelas mas Tama.
" mang Idan siapa mas?."
__ADS_1
" mang Idan itu supir kita jadi nanti kalau anak-anak sekolah dan kita nggak bisa antar jemput mang Idan yang bakal jemput."
Ara hanya ber o aja.
mas Tama pun pergi mandi sedangkan Ara ke bawah menemui mang Idan memberikan kunci mobilnya. ternyata mang Idan sedang ngobrol dengan mang Diman dan mang Bahar.
" maaf mang Idan ya."
" iya Bu."
" oh iya mang salam kenal. ini kunci mobil saya." Ara pun memberikan kunci mobilnya.
" mang Diman dan mang Bahar boleh minta tolong angkatin barang-barang Devan, Devin, bi sari dan bi tuti. kalau barang-barang saya sudah saya taruh di depan kamar."
" ya sudah kalau gitu saya mau ke dapur dulu."
setelah semua beres dan kami juga sudah rapi. kami pun pamit ke mami dan papi.
" mami, papi kami pamit ya. jangan lupa hari Sabtu acara di rumah Ara dan mas Tama." pamit Ara ke mami dan papinya.
" iya sayang mami sama papi pasti datang. kenapa nggak habis makan malam aja perginya." ujar mami.
" mas Tama janji sama anak-anak mau beliin Lego dan juga mereka mau beli pensil warna katanya."
__ADS_1
" ya sudah kalian hati-hati." ucap papi.
" Devan, Devin nanti di sana jangan nakal ya."
" iya Oma." jawab mereka serempak.
kami pun mencium tangan mami dan papi. kami pun masuk ke dalam mobil dan mas Tama pun melaju mobilnya meninggalkan halaman rumah mami dan papi. setelah menempuh perjalanan yang lumayan macet akhirnya kami pun sampai di mall.
" ayah ayo kita ke toko mainan." ajak Devan.
" iya ayah." timpal Devin.
" oke sip, kita langsung ke tempat mainan." mas Tama pun mengandeng Devan dan Devin menuju toko mainan.
setelah mendapatkan apa yang di cari kami keluar toko mainan dan pergi menuju food court.
" Devan, Devin mau makan apa?." tanya mas Tama.
" Devan mau spaghetti."
" kalau Devin mau nasi ayam."
" oke ayah pesan dulu ya." ucap mas Tama.
__ADS_1
setelah makan kami pun menuju supermarket membeli keperluan untuk di rumah baru. setelah semua keperluan sudah di dapat. kami pun memutuskan langsung pulang.